
"Tuan muda Fang?" Jiao Xu mengerutkan keningnya.
"Benar ayah, tuan muda Fang lah yang melindungi ku selama ini, dan tuan muda Fang lah yang membujuk ku pulang," jawab Jiao Lin menganggukkan kepala.
"Melindungi mu selama ini? apa kamu bercanda Lin'er?" tanya Jiao Xu tidak percaya.
Bagaimana bisa Fang An melindungi Jiao? Fang An saja tidak memiliki kultivasi, melindungi diri saja tidak mampu, bagaimana bisa melindungi orang lain? itulah yang ada dibenak Jiao Xu dan semua tetua yang ada, kecuali tetua ketiga yang sudah melihat dengan mata kepala, bagaimana Fang An membunuh lawan.
"Yang dikatakan nona muda memang benar patriak, aku sendiri sudah melihatnya," ucap tetua ketiga menimpali dan membenarkan ucapan Jiao Lin.
"Bagaimana bisa dia melindungi Lin'er, tetua ketiga? bahkan dia tidak memiliki basis kultivasi, tidak ada kekuatan sedikitpun dari pemuda itu," tanya Jiao Xu masih tidak percaya.
"Apa patriak percaya kata pepatah? yang tampak tidak selalu benar, karena setiap orang memiliki pilihan, mau menunjukkan kelebihan nya atau tidak, tergantung orangnya," ucap tetua ketiga layaknya orang bijak.
"Hem.." Jiao Xu mengangguk paham, tapi dia juga penasaran dengan tingkat kultivasi Fang An.
"Meskipun benar yang tetua ketiga dan Lin'er katakan, tapi aku belum bisa percaya sebelum aku melihatnya sendiri," ucap Jiao Lin ingin membuktikan.
"Apa yang Patriak inginkan?" tanya Fang An setelah Jiao Xu menyelesaikan kata katanya.
"Kamu cerdas anak muda, bagaimana jika kamu bertarung dengan salah satu murid klan? aku ingin lihat bagaimana cara kamu melindungi Lin'er diluar sana," jawab dan tanya Jiao Xu.
"Kenapa harus murid klan dan bukan Patriak sendiri?" tanya balik Fang An tersenyum.
Jiao Xu dan semua tetua kecuali tetua ketiga tercengang dengan pertanyaan Fang An, berani sekali Fang An menantang Patriak, dengan memiliki basis kultivasi pejuang surgawi tahap puncak, menjadikan Jiao Xu salah satu kekuatan yang ada di kerajaan Ning.
Namun dengan mudahnya Fang An ingin menantang Jiao Xu, apa dia sudah bosan hidup? itulah yang ada dikepala Jiao Xu dan para tetua klan.
"Tapi dengan satu syarat," ucap lanjut Fang An.
__ADS_1
"Syarat? syarat apa itu?" tanya Jiao Xu.
"Jika aku kalah bertarung, aku akan menghancurkan basis kultivasi ku, jika patriak kalah bertarung, batalkan perjodohan dengan tuan muda Chan Rui! bagaimana?" ucap Fang An menjelaskan syarat yang dia maksud.
Sekali lagi Jiao Xu dan para tetua tercengang dengan syarat yang Fang An ajukan, sementara Jiao Lin tersenyum cerah, dia sudah tahu akhir dari pertarungan Fang An dan ayahnya, sehingga Jiao Lin merasa senang.
"Jangan bercanda anak muda! aku tidak bisa membatalkan perjodohan itu, mau taruh dimana muka ku jiwa perjodohan yang sudah buat 11 tahun yang lalu, batal begitu saja?" ucap Jiao Xu menggeleng kepala.
Meski yakin dapat memenangkan pertarungan nya dengan Fang An, tapi Jiao Xu juga tidak ingin mengambil resiko dengan membatalkan perjodohan Jiao Lin Dan tuan muda Chan Rui.
"Bilang saja Patriak takut kalah dari ku," ucap Fang An mencoba memprovokasi.
"Aku? takut kalah darimu? apa kamu bercanda anak muda?" tanya Jiao Xu sedikit kesal dengan ucapan Fang An, ucapan Fang An itu sama saja dengan merendahkan dan menganggapnya lemah.
"Benar, Patriak takut kalah," jawab Fang An menganggukkan kepala.
"Baik, aku terima tantangan mu, jika aku menang, aku sendiri yang akan menghancurkan dantian mu," jawab Jiao Xu kesal, Fang An berhasil memprovokasi nya, tanpa tahu jika saat ini Fang An dan Jiao Lin tertawa dalam hati.
"Tidak perlu diluar Patriak! disini saja sudah cukup! Patriak tidak perlu khawatir! aku tidak akn menghancurkan apapun yang ada di aula ini," ucap Fang An menahan Jiao Xu.
"Apa maksud mu anak muda?" tanya Jiao Xu bingung.
"Seperti yang aku katakan tadi, Patriak, kita tidak perlu keluar dari sini," jawab Fang An tenang.
"Tidak! tidak! tidak! kita harus bertarung diluar!" ucap Jiao Xu tetap tidak setuju bertarung di aula pertemuan.
"Baiklah," ucap Fang An pasrah.
Fang An, Jiao Xu, Jiao Lin Dan para tetua pun segera keluar dari aula pertemuan, lalu mereka pergi ke lapangan latihan, dimana lapangan latihan sendiri memiliki beberapa arena tarung, mungkin murid klan sering menggunakan arena tarung untuk latih tanding.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian, Fang An dan lainnya tiba di lapangan latihan, saat murid klan melihat Patriak dan para tetua mereka pergi ke lapangan latihan, mereka berbondong bondong mengikuti dari belakang.
Para murid klan tahu akan ada pertarungan tingkat tinggi, karena bila ada Patriak dan tetua ke lapangan latihan, sudah pasti ada yang bertarung, dan saat mata mereka melihat Fang An, para murid berpikir Fang An akan bertarung dengan salah satu murid klan.
"Silahkan naik anak muda!" ucap Jiao Xu mempersilahkan Fang An naik ke arena tarung.
Arena tarung sendiri terbuat dari papan kayu, ukurannya juga cukup besar, yaitu 20x20 meter, sehingga mereka akan bertarung dengan bebas tanpa takut akan terjatuh.
"Baik Patriak," jawab Fang An mengangguk, lalu melompat naik ke atas panggung, tinggi panggung sendiri hanya sebatas dada.
Setelah Fang An melompat naik, Jiao Xu juga melompat naik keatas, lalu dia mempersilahkan Fang An untuk menyerang lebih dulu.
Saat melihat Fang An dan Patriak mereka akan bertarung, murid murid klan Jiao keheranan, begitu beraninya Fang An menantang Patriak, pikir mereka jika Fang An sudah bisa hidup.
"Kita mulai Patriak!" ucap Fang An, lalu membuka jurus, yang mana jurus yang Fang An gunakan kali ini adalah jurus tapak naga emas, Fang An tidak ingin segera mengakhiri pertarungan mereka dengan cepat, karena hal itu akan membuat malu Jiao Xu.
Whush..
Fang An melesat menyerang Jiao Xu dengan jurus tapak emas, namun Jiao Xu melompat melewati Fang An, tapi Fang An dengan cepat berbalik dan membuat tendangan kearah dada Jiao Xu, dengan cepat Jiao Xu menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan memblokir tendangan Fang An.
Meskipun berhasil memblokir tendangan Fang An, tapi Jiao Xu terdorong mundur dan hampir jatuh dari arena pertarungan.
"Sangat kuat," gumam Jiao Xu terkejut dengan kekuatan tendangan Fang An.
Tidak ingin melepaskan Jiao Xu, Fang An melompat menyerang sekali lagi, dia tetap menyerang dengan menggunakan jurus tapak naga emas, namun setiap serangan yang dilepaskan Fang An, mampu di blokir dan ditepis Jiao Xu.
Meski dapat memblokir dan menepis serangan Fang An, tapi Jiao Xu sedikit kesulitan, padahal jurus tapak naga emas adalah jurus terlemah dari semua jurus yang Fang An pelajari.
Gerakan keduanya cukup cepat, karena saat ini Fang An tidak menggunakan teknik langkah bayangan, sehingga setiap serangannya masih dapat dilihat dan dibaca oleh Jiao Xu.
__ADS_1
Terima Kasih...