Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Fang An Vs Tiga Ketua Pemuja Iblis


__ADS_3

Setelah menelan dan menyerap pil penyembuhan, kondisi Jiao Xu lebih baik dari sebelumnya, luka lebam di dada dan wajah akibat pukulan, tinjuan dan tendangan Fang An juga sudah mulai mengendur, Jiao Xu lantas berdiri dan menatap lembut Jiao Lin, kemudian dia berkata.


"Ayah akan menemui saudara Chan untuk membatalkan perjodohan mu dengan Rui'er." ucap lembut Jiao Xu.


"Terima kasih ayah." balas Jiao Lin, lalu memeluk ayahnya dengan hangat.


"Aku rasa masalahnya sudah selesai, dan aku pamit untuk melanjutkan perjalanan ku," ucap Fang An yang tidak ingin berlama lama di klan Xu.


"Tuan muda, kenapa tuan muda terburu buru? menginaplah di klan beberapa hari dulu!" ucap Jiao Lin melepas pelukannya.


Fang An tersenyum dan menggeleng kepala, dia tahu Jiao Lin akan menahannya, tapi Fang An tidak bisa berada disuatu tempat terlalu lama, saat ini dia ingin segera kembali ke benua selatan.


"Maafkan aku nona Lin, seperti ucapan ku tempo hari, aku mengantarkan nona Lin kesini dan membantu nona Lin untuk membatalkan perjodohan itu, aku akan kembali kesini suatu hari nanti, teruslah berlatih dan tingkatkan kualitas! saat aku kembali, aku harap nona Lin tidak mengecewakan ku!" ucap Fang An tersenyum dan menggeleng kepala.


Jiao Lin hanya bisa tertunduk sedih, bagaimanapun juga, dia telah bersama Fang An dalam waktu sebulan lebih, dia juga sudah mengenal Fang An cukup baik, namun kini keduanya harus berpisah dan tidak tahu kapan akan kembali bertemu.


"Patriak, para tetua, aku pamit," ucap lanjut Fang An menangkupkan tangan dengan hormat, lalu keluar dari klan Jiao, sementara Jiao Lin masih tetap tertunduk sedih.


"Sudahlah Lin'er! tuan muda Fang pasti kembali, bukannya dia sudah berjanji padamu?" ucap Jiao Xu mencoba menenangkan Jiao Lin.


Jiao Lin tidak berkata apa apa, dia lantas berlari dan meninggalkan mereka semua dengan perasan sedih, sebenarnya Jiao Lin sangat ingin mengikuti Fang An, tapi dia sadar masih lemah, dan karena alasan itulah Fang An memulangkan nya ke klan.


Ditempat lain.


Setelah meninggalkan klan, Fang menjadi melayang di udara dan melesat ke selatan, dia lupa bertanya kearah mana kota berada, tapi Fang An tidak ingin kembali dan terus melayang ke selatan.


Fang An berharap akan menemukan kota atau desa dalam perjalanan nanti, tapi alangkah lebih bagus jika dia bertemu dengan kultivator bebas elemen angin di perjalanan.


Fang An masih butuh waktu kurang dari lima bulan, atau lebih dari empat bulan untuk dapat tiba di benua selatan, atau di kekaisaran Zhou, meskipun sudah berada di benua tengah, tapi Fang An berada di wilayah Utara benua tengah, dan masih membutuhkan waktu sebulan lebih untuk tiba di wilayah tengah benua tengah, atau kekaisaran Tang.

__ADS_1


Seminggu kemudian.


Setelah mengudara selama seminggu, Fang An bertemu dengan sekelompok pasukan dengan jumlah ribuan orang, Fang An memperkirakan pasukan yang ada didepannya itu berkisar lima ribu orang.


"Jangan jangan mereka adalah pasukan bendera lima warna," gumam Fang An membatin.


"Jika aku menyerang, akan membutuhkan waktu setidaknya satu hari untuk dapat menghabisi mereka semua, pekerjaan yang panjang dan melelahkan," gumam lanjut Fang An menggeleng kepala.


"Apa yang mereka lakukan?" gumamnya lagi, saat ini Fang An melihat lima ribu pasukan itu melakukan suatu ritual darah, tapi karena belum pernah melihat hal semacam itu, Fang An tidak tahu dengan ritual darah yang dilakukan lima ribu pasukan yang ada dibawahnya.


Dan lima ribu pasukan itu bukan pasukan bendera lima warna, melainkan organisasi baru yang ada di kekaisaran Tang, mereka menamakan diri pemuja iblis, dan yang menjadi ketua adalah setan darah, dewi malam dan tongkat setan, ketiganya termasuk kultivator aliran hitam yang tangguh dan kuat di kekaisaran Tang.


Di juluki setan darah, dewi malam dan tongkat setan bukan tanpa alasan, tiap kali membunuh, setan darah, dewi malam dan tongkat setan selalu meminum darah korban, dan hal itu mereka lakukan setiap kali membunuh, yang dibunuhnya juga bukan lawan kaleng kaleng, sudah tidak terhitung berapa banyak korban yang memiliki kultivasi yang setara dengan ketiganya.


Namun kecepatan dan kekuatan serangan ketiganya lebih unggul dari lawan, sehingga ketiganya dapat memenangkan pertarungan, meski begitu, bukan berarti setan darah, dewi malam dan tongkat setan tidak terluka.


Saat sedang berpikir apa yang harus dilakukan, setan darah, dewi malam dan tongkat setan muncul didepan Fang An, hal itu membuat Fang An sedikit terkejut.


"Berani sekali kamu memasuki wilayah kami!" ucap setan darah menatap tajam Fang An.


Setan darah dan kedua lainnya tahu Fang An bukan orang sembarangan, dapat mereka rasakan ada kekuatan besar yang mengalir dari dalam tubuh Fang An, padahal Fang An sudah menekan semua kekuatan hingga ke titik terendah.


"Maafkan aku tuan tuan dan nyonya! aku hanya petualangan yang kebetulan melewati tempat ini, jika tuan tuan dan nyonya tidak suka, aku akan segera pergi," balas Fang An tersenyum ramah, tidak lupa menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Tidak ada yang boleh kembali jika telah memasuki kawasan hutan darah, hukumannya adalah kematian," ucap tongkat setan yang memutar mutar tongkatnya.


Fang An mengerutkan keningnya, Fang An berpikir aturan itu terlalu konyol, hanya karena melewati hutan saja dihukum mati? apa sebesar itu pelanggarannya?


"Maaf tuan! sepertinya tuan terlalu berlebihan, hutan adalah tempat untuk siapa saja, termasuk aku, tidak masuk diakal jika aku dihukum mati hanya karena memasuki hutan," ucap Fang An mengerutkan kening.

__ADS_1


"Banyak mulut,"


Whush..


Ucap tongkat setan, lalu melesat menyerang Fang An dengan tongkatnya, tapi dengan cepat Fang An melompat melewati tongkat darah, lalu melayangkan sebuah tendangan tepat dikepala tongkat setan, namun tongkat setan masih sempat menahan tendangan itu dengan tongkatnya, meski begitu, tongkat setan tetap terdorong ke kebelakang.


"Kamu lincah dan cekatan juga anak muda, sangat disayangkan karena harus mati dengan cepat," ucap dewi malam tersenyum.


"Aku rasa kamu terlalu percaya diri nenek jelek," balas Fang An mengejek, dia tidak lagi menyebut nyonya atau panggilan yang menghormati dewi malam, menurut Fang An, dewi malam tidak pantas untuk dihormati.


"Hahaha.. mulut mu besar juga anak muda, aku penasaran apakah kekuatan mu sebesar mulutmu atau tidak," balas dewi malam tertawa, lalu melesat menyerang Fang An.


Pertarungan Fang An dan dewi malam pun dimulai, sementara setan darah dan tingkat setan masih belum terlibat.


Buuuk Buuuk..


Dewi malam terkena serangan tapak naga azure dan membuatnya terpukul mundur kebelakang.


"Kenapa kalian berdua diam saja? cepat habisi pemuda keparat itu!" ucap dewi malam kesal, dia sudah mendapat dua pukulan telak dan membuat mulutnya keluar darah, tapi setan darah dan tongkat setan masih diam ditempat jadi penonton.


Setan darah dan tongkat setan tersenyum, lalu keduanya bergerak menyerang Fang An bersamaan, lalu detik berikutnya, pertarungan tak seimbang pun terjadi diatas langit.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2