Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Di Kota Danau


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Dibenua selatan, atau lebih tepatnya di klan Tang, para pembunuh bayaran sudah mulai menyerang, dengan jumlah 200 orang dan dengan kultivasi pejuang raja, para pembunuh bayaran dapat membunuh murid murid klan Tang dengan mudah.


Para tetua klan sendiri kesulitan menghadapi ketua pembunuh bayaran, hanya dengan kultivasi pejuang raja tahap puncak menghadapi pejuang kaisar tahap menengah, hal itu membuat para tetua sangat kesulitan.


Selain para pembunuh bayaran, ada juga 40% murid klan yang berpihak pada kedua saudara kembar, dan saat penyerangan, murid murid yang berpihak pada kedua saudara kembar itu mengenakan pakaian berwarna hitam.


Sudah ada beberapa tetua klan terbunuh oleh ketua pembunuh bayaran, sementara Tang Zhu sendiri masih bertarung dengan sengit dengan kedua saudara kembar, yaitu Tang Shu dan Tang Shi.


Saat ini kultivasi Tang Zhu dan kedua saudara kembar itu setara, yaitu sama sama memiliki kultivasi pejuang kaisar tahap menengah, sehingga pertarungan mereka berat sebelah.


"Menyerahlah Tang Zhu!" ucap Tang Zhu tersenyum menyeringai.


"Dasar pengkhianat, bekerja sama dengan pembunuh bayaran dan membunuh saudara sendiri, aku tidak akan mengampuni kalian," ucap Tang Zhu dengan kemarahan yang menggebu gebu, lalu dia maju menyerang kedua saudara kembar.


Pertarungan mereka kembali berlanjut, serangan yang dilepaskan Tang Zhu tidak dapat melukai kedua saudara kembar, saat Tang Zhu menyerang salah satu, salah satunya menyerang Tang Zhu, sehingga membuat Tang Zhu dalam posisi sulit.


Disekitaran mereka.


Ketua pembunuh bayaran, anak buah pembunuh bayaran dan murid murid klan yang berpihak pada Tang Zhu dan Tang Shi, terus bertarung dengan murid dan tetua yang berpihak pada Tang Zhu.


Satu jam setelah pertempuran dimulai.


baik murid yang berpihak pada Tang Zhu maupun pada kedua saudara kembar, sudah banyak yang jatuh korban.


Sementara ke 200 anak buah pembunuh bayaran sendiri masih belum ada yang menjadi korban, hanya saja ada beberapa yang terluka karena bertarung melawan para tetua klan.


Satu jam berikutnya.


Pertarungan Tang Zhu dan kedua saudara kembar sudah memasuki tahap akhir, dan akhir dari pertarungan mereka dimenangkan oleh kedua saudara kembar.


"Tamatlah riwayat mu Tang Zhu!" sekarang akulah Patriak klan Tang," ucap Tang Shu menatap senyum pada Tang Zhu, yang terbaring penuh luka sayatan dan tusukan.

__ADS_1


"Semoga dewa kematian mencabut nyawa kalian dengan segera bajingan," balas Tang Zhu lemah.


"Sudahlah kak! segera akhiri hidupnya!" ucap Tang Shi yang sudah ingin membunuh Tang Zhu.


Sementara itu ketua pembunuh bayaran dan murid yang berpihak pada kedua saudara kembar juga sudah selesai membunuh tetua dan murid yang berpihak pada Tang Zhu.


Slash..


Tang Shu memenggal kepala Tang Zhu setelah Tang Shi memintanya membunuh Tang Zhu, setelah membunuh Tang Zhu, Tang Shu menyuruh para murid yang berpihak padanya untuk membereskan mayat mayat yang berjatuhan itu.


Meski dia berkhianat, tapi Tang Shu ingin semua murid klan di kuburkan, bagaimana juga, mereka adalah keluarganya.


******


Di Danau Hitam.


Setelah melakukan pelayaran selam seminggu sejak lepas dari pelabuhan, kapal yang ditumpangi Fang An akhirnya berlabuh juga di pelabuhan kota danau, kota danau sendiri diambil karena kota itu berada ditepi danau.


Selama berada di atas kapal, Fang An lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berkultivasi didalam kamar, setelah kapal berlabuh, Fang An keluar kamar, diluar kamar, Yin Yin dan lainnya sudah menunggu Fang An.


Tampak wajah Yin Yin merasa keberatan karena harus berpisah dengan Fang An, tapi apa mau dikata, pertemuan mereka hanya untuk berpisah, dan pertemuan mereka juga karena hanya kebetulan saja.


Tidak beberapa lama, satu persatu para penumpang turun dari kapal, lalu Yin Yin dan rombongan nya juga turun, sementara Fang An masih tetap berada diatas kapal hingga semua penumpang turun.


Melihat tidak ada lagi yang turun, Fang An pun turun dari kapal, namun ketika dia keluar dari dalam kapal, kapten kapal memanggilnya, entah apa yang kapten kapal ingin bicarakan pada Fang An, tapi dari raut wajah yang ditunjukkan, kapten kapal memiliki niat baik.


"Tuan muda, sebelumnya aku ucapkan terima kasih, jika tanpa tuan muda, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kami semua yang ada di kapal ini," ucap kapten kapal ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Langsung saja kapten! ada apa?" tanya Fang An tanpa basa basi.


"Jika tuan muda sempat mampir di ibukota kekaisaran Tang, mampir jugalah di kediaman bangsawan Guan, aku sudah menceritakan pada Patriak tentang apa yang tuan muda lakukan untuk menyelamatkan kapal ini, sehingga Patriak mengundang tuan kesana," jawab kapten kapal, yang ternyata adalah salah satu tetua bangsawan Guan, salah satu dari 4 bangsawan kelas satu di kekaisaran Tang.


"Terima kasih kapten, dan aku minta maaf atas sikap ku yang tadi!" balas Fang An yang berubah jadi ramah, lalu mengambil lencana emas yang diberikan kapten kapal.

__ADS_1


Fang An kemudian turun dari kapal, tampak kota danau sangat hidup, banyak sekali para kultivator bebas yang berada disana, namun ketenangan itu bukan berarti tidak ada kejahatan nya.


Di kota danau atau kota pelabuhan sendiri ada sebuah organisasi bawah tanah, yang mana organisasi bawah tanah itu menamakan diri bendera pelangi, bendera pelangi sendiri merupakan satu dari tiga asosiasi yang ada di kekaisaran Tang.


Karena selain bendera pelangi, ada juga dua asosiasi lainnya, yang mana kedua asosiasi itu adalah pembunuh malam dan bendera lima warna itu sendiri.


Setelah turun dari kapal, Fang An masuk kedalam kota danau, tanpa dia sadari, sudah ada 30 kultivator yang sedang mengintainya, ke 30 puluh kultivator itu adalah anggota bendera lima warna.


Sejak Fang An melepaskannya, Mo Ge langsung mengirimkan pesan pada kakaknya Patriak Mo He dan menceritakan apa yang Fang An lakukan padanya, jelas saja Patriak Mo He murka.


Patriak Mo He kemudian menghubungi anak buahnya yang berada dikota kota yang tidak jauh dari kota danau untuk menjemput Fang An, yang mana ke 30 anak buahnya yang memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap menengah, namun lima orang diantara mereka memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap puncak.


Setelah masuk cukup jauh kedalam kota, Fang An lebih dulu mampir di toko pakaian dan membeli lebih dari 10 pasang pakaian, kemudian dia lanjutkan dengan mencari penginapan.


Begitu dia temukan penginapan, langsung saja Fang An masuk dan memesan kamar untuk sagu malam, selesai memesan dan membayar biaya inap untuk semalam, Fang An naik ke kamarnya dan membersihkan diri.


Diluar penginapan.


Ke 30 anggota bendera lima warna sudah mengetahui tempat dimana Fang An menginap, mereka dapat mengenali Fang An atas gambaran wajah dan fisik yang diceritakan Mo He, atau kapten kapal para perompak.


"Kita habisi dia saat malam nanti!" ucap salah satu anggota bendera lima warna yang memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap puncak.


"Benar, terlalu ramai jika kita menyerang nya sekarang, apalagi ada bendera pelangi disini, kita akan kesulitan jika mereka tahu," timpal yang lain.


Meski mereka adalah anggota asosiasi terbesar di daratan atau alam bawah, tapi kota danau adalah kota yang menjadi markas besar bendera pelangi, jika mereka melakukan kekacauan, artinya tidak menghormati bendera pelangi.


Didalam kamar, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Fang An naik diatas kasur dan menutup mata menyerap energi spiritual.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2