
"Lupakan soal itu! Kenapa kakak tidak ikut kami saja? Aku tidak yakin guru tidak memarahi kami jika kembali tanpa membawa kakak," Da Guang melerai sepasang guru dan murid yang berbalas pantun soal wanita.
"Benar guru, Seharusnya guru bahagia karena mau menikah, Kenapa guru justru tidak senang?" Fang An menimpali.
"Bukan seperti itu An'er! Guru pasti akan kembali, Namun saat ini guru rasa terlalu awal jika harus kembali, Masih banyak waktu untuk melakukan banyak hal," Chen Chu tetap memberikan alasan.
"Aku dan Lin'er akan ikut bersama guru," Fang An ingin pergi bersama gurunya.
"Untuk apa kamu kesana? Benua suci adalah tempat orang kuat di alam bawah, sementara saat ini kamu masih terlalu lemah untuk berada disana," Chen Chu mengerutkan kening.
"Kata siapa aku lemah? Whush.." Fang An mengeluarkan aura dewa bumi tahap menengah dan berhasil membuat Chen Chu tercengang.
"Apa kamu monster?" Chen Chu tercengang dan terbelalak saat melihat kultivasi asli dari muridnya.
"Bagaimana guru? Aku jenius bukan?" Fang An kembali membusungkan dada didepan guru dan kedua paman gurunya.
Whush..
Chen Chu tidak mau kalah, dia juga mengeluarkan aura kultivasi nya, hal itu berhasil membuat kedua adik seperguruan dan Fang Lin tercengang.
"Guru?" Fang An tidak dapat melanjutkan kata katanya.
"Terima kasih An'er! Berkat kamu, Aku bisa meningkatkan kekuatan ku hingga menembus dewa surga tahap puncak," Chen dan berkata serius.
Chen Chu dapat menembus tiga tahap karena buah buah abadi yang diberikan Fang An dulu, dengan ketiga buah buah abadi itu, Chen Chu dapat meningkatkan kekuatan hingga menembus dewa surga tahap puncak.
"Bagaimana bisa kakak meninggalkan kami begitu jauh?" Shujao merasa tidak ada apa apanya dibandingkan kakak seperguruan nya.
Chen Chu tersenyum, lalu menceritakan buah buah abadi yang diberikan Fang An padanya waktu dulu, Shujao dan Da Guang segera mengalihkan pandangan mereka pada Fang An, namun Fang An menggeleng kepala.
Fang An juga mengatakan jika buah buah abadi itu telah habis di gunakan, wajah Shujao dan Da Guang langsung berubah menjadi lemes.
"Sebaiknya kalian beristirahat! Aku tahu kalian pasti kelelahan karena melakukan perjalanan jauh," Chen Chu ingin Fang An dan lainnya beristirahat.
"Baik guru," Fang An mengangguk patuh, lalu dia dan Yue Lin masuk kedalam goa dan meninggalkan guru dan kedua paman gurunya.
Keesokan harinya.
Fang An dan Yue Lin keluar goa, keduanya telah mengembalikan kekuatan mereka yang terkuras karena perjalanan jauh, Fang An tidak sabar untuk mempelajari teknik perubahan wujud.
__ADS_1
"Guru," Fang An menggaruk kepala.
Chen Chu mengangguk mengerti, dia tahu apa yang ingin diucapkan Fang An, lalu Chen Chu mengeluarkan kitab perubahan wujud dan memberikan pada Fang An.
"Pelajarilah teknik ini, Tapi kamu membutuhkan rambut atau kekuatan darah seseorang jika ingin mengubah wujud mu menjadi seperti orang itu," Chen Chu menjelaskan cara merubah wujud.
"Rambut? Kekuatan darah?" Fang An mengerutkan kening.
"Hemm.." Chen Chu menganggukkan kepala, kemudian kembali berkata.
"Teknik perubahan wujud adalah suatu teknik penyamaran tingkat tinggi, orang yang menggunakan teknik itu tidak dapat dikenali, sekalipun dengan menggunakan teknik mata dewa, apalagi jika menggunakan kekuatan darah, tentu sangat rapi dan tidak ada yang bisa dikenali," ucap lanjut Chen Chu menjelaskan.
"Sekarang kamu pakai ini! pelajarilah teknik perubahan wujud dengan menggunakan rambutku! Jika kamu berhasil menguasai nya, Itu sangat membantu mu di masa depan," Chen Chu mencabut sehelai rambutnya dan memberikan pada Fang An.
"Terima kasih guru," Fang An sangat senang karena akan mempelajari teknik perubahan wujud.
Setelah mengambil rambut gurunya, Fang An menjauh dari mereka dan mulai membuka kitab perubahan wujud, dengan mengikuti penjelasan yang ada dalam kitab, tidak begitu sulit bagi Fang An untuk mempelajari.
Meski gagal beberapa kali, tapi Fang An tidak menyerah begitu saja, karena sebelum malam tiba, Fang An berhasil menguasai teknik perubahan wujud, Chen Chu dan lainnya merasa senang melihat Fang An yang cepat paham dengan setiap teknik yang diberikan, Fang An terlalu jenius menurut mereka.
Tiga hari kemudian, dengan terus mempelajari teknik perubahan wujud, Fang An akhirnya berhasil menguasai teknik perubahan wujud dengan sangat sempurna, Fang An bisa merubah wujud menjadi Chen Chu, Yue Lin, Shujao maupun Da Guang dengan sangat sempurna.
"Selamat An'er, Akhirnya kamu kuasai juga teknik perubahan wujud dengan sangat sempurna," Chen Chu memuji.
"Bagaimana dengan latihan mu, Lin'er?" Chen Chu berbalik dan bertanya pada Yue Lin, selama menunggu Fang An mempelajari teknik perubahan wujud, Chen Chu juga memberikan satu kitab teknik berpedang pada Yue Lin.
"Aku masih terlalu kaku untuk mempelajarinya paman," Yue Lin menjawab apa adanya.
"Teruslah pelajari teknik itu! Aku yakin kamu bisa menaklukkan nya," Chen Chu berkata lembut.
"Baik paman," Yue Lin mengangguk.
Keesokan harinya.
Fang An, Yue Lin, Chen Chu, Shujao dan Da Guang berencana pergi ke benua suci, awalnya Chen Chu tidak ingin kembali dengan cepat, tapi Fang An terus mendesaknya dengan alasan ingin melihat benua suci, Chen Chu yang melihat kegigihan muridnya pun terpaksa mau kembali.
Setelah semua siap, satu persatu mereka melesat ke benua suci, dimana mereka akan menempuh perjalanan panjang, mereka masih harus melewati kabut putih yang memiliki racun yang sangat kuat.
Selain kabut putih beracun, mereka juga harus melewati penjagaan antar benua, yang mana para penjajah itu berasal dari alam langit, kaisar langit memerintahkan prajurit langit untuk menjaga perbatasan agar menjaga kestabilan alam bawah.
__ADS_1
Dua bulan kemudian.
Fang An dan rombongan tiba di perbatasan, dimana mereka melihat kabut putih beracun, Chen Chu kemudian menyuruh Fang An dan Yue Lin untuk menekan titik meridian mereka agar racun tidak sampai menembus dantian, keduanya pun mendengarkan dan melakukannya.
Selesai menekan titik meridian, Fang An dan rombongan melanjutkan perjalanan mereka ke benua suci, saat memasuki kabut putih, jarak panjang semakin dekat, jarak pandang kurang dari 10 meter, sehingga mereka terbang dengan sangat lamban.
Tiga jam kemudian, mereka tiba di tempat pemeriksaan prajurit langit, dimana ada 5 prajurit langit yang bertugas berjaga disitu.
"Identitas nya!" ucap salah satu prajurit minta identitas.
Chen Chu kemudian mengeluarkan lencana klan Chen dan melemparkan nya pada prajurit langit.
"Berhati hatilah! Aku dengar ada seekor naga yang mendiami hutan yang berada didekat benua suci," ucap penjaga saat melihat lencana klan Chen.
"Terima kasih tuan," Chen Chu menangkupkan tangan dengan hormat.
Fang An dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan, namun Fang An penasaran dengan sosok naga yang dikatakan prajurit tadi.
Dua hari kemudian.
Fang An dan rombongan akhirnya keluar dari kabut putih beracun, saat jarak pandang kembali menjauh, Fang An dan rombongan mendengar suara pertarungan, dengan tenang dan penuh penasaran, mereka terus melayang mendekati suara pertempuran.
Tidak beberapa lama, Fang An dan lainnya melihat pertempuran dua ekor naga melawan puluhan kultivator bebas dari benua suci, puluhan kultivator itu dicegat oleh kedua naga, sehingga mereka melakukan perlawanan.
"Guru, Sepertinya kita juga harus terlibat dalam pertempuran itu," ucap Fang An menatap pertempuran yang berada dua kilo meter didepan mereka.
"Jangan gegabah An'er! Kita belum tahu sekuat apa kedua naga itu, Bertarung melawan kultivator dan hewan langit seperti mereka ada perbedaan kekuatan yang besar," Chen Chu tidak ingin bertindak gegabah.
"Hewan langit?" Fang An mengerutkan kening.
"Benar An'er, Ada dua jenis hewan langit, yaitu binatang ilahi dan binatang suci, Tapi aku tidak tahu kedua naga itu dari binatang ilahi atau binatang suci," Chen Chu menjelaskan hewan langit.
"Kak, Lihat!" Shujao menunjuk tiga kultivator yang mereka kenal, yang mana ketiganya adalah tetua tingkat rendah klan Chen, meski kekuatan ketiga tetua berada di ranah pendekar surga tahap awal, tapi ketiganya dan puluhan kultivator lainnya sangat kesulitan menghadapi serangan kedua naga.
"Apa yang harus kita lakukan kak?" Da Guang khawatir dengan terlibatnya ketiga tetua klan Chen.
"Kalian tunggu disini! Kedua naga itu bukan tandingan kalian," jawab Chen Chu, lalu melesat kearah pertempuran.
Hanya butuh beberapa detik bagi Chen Chu berada dalam jarak kurang dari 100 meter, lalu dia lepaskan serangan tapak angin dengan menggunakan energi spiritual.
__ADS_1
Booom Booom Booom..
Ledakan beruntun terjadi saat serangan Chen Chu mengenai kedua naga dan berhasil membuat mereka terpental, serangan mendadak Chen Chu berhasil membuat kedua naga dan puluhan kultivator terkejut.