Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Tuan Muda Chan Rui & Tiba Di Klan Jiao


__ADS_3

Di Tempat lain.


Lebih tepatnya di kerajaan Xin, saat ini Wu Jao dan Jinshi menyiapkan pasukan untuk bergerak ke kerajaan Bei, sementara Gu Gao yang menjadi raja kerajaan Xin sementara, sejak mengambil alih kerajaan Xin, Gu Gao menaikkan pajak sebesar 20%, hal itu membuat para penduduk desa maupun kota sedikit kewalahan.


Terutama adalah para petani jagung, padi, gandum dan sayur sayuran, mereka sangat merasakan dampak dari naiknya pajak sebesar 5% itu, dengan pajak yang ada sekarang saja sudah membuat mereka hidup pas pasan, ditambah lagi dengan naiknya pajak.


Merasa tidak mampu membayar pajak, banyak penduduk desa meninggalkan desa dan pergi ke kerajaan Bei, mereka berbondong bondong meninggalkan desa desa, tidak ada lagi kemakmuran yang mereka rasakan.


Mendengar banyak desa yang meninggalkan desa, Gu Gao jadi murka, lalu mengirim pasukan untuk menangkap para penduduk desa, Gu Gao ingin menjadikan para penduduk desa sebagai budak, sementara wanita wanita muda nya dibawa ke kerajaan untuk dijadikan pelayan dan pemuas na*su mereka.


Para penduduk kota yang mengungsi ke ibukota juga sudah dipulangkan ke kota kota mereka, dan aturan baru telah berlalu, para bangsawan semakin kaya, orang miskin semakin miskin.


Bagaimana tidak, orang kaya memperjual belikan budak, sementara orang miskin bekerja tanpa gaji, makan pun sehari dua kali, hal itu sangat menyiksa para penduduk desa yang kini menjadi budak.


"Bagaimana persiapan nya ketua cabang timur?" tanya Gu Gao ramah.


"Semua persiapan telah siap ketua cabang utara," jawab Wu Jao tersenyum.


"Ketua pusat mengatakan agar segera berangkat jika semua persiapan sudah lengkap," ucap Gu Gao menyampaikan pesan Patriak Mo He.


"Kami mengerti ketua cabang utara," jawab Wu Jao mengangguk.


Saat mengobrol, seorang anggota masuk melapor jika semua persiapan sudah lengkap, pasukan juga sudah siap untuk berangkat, Wu Jao dan Jinshi kemudian berpamitan pada Gu Gao dan keluar dari aula pertemuan, sementara Gu Gao tetap berada di aula pertemuan.


*******


Waktu terus berlalu.


Tak terasa dua minggu sudah terlalui bagaikan air yang mengalir deras, Fang An, Jiao Lin, tetua ketiga dan kelima murid klan Jiao juga telah tiba di ibukota kerajaan Ning, saat ini mereka berada sebuah rumah makan sederhana


Fang An dan Jiao Lin semeja, sementara tetua ketiga dan kelima murid berada di meja yang lain, selama bersama Fang An, tetua ketiga semakin mengagumi Fang An, selain masih muda dan tampan, Fang An juga sangat kuat, namun dia bersikap ramah dan tidak sombong pada siapa saja yang tidak mengusiknya.


"Berapa lama lagi untuk tiba di klan Jiao?" tanya Fang An, padahal mulutnya penuh makanan.


"Tersisa 3 hari saja tuan muda," jawab Jiao Lin yang juga mengunyah makanan.

__ADS_1


Saat dengan makan dan mengobrol, masuk lima pemuda dan duduk tidak jauh dari meja Fang An dan Jiao Lin, salah satu dari kelima pemuda itu dikenali oleh Jiao Lin dan tetua ketiga.


"Nona Lin?" ucap pemuda terkejut saat pandangannya menangkap Jiao Lin, yang tidak lain adalah tuan muda Chan Rui.


"Tuan muda Rui," ucap Jiao Lin menangkupkan tangan dengan hormat.


Saat mata tuan muda Chan Rui melihat Fang An duduk semeja dengan Jiao Lin, dia tersenyum mengangguk, tuan muda Chan Rui berpikir jika Fang An adalah tunangan atau pacar dari Jiao Lin.


"Salam tuan muda," ucap tuan muda Chan Rui mengapa Fang An dengan ramah.


"Salam tuan muda," balas Fang An yang juga ramah.


"Sudah lama kita tidak bertemu nona Lin, bagaimana kabar mu?" ucap tuan muda Chan Rui bertanya.


"Seperti yang tuan muda Rui lihat, ku baik baik saja," balas Jiao Lin tersenyum.


"Aku dengar nona Lin kabur dari klan, kenapa berada disini?" tanya tuan muda Chan Rui bingung.


"Sebenarnya nona Lin tidak kabur, dia hanya ingin mengambil angin diluar saja, dan saat ini nona Lin ingin kembali ke klan," Fang An langsung menjawab saat Jiao Lin membuka mulut dan akan menjawab.


"Chan Rui? jadi tuan muda ini adalah pemuda yang dijodohkan dengan nona Lin?" tanya Fang An sedikit terkejut.


"Benar tuan muda Fang, aku Chan Rui itu," jawab Chan Rui menganggukkan kepala.


"Bagaimana tanggapan tuan muda mengenai perjodohan itu?" tanya Fang An ingin tahu.


Chan Rui tidak langsung menjawab, dia tersenyum dan menggeleng kepala, kemudian tuan muda Chan Rui berkata.


"Jujur saja aku menolak perjodohan itu, aku dan nona Lin masih terlalu muda, masih banyak hal yang harus kami ketahui, terlalu dini jika harus menikah, aku ingin berpetualangan dan tahu dunia luar," jawab tuan muda Chan Rui menggeleng kepala.


Mendengar jawaban tuan muda Chan Rui, Jiao Lin membuang nafas panjang, dia merasa lega karena tuan muda Chan Rui juga menolak perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka.


"Aku setuju dengan pemikiran tuan muda, ada banyak hal yang terjadi diluar sana, sangat naif jika hanya tetap berada di klan," ucap Fang An mengangguk.


Mereka terus mengobrol dan makan, karena tidak beberapa lama, pelayan datang dan membawakan pesanan tuan muda Chan Rui, sehingga ketiganya makan bersama.

__ADS_1


Selesai makan, Fang An dan Jiao Lin pamit keluar untuk melanjutkan perjalanan mereka ke klan Jiao, sementara tuan muda Chan Rui masih tetap berada rumah makan.


Setelah berada diluar rumah makan, Fang An dan lainnya pergi ke gerbang selatan, sebab letak klan Jiao berada di sebelah selatan ibukota kerajaan, dan jarak yang akan mereka tempuh juga hanya tiga hari jika berkuda.


Tiga hari kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari, Fang An, Jiao Lin, tetua ketiga dan kelima murid akhirnya tiba di depan klan Jiao, para penjaga gerbang lantas memberi hormat dan membukakan pintu gerbang untuk mereka.


Jiao Lin membawa Fang An ke aula pertemuan, lalu diikuti tetua ketiga, sementara kelima murid kembali ke kediaman mereka masing masing.


Karena aula klan berada di satu bukit kecil yang ada di tengah klan, Fang An, Jiao Lin dan tetua ketiga terbang kearah bukit kecil itu, tidak beberapa lama, ketiganya sampai dan mendarat.


"Ayo tuan muda!' ucap Jiao Lin mengajak Fang An masuk kedalam, Fang An hanya mengangguk dan mengikuti Jiao Lin dari belakang, sementara tetua ketiga berada dibelakang Fang An.


"Jiao Lin memberi hormat pada ayah," ucap Jiao Lin menundukkan kepala memberi hormat, begitu juga dengan tetua ketiga, sementara Fang An hanya menangkupkan tangannya saja.


"Lin'er? akhirnya kamu kembali nak," ucap Patriak klan Jiao, yang tidak lain adalah Jiao Xu.


"Maafkan aku ayah!" ucap Jiao Lin tanpa mengangkat kepala.


"Terima kasih tetua ketiga, tetua telah membawa pulang Lin'er," ucap Jiao Xu menoleh pada tetua ketiga.


"Bukan seperti itu Patriak, nona muda sendiri yang mau kembali ke klan, kami bertemu di perjalanan," jawab tetua ketiga menyangkal jika dia yang membujuk Jiao Lin untuk pulang.


"Siapa pemuda itu tetua ketiga?" tanya Jiao Xu mengalihkan pandangannya pada Fang An.


"Tuan muda Fang, ayah," Jiao Lin biru buru menjawab.


Mendengar anaknya yang menjawab, Jiao Xu mengerutkan kening, dia berpikir jika pemuda yang ada didepannya itu kenalan atau pemuda yang ditolong tetua ketiga, pasalnya, Jiao Xu dan semua tetua tidak melihat adanya tingkat kultivasi maupun merasakan kekuatan dari dalam tubuh Fang An.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2