Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Masih Di Kota Danau


__ADS_3

Saat tengah malam, konsentrasi Fang An terganggu, dia merasakan ada 30 aura yang berada tepat diatas atap kamarnya, Fang An kemudian membuka mata, saat membuka mata, sebuah senjata rahasia dilepaskan kearah Fang An, namun dengan cepat Fang An menghindari senjata rahasia itu.


Whush..


Fang An melesat keluar melewati jendela yang ada disamping kamar, lalu dia turun kebawah, saat Fang An berada dibawah, dia sudah dikepung oleh 30 anggota bendera lima warna dengan pakaian hitam.


"Siapa kalian? kenapa ingin membunuhku?" tanya Fang An mengitari pandangannya.


"Kamu tidak perlu tahu siapa kami anak muda! dengan menyinggung bendera lima warna, artinya kamu sudah bosan hidup," jawab salah satu dari lima orang yang memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap puncak.


"Bendera lima warna?" tanya Fang An mengerutkan kening.


"Benar, ketua perompak yang kamu peras tempo hari adalah adik dari ketua tertinggi bendera lima warna, maka sekarang terimalah kematian mu anak muda! serang dia," jawab pria itu lagi, lalu memberi perintah untuk menyerang Fang An.


Saat kedua puluh lima lainnya bergerak menyerang, tiba tiba satu persatu dari mereka tumbang tanpa kepala, dan dalam hitungan menit, kedua puluh lima orang itu tumbang semua, dan tidak ada satupun dari mereka yang memiliki kepala.


Kelima orang tersisa terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"Topeng bayangan?" ucap salah satu dari kelimanya.


"Siapa kamu? apa hubungan mu dengan topeng bayangan?" tanya salah satu dengan sikap waspada, dia kenal dengan teknik yang Fang An gunakan, yaitu teknik langkah bayangan dan pedang tanpa bayangan.


"Ohh.. kamu kenal dengan guru ku?" tanya balik Fang An tanpa ekspresi.


Saat mendengar Fang An menyebut topeng bayangan sebagai gurunya, kelima pria paruh baya gemetar, bahkan wajah mereka pucat pasi.


Siapa yang tidak kenal dengan topeng bayangan untuk organisasi bawah tanah? tidak ada yang tidak mengenalnya, semua organisasi bawah tanah sangat mengenal topeng bayangan.


Pernah Patriak Mo He mengajaknya untuk bergabung, tapi topeng bayangan atau Chen Chu menolaknya, karena meskipun dikenal sebagai pembunuh nomor satu, topeng bayangan hanya membunuh yang pantas untuk dibunuh.


"Ampuni kami tuan muda!" ucap kelima pria paruh baya memohon ampun.


Fang An menatap mereka satu persatu dan berkata.


"Aku masih memberi toleransi karena kalian mengenal guru, sekarang pergilah!" ucap Fang An yang masih tanpa ekspresi, lalu dia berbalik badan memunggungi mereka.


Saat dia berbalik badan dan pergi, dia dari mereka diam diam mengeluarkan senjata rahasia dan mereka lemparkan kearah Fang An, namun dengan cepat Fang An melompat menghindari kedua senjata rahasia itu, yang mana kedua senjata rahasia sudah di olesi racun.


"Dasar sampah, sudah beri kesempatan tali menyia nyiakan," umpat kesal Fang An, lalu detik berikutnya dia menghilang dari hadapan kelima pria paruh baya.

__ADS_1


Slash Slash Slash..


Satu persatu dari mereka tumbang tanpa kepala juga, Fang An sudah melesat memenggal kepala mereka tanpa ampun.


"Benar kata guru, jangan memberikan kesempatan kedua untuk lawan," gumam Fang An menyesal, lagi lagi dia bersikap naif, padahal sudah Weng Jian dan Chen Chu sudah memperingati nya.


"Baiklah, mulai sekarang, tidak ada lagi kesempatan kedua bagi siapa saja yang menyinggung ku," gumamnya lanjut.


Fang An kemudian mengambil cincin penyimpanan ketiga puluh anggota bendera lima warna, kemudian masuk kedalam kamar melewati jendela dan meninggalkan mayat mereka begitu saja.


"Bendera lima warna? ternyata aku telah membuat kesalahan dengan melepaskan ketua perompak, aku harus lebih berhati hati lagi," ucap Fang An setelah kembali ke kamarnya.


Karena pakaian nya terdapat noda darah, Fang An lantas pergi membersihkan diri, kemudian dia kembali berkultivasi menunggu pagi.


Pagi harinya.


belum juga matahari menampakkan diri, sudah terdengar keributan diluar penginapan, dimana semua orang membicarakan kematian 30 orang berpakaian hitam dan mengenakan topeng.


Tidak ada yang berani mendekat atau membuka topeng mereka, hingga satu kelompok lainnya datang dan membuka topeng kepala tanpa tubuh itu.


"Bendera lima warna?" ucap salah satu dari satu kelompok yang baru datang.


"Siapapun orang itu, kita harus mencari dan mengajaknya bergabung," timpal yang lain.


"Tunggu dulu! kematian mereka semua sama, dan biasa membunuh seperti ini adalah topeng bayangan, jangan jangan" ucap petinggi bendera pelangi.


"Benar saudara, aku baru ingat jika topeng bayangan membunuh dengan cara seperti ini," timpal orang itu lagi.


"Benar benar bodoh, menyinggung topeng bayangan sama saja dengan bunuh diri," ucap petinggi bendera pelangi menggeleng kepala.


Tidak beberapa lama, prajurit istana kota datang dan membubarkan mereka, para prajurit juga menyingkirkan tubuh dan kepala yang terpisah itu.


******


Di Kamar Penginapan.


Fang An baru membuka mata dan menghentikan kultivasi nya setelah semua kekacauan dibawah selesai, lantas keluar kamar untuk mencari tahu informasi bendera lima warna, Fang An sangat penasaran dengan organisasi itu.


Setelah keluar dari penginapan, Fang An berjalan dengan membaca setiap papan nama yang tertulis disetiap depan bangunan, sesampainya dipusat kota, Fang An menemukan pusat informasi kota danau, lantas dia masuk kedalam bangunan itu.

__ADS_1


"Selamat datang tuan muda! ada yang bisa aku bantu?" tanya ramah gadis resepsionis setelah Fang An berada didepannya.


Dengan memajukan kepalanya, Fang An berkata dengan sedikit berbisik.


"Aku mencari informasi bendera lima warna," ucap Fang An sedikit berbisik, dia menduga bendera lima warna adalah organisasi besar.


Saat mendengar nama bendera lima warna, pelayan sedikit terkejut, dia lantas menarik tangan Fang An dan masuk kedalam, pelayan tidak ingin ada yang mendengar obrolannya dengan Fang An.


Informasi mengenai bendera lima warna paling ditakuti untuk disebar luaskan, setiap ada yang menyebarkan informasi bendera lima warna, umur nya tidak panjang, baik yang mencari tahu maupun yang memberitahu, semua bernasib sama, yaitu keok.


"Ada apa nona?" tanya Fang An bingung.


"Jangan keras keras tuan muda! sangat berbahaya bendera lima warna itu," jawab pelayan serius.


"Sudah ku duga," gumam Fang An membatin.


"Lalu informasi apa yang bisa aku dapatkan nona?" tanya Fang An tersenyum, dia merasa lucu dengan ekspresi pelayan saat menarik tangannya.


"Aku akan membawa tuan muda ke ruangan manager, manager yang akan menjawabnya," jawab pelayan, lalu masuk kedalam dan diikuti Fang An dari belakang.


Tidak beberapa lama, keduanya sampai didepan ruangan manager, pelayan kemudian mengetuk pintu dan menyampaikan keberadaan Fang An, manager lalu mempersilahkan Fang An masuk kedalam ruangannya.


"Silahkan duduk tuan muda!" ucap manager ramah, yang mana manager adalah seorang pria paruh baya dengan perut buncit.


"Terima kasih tuan manager, aku ingin informasi bendera lima warna," balas Fang An yang sudah duduk.


"Karena informasi ini sangat terlarang, bayarannya juga mahal," ucap manager.


"Tidak masalah tuan manager, aku akan membayar berapapun itu," balas Fang An tersenyum.


"Baiklah," balas manager menganggukkan kepala, lalu dia mulai memberikan informasi bendera lima warna.


Dimulai dari dibentuknya bendera lima warna oleh Patriak Mo He, lalu menyebar keseluruh lima benua, hingga saat ini bendera lima warna berusaha menaklukkan kerajaan Xin, dan pusat bendera lima warna sendiri berada di sekte golok setan, hanya saja tidak ada yang tahu pasti dimana letak sekte golok setan.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2