
Kelima Patriak dan kelima kultivator kuat tercengang dengan jawaban Fang An, menurut mereka, Fang An terlalu berani atau terlalu bodoh, seorang diri menghadapi hampir dua ratus ribu pasukan? sungguh suatu tindakan yang bodoh.
"Jangan jangan?" ucap salah satu patriak yang ingat dengan cerita para pasukan tentang sosok pemuda yang membantai banyak pasukan mereka.
"Kamu pemuda itu?" tanya salah satu patriak dengan bersikap siaga.
"Ada apa pak tua? apa aku mengenalmu?" tanya balik Fang An.
"Tidak usah bertele tele anak muda! aku tahu kamu pemuda yang membunuh banyak pasukan kami." ucap Patriak menatap tajam Fang An.
"Oh.. rupanya aku sudah terkenal, terima kasih karena sudah mengingatku pak tua!" balas Fang An yang tetap tanpa ekspresi.
Mendengar pemuda yang dirumorkan, kelima kultivator sewaan langsung bersikap siaga, meski tidak dapat mengukur kekuatan Fang An, tapi kelimanya tahu Fang An bukan orang sembarangan dan bukan orang yang mudah dihadapi.
"Aku sangat penasaran dengan sosok mu anak muda, aku dengar kamu sangat kuat dan juga memiliki kemampuan tinggi, temani aku bermain main sebentar anak muda!" ucap salah satu kultivator sewaan penasaran dengan kemampuan Fang An.
Whush..
Setelah berkata, kultivator itu melepaskan aura dewa bumi tahap puncak, hal itu membuat Fang An terkejut dengan kekuatan kultivator sewaan itu.
"Kenapa anak muda? apa kamu terkejut? Hehehe.." ucap kultivator sewaan terkekeh.
"Kamu benar pak tua, aku cukup terkejut dengan kekuatan mu, tapi itu tidak cukup untuk menghentikan aku untuk membunuh kalian semua." balas Fang An tersenyum santai.
"Benarkah? aku ingin lihat apakah kekuatan dan kemampuanmu sama besar atau tidak dengan mulutmu, Hiiyaaa." ucap kultivator sewaan, lalu melesat menyerang Fang An.
Fang An yang melihat kultivator sewaan menyerang, dia pun tidak tinggal diam, Fang An menyiapkan jurus tinju dewa, karena kultivator sewaan itu menyerang tanpa menggunakan senjata.
Buuuk Buuuk Buuuk..
Tinjuan, pukulan dan tendangan Fang dan kultivator sewaan beradu saat saling melepaskan serangan, kultivator bebas berusaha menjatuhkan Fang An, namun dia tidak dapat menyentuh Fang An sama sekali, justru beberapa kali serangan Fang An mendarat di dada dan membuatnya terpental mundur.
__ADS_1
"Kamu cukup cepat anak muda, gerakan mu sulit untuk dibaca, aku suka itu." ucap kultivator sewaan, lalu kembali menyerang Fang An, namun kali ini dia menggunakan pedang.
Saat kultivator bebas menyerang menggunakan pedang, Fang An juga mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan bersiap menyambut serangan kultivator itu, saat kultivator berada cukup dekat, Fang An menggunakan teknik langkah bayangan, detik berikutnya.
Slash..
Fang An penggal kepala kultivator bebas dari arah samping, lalu kepala kultivator terjatuh dan disusul dengan tubuhnya yang tumbang tanpa kepala.
Apa yang dilakukan Fang An itu membuat kelima Patriak dan empat kultivator sewaan lainnya terkejut, kini mereka percaya dengan rumor yang beredar itu, yaitu Fang An sangat cepat dan juga gesit serta lincah.
"Langkah bayangan?" gumam salah satu kultivator bebas yang menguasai teknik mata dewa, dia kenal dengan teknik langkah bayangan yang digunakan Fang An.
"Ternyata kamu adalah murid Chen Chu, aku cukup terkejut karena Chen Chu memiliki murid disini." ucap kultivator sewaan yang menguasai teknik mata dewa.
Fang An sedikit terkejut karena kultivator itu mengenal gurunya Chen Chu, namun Fang An tidak menunjukkan keterkejutannya itu, yang Fang An tahu adalah mereka berasal dari benua suci, namun Fang An juga bingung karena kultivasi kelima kultivator sewaan tidak tertekan oleh aturan ruang dan waktu.
"Rupanya kalian berasal dari benua suci, tidak heran kalian begitu percaya diri, apalagi kultivasi kalian tidak ditekan, baguslah! setidaknya ada lawan seimbang untuk ku." balas Fang An tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun.
"Hahaha.. aku suka gayamu anak muda, sudah lama aku ingin membalaskan dendam pada Chen Chu keparat itu, tapi rupanya takdir berkata lain, aku akan membunuh mu lebih dulu, lalu setelah itu, aku akan membunuh Chen Chu dimasa depan." ucap kultivator sewaan tertawa lepas.
Saat kultivator sewaan itu ingin membunuh Chen Chu, dua kultivator lainnya tiba tiba maju dan berdiri didepan Fang An, lalu keduanya membalikkan badan dan menatap dua kultivator sewaan lainnya, salah dari mereka kemudian berkata.
"Kamu ingin membunuh kakak Chen? langkahi dulu mayat ku!" ucap salah satu kultivator sewaan yang berdiri didepan Fang An.
Apa yang dilakukan kedua kultivator sewaan itu membuat Fang An dan semua orang tercengang, tidak ada yang menduga jika Chen Chu adalah kakak dari kedua kultivator sewaan itu.
"Maaf senior! kenapa senior menyebut guru sebagai kakak?" dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Fang An maju kedepan dan berdiri sejajar dengan kedua kultivator sewaan dan bertanya.
"Chen Chu adalah kakak seperguruan kami, jika kamu adalah murid kakak Chen, kamu harus memanggil kami paman guru!" ucap kultivator sewaan tanpa menoleh.
"Fang An memberi hormat pada paman guru berdua." ucap Fang An menundukkan kepala dan menangkupkan tangan dengan hormat.
"Hahaha.. sudahi saja drama nya Shujao! jika kalian ingin mati, baiklah, aku kabulkan keinginan kalian." ucap kultivator sewaan yang memihak bendera lima warna.
__ADS_1
"Paman guru, biarkan aku yang menghadapi kedua orang tua itu! aku penasaran apakah kekuatannya sebesar mulut mereka atau tidak." ucap Fang An yang sangat ingin membunuh dua kultivator sewaan.
Berhati hatilah An'er! mereka menguasai teknik mata dewa." ucap salah satu dari mereka, yang tidak lain adalah Shujao.
"Baik paman guru." jawab Fang An mengangguk, lalu melangkah maju hingga hanya berjarak kurang dari lima meter dengan kedua kultivator sewaan dan kelima Patriak sekte yang memimpin pasukan.
"Bersiaplah!"
Whush..
Setelah menyuruh kedua kultivator itu bersiap, Fang An langsung menggunakan teknik langkah bayangan dan pedang tanpa bayangan dan melesat kearah kedua kultivator sewaan.
Treeeng Treeeeng Treeng..
Pedang Fang An dan kedua kultivator sewaan beradu saat Fang An melesat menyerang, saat bertarung, Fang An masih menggunakan teknik tebasan angin, dimana kecepatan serangan yang dilepaskan Fang An, sangat lembut namun mematikan.
Kedua kultivator sewaan juga sudah menggunakan teknik mata dewa, namun kecepatan mereka sedikit dibawah Fang An, sehingga baru beberapa puluh kali saling tukar serangan, Fang An berhasil melukai kedua kultivator sewaan.
"Sudah cukup main mainnya pak tua!" ucap Fang An, sedari tadi dia hanya bermain main dengan kedua kultivator sewaan, dan kali ini Fang An ingin segera mengakhiri hidup kedua kultivator sewaan itu.
Whush..
Fang An kembali menyerang keduanya, kali ini Fang An menggunakan teknik tarian pedang, saat kedua paman guru Fang An melihat teknik tarian pedang dan teknik pedang angin, keduanya semakin yakin jika Fang An tidak hanya berguru pada Chen Chu, tapi dia juga berguru pada Yuan Feng.
Dengan teknik tarian pedang, Fang An membuat kedua kultivator sewaan semakin terluka dengan sayatan pedang, lengan dan dada keduanya sudah banyak mendapat sayatan, sehingga membuat kedua kultivator sewaan semakin kesulitan untuk mengimbangi kecepatan pedang Fang An.
Sepersekian detik berikutnya, Fang An penggal kepala kedua kultivator sewaan, saat kedua kultivator sewaan tewas, kelima Patriak dan pasukan bendera lima warna menjadi ketakutan, bahkan tiga kultivator kuat saja mati ditangan Fang An, apalagi mereka yang hanya lemah itu.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...