Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Tiba Di Istana Kerajaan Bei


__ADS_3

Setelah dari toko perhiasan, Fang An dan Yue Lin pergi ke toko toko yang lain, satu demi satu toko keduanya masuki dan membeli pakaian yang disukai Yue Lin, tapi bukan hanya miliknya saja yang dibeli, karena Yue Lin juga membeli 7 stell hanfu untuk Fang An.


Saat malam hari, Fang An dan Yue Lin tidak langsung kembali ke penginapan, keduanya masih tetap berada di alun alun kota dan menikmati suasana malam disana, keduanya duduk disebuah gazebo dan memandangi danau yang berada didepan mereka.


"Tidurlah!" ucap Fang An menepuk paha kanannya, dia memberikan isyarat agar Yue Lin membaringkan tubuhnya dan menjadikan paha Fang An sebagai bantal.


Dengan malu malu, Yue Lin membaringkan tubuh dan menjadikan paha Fang An sebagai bantal, Fang An kemudian mengelus lembut kepala Yue Lin, sementara Yue Lin memejamkan mata dan merasakan sentuhan lembut tangan Fang An dikepala nya.


"Gege, setelah kembali ke klan, apa yang akan Gege lakukan?" tanya Yue Lin tanpa membuka mata, saat ini dia merasa sangat tenang dan juga nyaman dengan belaian lembut dari Fang An.


"Aku belum tahu Lin'er, tapi aku juga masih penasaran dengan bendera lima warna, sangat ingin aku datangi markas mereka di benua tengah, tapi aku sendiri tidak tahu dimana keberadaan markas itu," jawab Fang An tersenyum manis.


"Kemana pun Gege pergi, aku akan tetap bersama Gege," ucap Yue Lin malu malu, meskipun keduanya sudah sering bersama sejak kecil hingga usia mereka beranjak 14 tahun, tapi saat itu keduanya hanya anak remaja yang tidak tahu apa itu cinta.


Tapi saat ini waktu telah berlalu, keduanya sama sama telah tumbuh menjadi pemuda tampan dan gadis cantik yang sudah mengenal apa itu cinta, sehingga Yue Lin masih sedikit canggung saat mengobrol dengan Fang An.


Saat mendengar ucapan Yue Lin, Fang An merasakan perasaan lega, dia tersenyum dan menggeleng geleng kepala, Fang An tidak percaya bisa mencintai wanita yang merupakan teman kecilnya.


Fang An dan Yue Lin terus mengobrol dan memadu kasih seperti manusia berpacaran pada umumnya, kadang tawa menghiasi keduanya, sehingga mereka tidak sadar jika matahari pagi telah menyambut mereka sekali lagi.


"Ayo kita kembali ke penginapan! aku rasa para jendral sudah menunggu," ucap Fang An lembut.


"Baik Gege," jawab Yue Lin mengangguk, lalu bangkit dari tidurnya.


Fang An dan Yue Lin kemudian kembali ke penginapan yang kemarin, karena hari ini mereka akan melanjutkan perjalanan ke kerajaan Bei.


Tidak beberapa lama, Fang An dan Yue Lin tiba di penginapan, dan benar saja ucapan Fang An, salah satu komandan kekaisaran dan beberapa prajurit datang menjemput mereka.


Fang An dan Yue Lin lalu dibawa ke gerbang kota, karena saat ini semua pasukan dan ketujuh jendral sudah berada disana, tiga puluh menit kemudian, keduanya tiba digerbang kota, lalu keluar dan melanjutkan perjalanan ke kerajaan Bei.


********


Waktu terus berlalu.


Tanpa terasa tiga minggu telah berlalu semenjak pertempuran di perbatasan kekaisaran Bei dan kekaisaran Xin, pasukan bendera lima warna yang melarikan diri juga sebagian besar sudah tiba di kerajaan Xin, saat tiba dan menyampaikan apa yang terjadi di pertempuran, wajah Gu Gao jadi jelek.


Namun yang membuat Gu Gao sangat tertarik adalah informasi mengenai pemuda yang membunuh Wu Jao, Jinshi dan ribuan pasukan bendera lima warna, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Fang An.

__ADS_1


"Kalian tahu siapa nama pemuda itu?" tanya Gu Gao penasaran.


"Ampun ketua cabang! kami tidak tahu dan tidak mengenalnya, tapi yang jelas, pemuda itu bukan prajurit kekaisaran atau kerajaan, dia adalah kultivator bebas yang bergabung dengan mereka," jawab anggota bendera lima warna melapor.


"Kultivator bebas?" tanya Gu Gao lagi.


"Benar, ketua cabang, ketua cabang timur, ketua cabang barat dan semua Patriak sekte dibunuh oleh pemuda itu," jawab nya lagi.


"Terima kasih untuk laporan mu, penjaga?" balas Gu Gao mengangguk dan memanggil penjaga.


"Ketua cabang," ucap lima anggota bendera lima warna yang bertugas menjaga aula pertemuan kerajaan.


"Seret dan bunuh dia!" perintah Gu Gao dengan sorot mata yang tajam.


"Baik ketua cabang," jawab kelima penjaga, lalu menyeret yang melapor keluar aula.


Gu Gao lalu mengeluarkan giok jiwa dan mengirimkan pesan kepada Patriak Mo He tentang gagalnya Wu Jao dan Jinshi dalam menaklukkan kerajaan Bei.


*******


Patriak Mo He yang sedang mengobrol bersama para tetua sekte golok setan serta Patriak sekte nya, tiba tiba cincin penyimpanan nya bergetar, pertanda ada pesan yang dikirimkan, Patriak Mo He kemudian memeriksa isi cincin penyimpanan.


Saat membaca pesan, wajah Patriak Mo He jadi kusut, ambisinya di kerajaan Bei gagal total, melihat Patriak Mo He dengan wajah kusut, para tetua dan Patriak tahu ada kabar bujur yang didapat nya.


"Ada apa ketua?" tanya tetua agung sekte golok setan.


"Ketua cabang timur dan ketua cabang barat gagal menguasai kerajaan Bei, justru keduanya tewas, sementara sebagian besar pasukan dibunuh, sisanya melarikan diri," jawab Patriak Mo He dengan wajah kusut.


"Kita terlalu memandang rendah kerajaan Bei, seandainya salah satu dari kita ikut dalam pertempuran itu, mungkin keadaan akan berbeda," ucap salah satu patriak sekte.


"Kita ganti rencana baru," ucap Patriak Mo He yang ingin merubah strategi nya.


"Maksud Patriak?" tanya Patriak sekte itu.


"Kalian menyebarlah dikota kota besar yang ada di kerajaan Bei, kerajaan Luo dan kekaisaran Zhou! setiap kelompok terdiri dari 10 tetua tingkat tinggi, 10 tetua tingkat rendah dan 1000 murid elite sekte!"


"Kuasai semua kota dari dalam, ajak setiap tuan kota untuk bekerja sama dengan saling menguntungkan, jika ada tuan kota yang melawan, ancam dia dengan menggunakan semua keturunannya!"

__ADS_1


"Jika semua kota kota besar sudah kita kuasai, menguasai ibukota kerajaan dan kekaisaran bukan hal yang sulit," ucap Patriak Mo He merubah rencana, tampak wajahnya berubah menjadi penuh ambisi.


"Aku setuju dengan rencana ketua," ucap salah satu patriak sekte, lalu para Patriak yang lain juga setuju.


"Baiklah, karena kalian semua setuju dengan rencana yang aku buat, sekarang kalian kembali dan siapkan mereka!" ucap Patriak Mo He membubarkan ke lima belas Patriak sekte.


"Baik ketua," jawab kelima belas Patriak sekte, lalu keluar dari aula pertemuan sekte.


*******


Di Benua Selatan.


Setelah melakukan perjalanan selama 2 minggu, Fang An, Yue Lin, ketujuh jendral akhirnya tiba didepan ibukota kerajaan Bei.


Prajurit penjaga gerbang berbaris rapi menyambut mereka, terdengar sorak sorai dari depan gerbang, para prajurit penjaga gerbang menyoraki pasukan yang baru pulang dengan menyanyikan lagu perjuangan, serta menaik turunkan senjata mereka.


Fang An dan Yue Lin tersenyum melihat dan mendengar sorak sorai dari prajurit penjaga gerbang ibukota, ini adalah pengalaman pertama mereka disambut dengan meriah seperti itu.


Setelah melewati gerbang kota, Fang An dan Yue Lin dituntun ke istana, saat berada didalam kota, para warga juga menyoraki mereka dengan hangat, tentu saja para penduduk kota senang, dengan memenangkan pertempuran, artinya kerajaan Bei aman.


Sepanjang jalan menuju istana, semua penduduk kota dan pedagang antusias menyoraki mereka, beberapa puluh menit kemudian, Fang An, Yue Lin, ketujuh jendral dan semua pasukan tiba didepan gerbang istana kerajaan.


"Silahkan tuan muda, nona muda!" ucap salah satu jendral besar dengan hormat, jendral besar itu mempersilahkan Fang An dan Yue Lin masuk kedalam istana.


"Baik jendral," balas Fang An tersenyum, lalu masuk kedalam istana.


Saat melewati gerbang istana, Fang An dan Yue Lin dituntun ke aula pertemuan, beberapa menit kemudian, mereka tiba didepan aula pertemuan.


Lalu salah satu komandan masuk melapor, beberapa saat kemudian, komandan itu kembali dan mempersilahkan mereka masuk kedalam, Fang An dan lainnya pun masuk kedalam aula pertemuan.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2