Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 7 ~ energi jiwa


__ADS_3

"Duduklah di batu tersebut dan bentuk jari tangan mu menyerupai lingkaran, zachery."


Zachery segera menuruti perintah dari gurunya dan jari - jarinya saling berhubungan mulai membentuk sebuah lingkaran, perlahan - lahan tubuhnya terasa sedikit lebih tenang dan seperti merasakan ketenangan.


"Ini....jiwa ku terasa tenang guru, ada apa sebenarnya?" Zachery bertanya disaat dirinya masih melakukan hal tersebut dan memejamkan matanya.


"Rasanya memang akan seperti itu, latihan seperti ini disebut pelatihan jiwa karena bermeditasi mengumpulkan energi alam, selain itu bisa menggunakan ini..." kin mengeluarkan sebuah batu dari jubahnya dan diikuti dengan zachery yang membuka matanya karena penasaran.


Zachery melihat sebuah batu berbentuk belah ketupat berwarna biru laut dan memancarkan aura tenang saat berada di dekatnya. melihat rasa penasaran muridnya semakin bertambah, kin segera menjelaskan benda yang di keluarkan nya yang sekarang berada di genggaman tangannya.


"Batu ini di sebut soul stone, sebuah batu yang bisa diisi energi jiwa dan dengan cara itulah kita bisa mengetahui besaran energi jiwa dari seorang pendekar." Zachery mendengarkan nya dengan antusias dia Tidak ingin melewatkan satu hal pun.


Melihat zachery belum mengomentari penjelasan nya kin mulai melanjutkan kembali penjelasan. "Saat kau memasukan energi jiwa mu ke batu ini, sesuatu seperti titik - titik akan muncul dan berwarna kemerahan, dari hal tersebut lah energi jiwa dikenal dengan titik untuk mengetahui besaran nya." Setelah menjelaskan hal tersebut, kin segera menyuruh zachery untuk mengambil batu jiwa dihadapan nya yang dari tadi sudah disimpan oleh kin.


Zachery di perintahkan untuk menggenggam batu tersebut di tangan kanan nya dan di arahkan oleh kin setelah nya.


"Lakukan perlahan dan keluarkan unsur angin atau petir di tubuhmu, perlahan - lahan energi jiwa akan keluar dan segera mengisi batu tersebut, zachery." Kin mempraktikan terlebih dahulu caranya di hadapan zachery yang ingin melakukan hal tersebut.


"Seperti ini.... uru, memang di batu ini terlihat sebuah titik-titik muncul tapi jumlahnya tidak besar, selain itu bentuk titik nya juga berbeda yang ada di batu mu." Zachery keheranan karena bentuk titik miliknya lebih besar dari gurunya.

__ADS_1


"Hmm....benarkah coba aku lihat, ini sedikit istimewa tapi aku pernah melihatnya, bentuk seperti ini diakibatkan oleh pengendalian energi mu belum sempurna, karena titik tersebut menyatu dengan yang lainnya." Kin menjelaskan keanehan yang berada di batu milik zachery.


Zachery mengangguk perlahan, dia mengulangi proses nya dari awal lagi dan menghitung satu persatu titik yang muncul di batu tersebut, sebelum dihentikan oleh kin karena menghitung titik yang bergerak dalam batu tersebut, "tidak usah menghitung titik itu, dia akan selalu bergerak jadi kau akan bingung, cukup usapkan jari telunjuk di tangan kiri mu ke atas batu tersebut, maka secara otomatis sebuah angka akan muncul."


Zachery Tersenyum kecil dia seperti melakukan hal konyol mengingat ada cara yang lebih mudah untuk mengetahui besaran titik dari batu tersebut.


Zachery segera mengusapkan jari telunjuk nya ke atas batu tersebut seperti arahan kin, dan tidak lama kemudian sebuah angka muncul di tengah batu tersebut seperti lampu, zachery terlihat senang dengan angka yang muncul karena menurutnya itu sangat besar, dan membuat kin keheranan dan sedikit tersenyum.


"Lihat guru jumlah energi jiwa ku adalah SEBESAR 20 TITIK." kin sedikit tersenyum melihat tingkah laku zachery yang kegirangan melihat jumlahnya.


"Haha, kemarilah zachery kita lihat jumlah titik di batu ku." Kin segera menyuruh zachery untuk mendekat.


"Bagaimana guru bisa mempunyai energi jiwa sebanyak itu bahkan jumlah nya mencapai ribuan titik." Zachery akhirnya menyampaikan rasa penasaran nya.


"Kau pasti terkejut tapi di tingkat pendekar legenda seperti aku ini, jumlah yang tadi itu termasuk sedikit zachery, kau tahu.....ketua sekte matahari Phoenix dia mempunyai lebih dari tiga ribu titik saat dirinya masih muda, dan sekarang jumlahnya terus bertambah jadi di atas langit masih ada langit jangan sampai hal seperti ini membuat kau puas, mengerti." Kin menutup penjelasannya.


"Baiklah aku mengerti guru, nasihat mu tidak akan murid lupakan." Zachery Bangun Dari duduknya dan memberi hormat.


Setelah melakukan cara menambah jumlah energi jiwa, kin segera meninggalkan zachery untuk berlatih sendiri dan saat pulang nanti kin akan mengecek hasil latihan dari zachery.

__ADS_1


"Aku akan pergi ke kediaman ketua sekte, kau berlatih sendiri hari ini, saat pulang aku akan mengeceknya nanti" Kin menepuk pundak zachery dan pergi ke arah pintu masuk villa cahaya Phoenix.


"Baik guru, aku tidak akan mengecewakan mu." Zachery sekali lagi bangun dari duduknya dan memberi hormat ke arah kin yang berlalu ke arah pintu masuk.


zachery duduk kembali dan meneruskan latihan nya dan kali ini dia memilih bermeditasi untuk mengumpulkan energi jiwanya dibandingkan menggunakan batu seperti arahan kin, walaupun bisa dipakai untuk berlatih tetapi batu jiwa sebenarnya hanya untuk mengecek besaran energi jiwa seorang pendekar.


"Baiklah aku harus bertambah kuat secepatnya..." Zachery berteriak menandakan dirinya sangat semangat.


*


saat kin keluar dari villa cahaya Phoenix, dia banyak disapa oleh murid ataupun tetua perempuan yang melihat nya, walaupun begitu karena kebiasaannya yang tidak suka berada di dekat perempuan, membuat kin sendiri hanya bisa tersenyum saat disapa dan segera mempercepat langkahnya ke arah kediaman ketua sekte.


"Sesuatu seperti inilah yang membuat ku ngeri dengan perempuan, tapi andai sikap mereka seperti Linlin saja mungkin aku sudah menikah sekarang." Kin menggerutu di sepanjang jalan nya ke arah kediaman ketua sekte.


Setelah melewati beberapa blok dari bangunan para tetua kin akhirnya sampai di sebuah kediaman yang terlihat paling besar di sekte matahari Phoenix, yang merupakan kediaman ketua sekte.


Saat sampai kin segera di persilahkan masuk oleh pelayan di kediaman Tersebut, "mari tetua kin, ketua sedang ada di halaman belakang tempatnya biasa berlatih." Kin segera mengikuti arahan orang tersebut, meskipun dia berkali - kali masuk kemari saat kecil tapi sekarang dirinya adalah seorang tetua, tentunya harus menunjukkan etika yang baik saat bertamu membuktikan jabatan bukan hanya dipegang semata - mata karena kekuatan dan ketenaran saja.


Saat sampai dihalaman belakang kediaman sang ketua, kin sedang melihat ketua sektenya sedang bermeditasi dan duduk sejenak di pojok halaman tersebut memperlihatkan latihan ketua sekte.

__ADS_1


__ADS_2