Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Pengalaman Pertama Diatas Kapal


__ADS_3

Tanpa terasa waktu telah berganti pagi, Fang An dan rombongan kemudian membereskan tenda dan melanjutkan perjalanan mereka, perjalanan yang mereka butuhkan untuk dapat tiba dikota masih cukup lama, dimana mereka masih harus menempuh perjalanan selama sebulan.


Selain itu, mereka juga harus menyeberangi sebuah danau yang sangat besar, dan jarak hutan Kayeli dan danau hitam adalah 10 hari, sementara untuk penyeberangan sendiri, akan memakan waktu seminggu.


Setelah semua beres, Fang An dan rombongan meninggalkan hutan Kayeli, namun kali ini Fang An ditawari untuk duduk bersama Yin Yin, namun Fang An menolaknya dengan lembut.


Seumur umur, belum pernah dia dekat dengan wanita, hal itu membuat Fang An sedikit kaku, sehingga dia mencari berbagai macam alasan untuk menolak.


Seperti biasa, Fang An dan Fong Taiyie mengobrol sepanjang perjalanan, lebih tepatnya Fong Taiyie bertanya tanya tentang Fang An, dan Fang An menjawab semua pertanyaan Fong Taiyie, tapi kebanyakan dijawab dengan berbohong.


10 hari kemudian.


Fang An dan rombongan kereta kuda akhirnya tiba di tepi danau setelah melakukan perjalanan selama 10 hari, tampak suasana sangat ramai, meski begitu, Fang An merasa ada yang tidak beres, hanya saja dia belum tahu hal ganjil apa yang dia rasakan itu.


"Bisakah tuan muda menemani ku membeli tiket?" tanya Yin Yin lembut disertai senyuman manis, senyuman itu bahkan mampu melelehkan hati setiap pemuda yang melihatnya.


"Baik nona Yin," jawab Fang An mengangguk, dia tidak keberatan untuk menemani Yin Yin membeli tiket kapal, dia juga penasaran seperti apa itu tiket.


Fang An dan Yin Yin kemudian pergi ke loket untuk membeli tiket, dimana loket berjarak 100 meter dari tempat mereka yang sekarang.


Sebenarnya Yin Yin mengajak Fang An membeli tiket hanyalah alasan saja, karena tujuannya adalah ingin lebih mengenal sosok Fang An lebih dekat lagi.


Saat tahu Fang An sangat hebat, apalagi didukung dengan wajahnya yang sangat tampan, serta memiliki sikap yang ramah pada teman, membuat hati Yin Yin meleleh dibuatnya.


Keduanya terus mengobrol hingga tiba didepan loket, lalu Yin Yin membeli 35 tiket kapal, salah satunya tiket untuk Fang An, tiket yang dibeli Yin Yin ada dua kelas, 33 tiket kelas ekonomi untuk para pengawal, kusir dan juga dua pelayan nya, sementara 2 tiket kelas satu untuk dirinya dan Fang An.


Sementara untuk kereta kuda dan kuda para pengawal, ada bayarannya tersendiri dan tidak menggunakan tiket, selesai memberi tiket, petugas loket berkata.


"Kapalnya akan berangkat besok pagi nona muda, tuan muda," ucap petugas loket memberitahu jadwal kapal.


"Aku tahu tuan, terima kasih," balas Yin Yin tersenyum, dia dan ayahnya sudah sering menyebrangi danau untuk berdagang, sehingga dia sangat hafal setiap kapal yang berlayar.


Fang An dan Yin Yin kemudian kembali sehabis beli tiket, lalu keduanya mencari penginapan untuk menginap, sementara para pengawal menjaga dagangan yang berada didalam kereta kuda.

__ADS_1


Fang An dan Yin Yin menemukan penginapan tidak jauh dari loket, lalu keduanya masuk dan memesan kamar, Yin Yin memesan dan membayar dua kamar VVIP, satu untuknya dan satu lagi untuk Fang An, keduanya kemudian naik ke kamar mereka dan membersihkan diri.


********


Di tempat lain.


Atau lebih tepatnya di benua timur.


Yue Lin terus memacu kudanya dengan cepat, sudah tiga minggu Yue Lin memacu kuda ke benua selatan, tapi dia hanya melakukan perjalanan di siang hari, sementara malam hari dia beristirahat.


Selama diperjalanan, Yue Lin sering bertemu dengan perampok, beruntung perampok yang dia temukan itu tidak terlalu kuat, sehingga Yue Lin dapat mengalahkan mereka dengan mudah.


Saat ini Yue Lin sedang berada dibelakang beberapa kultivator yang juga melakukan perjalanan ke selatan, para kultivator itu adalah anggota bendera lima warna, hanya saja karena Yue Lin berpenampilan seperti laki laki, sehingga tidak ada yang menyadari dia adalah seorang wanita.


Sepanjang perjalanan, Yue Lin terus mendengar obrolan para kultivator itu, yang mereka obrolkan adalah situasi benua selatan saat ini, dimana bendera lima warna sudah menguasai beberapa kota, dan tujuan mereka selanjutnya adalah ibukota kerajaan Xin.


Kerajaan Xin sendiri berlokasi diwilayah Utara kekaisaran Zhou, sehingga jiwa Yue Lin tiba di benua selatan atau di kekaisaran Zhou, dia lebih dulu tiba di kerajaan Xin, yang mana kerajaan Xin adalah salah satu dari tiga kerajaan yang berada dibawah kekuasaan kekaisaran Zhou.


Adapun kerja sama yang ditawarkan pihak bendera lima warna adalah perdagangan manusia, atau lebih tepatnya perdagangan budak, pihak bendera lima warna ingin raja kerajaan untuk mengesahkan peraturan jual beli budak.


jika raja kerajaan Xin menolak kerja sama yang diajukan bendera lima warna, bendera lima warna akan menghancurkan kerajaan Xin, lalu menjadikan istri dan kedua anak gadisnya sebagai pemuas nafsu, lalu dijual ke rumah bordil.


Saat mengobrol, para anggota bendera lima warna tertawa ketika cerita sampai di kedua anak raja akan dijual ke rumah bordil, sementara Yue Lin mengepalkan kedua telapak tangannya karena geram.


Meski begitu, Yue Lin tetap tenang dan tidak menunjukkan kemarahan itu, dia tidak ingin penyamaran nya terbongkar begitu saja, dia ingat betul pesan gurunya, jangan terburu buru dalam melakukan suatu tindakan.


*******


Ditepi danau.


Hari telah berganti, pagi ini Fang An dan rombongan sudah berada di dermaga, mereka bersiap untuk menaiki kapal yang akan membawa mereka ke seberang danau, adapun kapal yang mereka tumpangi itu tidak terlalu besar, hanya bisa menampung 300 penumpang saja.


Fang An dan rombongan kemudian naik keatas kapal, meski hanya sebuah danau, tapi danau itu sangat besar dan juga luas, bahkan daratan diseberang danau tidak dapat dilihat, sehingga danau hari ini sedikit berombak karena angin bertiup cukup kencang.

__ADS_1


Saat berada diatas kapal dan kapal bergoyang kekiri dan kekanan, Fang An merasa sedikit tidak nyaman, seumur umur, ini adalah pertama kali dia menaiki kapal, sehingga Fang An sedikit tidak nyaman.


"Ada apa tuan muda?" tanya Yin Yin yang melihat Fang An memijit pelipisnya.


"Tidak apa apa nona muda! aku hanya merasa sedikit pusing," jawab Fang An yang memijit pelipisnya.


"Oh.. mungkin tuan muda belum terbiasa, jadi wajar saja tuan muda sedikit pusing," ucap Yin Yin mengangguk.


Keduanya lalu masuk ke kamar mereka masing masing, sementara ketua pengawal dan lainnya tetap menjaga kereta kuda dan dagangan yang ada.


Tidak beberapa lama, kapal pun lepas tali dan mulai berlayar, saat melakukan pelayaran, kapal lebih dibuat oleng kekiri dan kekanan, hal itu membuat Fang An lebih tidak nyaman lagi.


"Uuwweeeekk"


"Uuwweeeekk"


Fang An tidak tahan lagi dan akhirnya muntah, Fang An tidak henti hentinya minta hingga dia merasa lemas, sementara dia melihat segala sesuatu juga sudah tidak sama lagi, dia merasa seperti dilanda gempa yang dahsyat.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Fang An bingung, dia hanya bisa membaringkan tubuhnya dan menutup mata dengan kuat.


3 hari kemudian.


Setelah berlayar selama 3 hari, akhirnya danau kembali tenang seperti minyak goreng dalam kuali.


Selama tiga hari itu Fang An hanya bisa muntah dan muntah, bahkan Yin Yin memberikan penawar untuk menghentikan mual dan pusing yang Fang An rasakan juga tidak mempan, sehingga Fang An hanya bisa muntah muntah seperti ibu hamil yang ngidam.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2