
Fang An tersenyum dan menganggukkan kepala, dia merasa sangat bahagia karena Yue Lin masih hidup dan keduanya kembali bertemu.
Perlahan Yue Lin turun dari kuda, lalu berdiri didepan kuda dan memandang lembut Fang An, lalu melempar senyum termanis yang selama ini dia simpan, kemudian membuka penyamaran nya didepan Fang An.
"Tuan muda," ucap Yue Lin pelan, dia terpesona dengan tampang Fang An yang sekarang.
********
Yue Lin
Fang An menatap lembut dan berjalan mendekat, saat jarak keduanya hanya tersisa kurang dari satu meter, Fang An merangkul tubuh Yue Lin dan membawanya dalam pelukan hangat.
*******
Fang An
"Maafkan aku Lin'er!" ucap Fang An setengah berbisik ditelinga Yue Lin.
Yue Lin mengangguk pelan, kemudian berkata.
"Aku juga minta maaf tuan muda!" ucap Yue Lin yang juga sedikit berbisik.
Fang An kemudian melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Yue Lin, lalu menatap dalam dalam wajah Yue Lin yang sangat cantik itu.
Saat dipandangi Fang An seperti itu, wajah Yue Lin seketika merah merona seperti kepiting rebus, lalu menundukkan kepalanya dengan perasaan malu.
Melihat Yue Lin menunduk malu, Fang An mengangkat dagu Yue Lin dan berkata.
"Apa kamu tidak mau memandang wajah ku setelah sekian lama? apa kamu tidak merindukanku?" ucap lembut Fang An, sementara tangannya masih berada di dagu Yue Lin.
Melihat dan merasakan tangan Fang An berada di dagu nya, wajah Yue Lin semakin merah merona.
"Aku.. aku merindukan tuan muda," ucap Yue Lin tanpa mengangkat kepala.
__ADS_1
Mendengar jawaban Yue Lin, Fang An kembali memeluk Yue Lin, sementara Yue Lin hanya diam dan merasakan pelukan Fang An.
"Tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi, aku akan menjaga mu sebagaimana janjiku pada paman Guan," ucap lembut Fang An, tangannya juga mengelus lembut kepala Yue Lin.
Saat mendengar nama ayahnya, Yue Lin jadi sedih dan juga marah, dia ingat bagaimana ayahnya dibunuh oleh ketua pembunuh bayaran
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, kita akan membalaskan dendam paman," ucap lanjut Fang An yang merasakan aura membunuh Yue Lin merembes keluar.
"Baik tuan muda," hanya itu yang keluar dari mulut Yue Lin.
"Jangan lagi memanggilku tuan muda! mulai sekarang panggil aku Gege!" ucap Fang An tersenyum.
Mendengar Fang An memintanya memanggil Fang An dengan panggilan Gege, Yue Lin merasa senang, tidak bisa dia sembunyikan perasaan bahagia itu.
"Baik Gege," jawab Yue Lin yang mana menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fang An.
"Mari kita temui pasukan dari kerajaan Luo!" ucap Fang An melepas pelukannya.
Fang An dan Yue Lin kemudian pergi ke ketujuh jendral yang masih menunggu Fang An, mereka masih penasaran dengan sosok Fang An, terutama adalah kedua jendral besar kerajaan Luo.
Tidak beberapa lama, Fang An dan Yue Lin tiba di tempat tadi, lalu Fang An mengenalkan Yue Lin pada mereka, dengan ramah dan juga hormat, ketujuh jendral juga mengenalkan nama satu persatu.
"Tuan muda, bagaimana jika tuan muda dan nona muda ikut kami ke istana kekaisaran? aku yakin yang mulia akan sangat senang dengan kehadiran tuan muda dan nona muda di istana," ucap salah satu jendral besar kekaisaran, yang tidak lain adalah jendral besar Yang Fu.
"Benar tuan muda, yang mulia bukanlah orang yang tidak tahu berterima kasih, jasa tuan muda sangat besar untuk kekaisaran, aku yakin yang mulia akan memberikan hadiah dan juga penghargaan untuk tuan muda," ucap jendral besar lainnya menimpali, yang tidak lain adalah jendral besar Xuanzhi.
Fang An tidak langsung menjawab, dia menoleh kekiri dan meminta pendapat Yue Lin, mendapat kode dari Fang An, Yue Lin hanya tersenyum.
"Baiklah jendral, aku dan Lin'er akan berkunjung ke istana, semoga tidak merepotkan jendral semua," ucap Fang An setelah mendapat persetujuan dari Yue Lin.
"Maaf jendral! tuan muda! bagaimana jika tuan muda dan nona muda lebih dulu ke istana kerajaan?" ucap salah satu jendral besar kerajaan Bei.
"Aku setuju dengan yang dikatakan jendral benar, tuan muda telah membantu kerajaan Bei dalam pertempuran ini, aku yakin yang mulia raja akan sangat berhutang budi pada tuan muda, dan sudah pasti yang mulia raja akan mencari tuan muda dan mengundang tuan muda ke istana," ucap jendral besar kerajaan Bei yang lainnya.
"Kenapa mereka memperebutkan aku?" gumam Fang An membatin kebingungan.
"Benar tuan muda," sahut jendral besar yang lain.
__ADS_1
Seperti tadi, Fang An tidak langsung menjawab dan menoleh meminta pendapat dan persetujuan Yue Lin, sementara Yue Lin hanya tersenyum saja.
Dengan senyuman itu, Fang An mengangguk setuju untuk pergi ke istana kerajaan Bei lebih dulu, kemudian ke istana kekaisaran Zhou.
Tidak beberapa lama.
Seorang komandan melapor jika semua pasukan yang tewas sudah dikuburkan, sementara mayat pasukan bendera lima warna juga sudah selesai dikumpulkan dan tinggal dibakar.
Fang An, Yue Lin dan ketujuh jendral kemudian meninggalkan hutan perbatasan, sementara salah satu jendral memberi perintah untuk membakar delapan puluh lima ribu pasukan bendera lima warna.
Li Feng dan Yue Lin menunggangi kuda yang Yue Lin gunakan, sementara ketujuh jendral dan pasukan berjalan kaki, Fang An tidak menghiraukan tatapan semua orang, yang dia rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata kata.
Sepanjang jalan, Fang An dan Yue Lin terus mengobrol, kadang Fang An menggombal, sehingga membuat kedua pipi Yue Lin merah merona tanpa henti, ketujuh jendral yang mendengar gombalan Fang An pun hanya tersenyum.
Mereka memaklumi Fang An dan Yue Lin, sebagai pemuda pemudi yang baru merasakan bulir bulir cinta, tentu keduanya sedang di mabuk asmara, jadi wajar saja keduanya mengobrol tanpa menghiraukan mereka.
Dua minggu kemudian.
Perjalanan yang seharusnya hanya membutuhkan waktu selama seminggu atau paling lama sepuluh hari, Fang An, Yue Lin dan pasukan tiba di kota yang berada didekat perbatasan setelah melakukan perjalanan selama 2 minggu, dan hari menjelang sore.
Saat prajurit kota tersisa melihat pasukan istana kerajaan dan kekaisaran, dengan sigap mereka berbaris menyambut kedatangan ketujuh jendral besar dan juga pasukan yang baru kembali dari medan tempur.
Fang An dan Yue Lin diminta untuk ke istana kota, tapi Fang An menolak dengan alasan tidak ingin menarik perhatian banyak orang, sehingga keduanya menginap di penginapan yang berada tidak jauh dari istana kota.
Meskipun menginap di penginapan, biaya inap keduanya dibayarkan oleh salah satu jendral besar kerajaan Bei, awalnya Fang An menolak karena merasa tidak enak hati, tapi sang jendral memaksa Fang An untuk menerimanya.
Akhirnya Fang An setuju biaya inap keduanya ditanggung oleh sang jendral besar, Fang An dan Yue Lin kemudian naik ke kamar mereka masing masing.
Di dalam kamar, Fang An langsung melepaskan pakaiannya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Fang An naik ke kasur dan menutup mata menyerap energi spiritual.
*********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1