
"Aduh....aduh....ah sakit sekali, rasanya seperti tulang - tulang ku remuk."
Zachery terbangun di keesokan harinya setelah berlatih tanding dengan kin pada malam hari, zachery melihat ke arah jendela kamarnya terlihat matahari sudah sedikit naik artinya dia bangun saat hari sudah mulai siang.
Beberapa saat kemudian seorang pemuda dengan rambut putih masuk ke kamar zachery, paras wajahnya yang rupawan mudah dikenali oleh zachery dia adalah kin, meskipun zachery baru bangun tidur sesaat yang lalu.
"Bagaimana? kau sudah merasa baikan setelah beristirahat?" Kin menghampiri zachery dan menanyakan kabarnya.
"Tubuhku masih sakit guru, rasanya tulang - tulang ku seperti remuk." Keluh Zachery.
"Hm, ada baiknya Lakukan meditasi pagi 15 menit hingga 1 jam! biasanya energi jiwa akan memperbaiki otot maupun tulang yang rusak dengan menyerap energi alam." Perintah kin, dia langsung pergi berlalu ke arah halaman samping setelah memberikan perintah tersebut.
Zachery langsung mengerti isyarat dari kin untuk mengikuti nya ke arah halaman samping villa cahaya Phoenix, yang biasa dipakai untuk berlatih maupun hanya untuk sekedar bermeditasi.
Saat zachery ke halaman samping tersebut, zachery melihat ada orang lain yang kelihatan seumuran dengannya dan dari tubuhnya terpancar aura seorang pendekar, dia sedang melakukan meditasi saat zachery menghampirinya.
"Dia siapa guru?"
Spontan zachery mendekati kin dan bertanya.
"Kau mungkin tidak kenal tapi dia anak salah satu tetua disini, ayahnya menjabat sebagai tetua racun, jika kau pergi keliling sebut saja namanya, semua orang yang mendengar nya pasti akan segan."Jelas kin pada zachery dan segera menghampiri pemuda tersebut.
"Sudah lamakah kau menunggu disini, Giovanni?" Terdengar suara seseorang yang di kenalnya Saat bermeditasi, Giovanni langsung bangun dari meditasi nya dan menyapanya kembali.
"Tetua kin maaf tidak menyadari keberadaan anda sebelumnya, sehingga membuat anda menyapa saya terlebih dahulu." Giovanni membungkuk dan memberi hormat.
"Tidak apa, kudengar kau ingin bertemu dengan murid ku, benar?"
Giovanni mengangguk tanda dia memang ingin bertemu dengan zachery, dia bisa melihat orang yang seumuran dengan nya di belakang kin, tetapi Giovanni juga melihat bahwa kondisi zachery sedang tidak dalam keadaan prima.
__ADS_1
"Zachery temani giovanni untuk sesaat sembari kau bermeditasi!" Kin memberi perintah zachery untuk menemani Giovanni dan pergi berlalu ke arah gerbang masuk villa setelah mengatakan nya.
"Baik guru..." Walaupun disuruh menemani Giovanni, tetapi bagi zachery tidak ada alasan untuknya berbincang - bincang dengan Giovanni disaat tubuhnya sendiri sedang tidak dalam kondisi prima jadi lebih baik digunakan untuk bermeditasi, pikir zachery.
* sekilas tentang Giovanni...
Giovanni sendiri meskipun seorang anak dari tetua racun tetapi dirinya enggan untuk menggunakan racun dalam setiap pertarungannya, bisa dibilang jiwa pendekar sejati terpancar dari tubuhnya semata-mata bukan hanya karena aura tapi memang menunjukkan sikapnya yang demikian.
Giovanni hanya lebih tua dua tahun dari zachery, kemampuan nya sekarang sudah mencapai puncak pendekar perak dan sedikit lagi akan mencapai tahap pendekar emas setelah selesai memiliki energi jiwa berjumlah 100 titik, selain itu meskipun dirinya sendiri merupakan keturunan dari seorang tetua utama di sekte matahari Phoenix, dia tidak menggunakan nama ayahnya untuk membuat dirinya di segani.
Banyak orang dari kawan maupun lawan mengganggap dirinya pantas untuk di segani sebagai seorang pendekar sejati, di setiap pertarungannya semua lawan di kalahkan dengan tidak lebih dari seratus jurus, meskipun jika mencapai tahap pendekar emas lawannya akan lebih alot untuk dikalahkan.
Dirinya dijadikan panutan bagi generasi muda sekte matahari phoenix karena kepiawaiannya dalam berbagai bidang selain itu dirinya juga seorang yang cerdas dan mudah untuk dimintai pendapat.
Di sisi lain zachery yang baru beberapa hari tinggal dan menjadi anggota sekte, memang tidak mengetahui tentang informasi ini, jadi dihadapan giovanni di hanya diam saja dan tidak mempedulikannya.
Selain itu kondisi tubuhnya juga tidak memungkinkan untuk dirinya berbicara, bila dalam pembicaraan tersebut ada kaitannya dengan Giovanni yang ingin mengajak berlatih tanding tentu akan tidak siap bagi dirinya, pikir batin zachery saat bermeditasi.
15 menit kemudian zachery telah selesai bermeditasi dia merasakan tubuhnya telah pulih sesuai arahan yang diberikan oleh kin kepadanya, selain itu zachery juga melihat Giovanni bukannya pergi karena merasa bosan melainkan juga ikut melakukan meditasi seperti zachery.
"Hei sampai kapan kau akan melakukan meditasi, aku sudah selesai." Zachery menepuk pundak dari Giovanni.
"Hm, ternyata sudah selesai ya." Giovanni menemukan zachery ada di sampingnya dan akan pergi berlalu kedalam villa.
"Tunggu mari bicara sebentar."
Spontan Giovanni langsung menghentikan niat zachery yang ingin meninggalkan nya sendiri.
"Hm, baiklah kau ingin bicara apa?" Zachery terpaksa menerimanya, dia tidak ingin tamu gurunya tersebut menjadi kecewa.
__ADS_1
"aku kesini untuk bertemu dirimu, kudengar kemampuan mu sangat hebat, apa benar?" Mendengar perkataan Giovanni, zachery kaget bukan main, dirinya bertanya - tanya siapa yang telah menyebarkan kalau dirinya hebat ke seluruh sekte matahari Phoenix.
"Itu tidak benar...." Zachery dengan cekatan menolaknya.
"Jangan terlalu merendah aku tahu kau hebat, mari bertarung aku ingin melihat pedang yang dikatakan oleh orang - orang itu." Zachery bisa melihat bahwa Giovanni terus memaksanya akan sulit untuk membuat nya pergi sebelum keinginan nya terpenuhi.
merasa tidak ada pilihan lain zachery menerima tawaran tersebut, seketika wajah dari Giovanni menunjukkan kegirangan dia benar - benar seorang maniak pertarungan, zachery izin untuk mengambil pedangnya terlebih dahulu.
giovanni menunggu beberapa saat sembari membersihkan sarung pedangnya dan beberapa menit kemudian zachery keluar dengan sebuah pedang berwarna kehijauan yang mengeluarkan unsur es yang dingin.
melihat antusiasnya Giovanni ketika melihat pedangnya, zachery segera menjelaskannya.
"pedang ini disebut pedang cahaya giok, setara dengan pedang pusaka karena hanya pendekar safir ke atas yang bisa memakainya."
zachery berbicara menjelaskan tentang pedang tersebut, tentu dia tidak ikut menjelaskan bahwa dirinya bisa memakai pedang tersebut walau belum mencapai pendekar safir.
"jika seperti itu bagusnya, mari kita bertarung menggunakan pedang asli."
keinginan Giovanni untuk bertarung dengan zachery semakin menjadi - jadi dia ingin menjajal bagaimana ketajaman pedang cahaya giok sendiri.
zachery Tersenyum tipis, dia bisa melihat kemampuan Giovanni tidak lebih dari puncak pendekar perak dan belum memasuki tahap pendekar emas, tentu akan sulit melawan zachery bila kemampuan giovanni hanya mencapai puncak pendekar perak.
sebenarnya tidak aneh giovanni mempunyai kemampuan setara puncak pendekar perak karena menunjukkan betapa jenius dan berbakat dirinya sebagai seorang pendekar, selain itu biasanya orang yang tidak berbakat pada usia 50 - an tahun pun masih menjadi pendekar perak.
karena itu bakat seperti Giovanni pun di sekte besar lainnya sangat langka, jika sekte matahari Phoenix benar - benar membina generasi muda yang berbakat dan jenius seperti giovanni ini, bisa dibilang Beberapa tahun yang akan datang sekte ini akan memimpin aliran putih dunia persilatan di kekaisaran Red moon Empire.
di sisi lain saat Giovanni sudah siap untuk bertarung, pedang zachery di tidak bisa di keluarkan dari sarung pedang olehnya, dirinya bertanya - tanya mengapa hal ini terjadi.
*
__ADS_1
berikan vote, like dan share karya ini jika kalian ingin membantu author, sebesar apapun bantuan kalian itu akan sangat berarti untuk author dan membuat author bisa semakin semangat untuk menulis cerita yang lebih berkualitas lagi kedepannya.
terimakasih, sampai jumpa di chapter selanjutnya.