Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Membersihkan Ibukota Kerajaan Xin


__ADS_3

Menjelang siang.


Shujao dan Da Guang juga tiba di penginapan itu, lalu menanyakan keberadaan Fang An dan Yue Lin, pelayan pun mengatakan jika keduanya berada di lantai 3, tidak menunggu lama, Shujao dan Da Guang naik ke kamar Fang An, keduanya ingin melanjutkan perjalanan mereka ke benua tengah, namun sebelum itu, mereka ingin membersihkan sisa sisa pasukan bendera lima warna yang ada di istana kerajaan Xin.


"An'er?" Da Guang mengetuk pintu kamar Fang An.


"Sebentar paman guru!" balas Fang An dari dalam kamar.


"Kresek"


Suara pintu terdengar saat Fang An membuka pintu.


"Sebaiknya kita segera ke istana saja!" ucap Shujao yang tidak ingin berlama lama.


"Baik paman guru, aku akan memanggil Lin'er lebih dulu!" balas Fang An mengangguk, namun saat dia akan ke kamar Yue Lin, Yue Lin lebih dulu keluar kamar.


"Tidak perlu repot repot Gege! aku sudah tahu paman berdua ada disini." ucap Yue Lin tersenyum.


"Baiklah! ayo kita turun dan pergi ke istana kerajaan, masih ada puluhan kotoran yang harus kita bersihkan!" ucap Shujao berlalu turun dari tangga, kemudian diikuti oleh Fang An, Yue Lin dan Da Guang dari belakang.


Shujao dan Da Guang tahu masih ada puluhan pasukan bendera lima warna karena saat mereka tinggalkan istana kerajaan, tidak semua pasukan ikut pergi, ada puluhan pasukan yang ditinggalkan untuk menjaga istana.


Shujao yakin jika puluhan pasukan itu masih berada di istana, karena saat ini belum ada satupun pasukan bendera lima warna yang melarikan diri itu tiba di ibukota.


Setelah berada dilantai dasar, Fang An dan lainnya keluar penginapan, kemudian berjalan ke arah istana kerajaan, sepanjang jalan, Shujao dan Da Guang mencoba mengenali satu persatu anggota bendera lima warna yang berkeliaran di jalanan ibukota, namun hingga mereka tiba didepan gerbang istana, tidak ada satupun anggota bendera lima warna yang luar istana, mereka terlalu takut untuk meninggalkan istana.


Tanpa menunggu aba aba atau perintah, Yue Lin langsung melesat membunuh empat penjaga gerbang istana, melihat hal itu, Fang An dan kedua paman gurunya tersenyum dan menggeleng kepala.


"Sepertinya kamu sangat ingin menghancurkan bendera lima warna." ucap Da Guang tersenyum.


"Benar paman! Aku sangat benci dengan bendera lima warna, mereka telah membuat kekaisaran Zhou kehilangan banyak pasukan, mereka juga telah membunuh raja Xin dan raja Bei, mereka juga telah membuat banyak rakyat menderita." jawab Yue Lin dengan niat membunuh yang kuat.


"Baiklah! baiklah! baiklah! aku dan kakak Shujao akan menunggu kalian berdua disini, silahkan keluarkan semua keinginan untuk membunuh kalian!" ucap Da Guang yang masih tersenyum, lalu melompat keatas gerbang istana dan diikuti Shujao.

__ADS_1


"Ayo Lin'er! kita habisi mereka!" ucap Fang An setelah kedua paman gurunya duduk diatas gerbang istana.


"Baik Gege." jawab Yue Lin, lalu keduanya masuk dan menyebar didalam istana.


Fang An dan Yue Lin masuk disetiap bangunan dan ruangan yang ada di kerajaan, tidak ada bangunan dan ruangan yang mereka biarkan atau mereka lewati, tidak ada yang luput dari keduanya.


Setelah melakukan pemeriksaan disetiap bangunan dan ruangan, Fang An dan Yue Lin pergi ke barak pasukan yang berjarak 500 meter dari istana, lalu keduanya mulai membantai puluhan pasukan bendera lima warna yang sedang bersantai.


Tidak beberapa lama, Fang An dan Yue kembali ke gerbang istana, dimana kedua laman guru Fang An masih menunggu mereka.


"Sudah?" tanya singkat Da Guang.


"Sudah paman guru, tapi bagaimana dengan mayat dan istana ini?" jawab dan tanya Fang An kebingungan.


"Aku juga tidak tahu An'er." jawab Da Guang menggaruk kepala.


"Bagaimana dengan paman guru?" tanya Fang An menoleh pada Shujao.


"Menurutku! sebaiknya kita cari bangsawan yang bisa dipercaya untuk mengisi istana, kita tidak boleh biarkan istana dalam keadaan kosong! namun saat ini aku tidak percaya pada semua bangsawan yang ada di ibukota ini, mereka semua sudah bekerja sama dengan bendera lima warna." jawab Shujao menyampaikan yang dipikirkan nya.


"Benar An'er! mereka adalah pengkhianat kerajaan dan juga kekaisaran, setiap pengkhianat harus dihukum mati!" ucap Shujao setuju dengan Fang An.


"Baiklah paman, sekarang kita sudah tahu pekerjaaan kita selanjutnya, kita bagi kelompok seperti biasa dan menyebar disetiap kediaman para bangsawan!" ucap Fang An yang ingin mereka menyebar.


"Aku setuju dengan An'er, bagaimana denganmu adik Guang?" ucap Shujao setuju.


"Aku juga setuju kak." jawab Da Guang.


"Baiklah, ayo kita menyebar! kita akan berkumpul lagi disini!" ucap Shujao dan di angguki Fang An, Yue Lin dan Da Guang.


Keempatnya kemudian berpencar mencari kediaman para bangsawan yang ada di ibukota, Fang An dan lainnya dapat mengetahui yang mana bangsawan dan mana yang bukan dari kediaman mereka, setiap bangsawan memiliki kediaman yang lebih besar dari yang lainnya, sehingga memudahkan Fang An dan lainnya mengenali mereka.


Saat tiba dikediaman para bangsawan, Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang tidak lagi ada kata menyapa atau bertanya, mereka main bunuh saja, sementara para pelayan dan budak dibiarkan hidup.

__ADS_1


Satu demi satu kediaman bangsawan yang ada di ibukota kerajaan Xin dibersihkan, para pengawal bangsawan yang melawan juga dihabisi tanpa sisa, yang mereka biarkan hanya pelayan dan budak saja.


Menjelang malam, Fang An dan lainnya kembali ke istana kerajaan Xin, lalu mereka menceritakan apa saja yang mereka lakukan pada tiap kediaman bangsawan yang mereka masuki.


Selain itu, Yue Lin, Shujao dan Da Guang memberikan masing masing cincin penyimpanan pada Fang An, yang mana ketiga cincin penyimpanan itu adalah apa yang mereka dapatkan dari kediaman kediaman bangsawan.


Rupanya selain membunuh, ketiganya juga menguras semua harta yang ada di gudang penyimpanan harta, jumlahnya juga tidak main main, Fang An juga melakukan hal yang sama, dia tidak ingin harta sebanyak itu dia tinggalkan begitu saja di kediaman yang sudah hancur.


"Sekarang bagaimana An'er? semua bangsawan sudah kita bunuh, tidak ada lagi yang berstatus bangsawan disini." ucap Shujao ingin tahu rencana Fang An.


"Aku juga belum tahu paman guru, jika kita tunggu yang mulia kesini, kita akan tertahan, jika kita tinggalkan istana, tentu akan dimanfaatkan orang orang yang tidak bertanggung jawab, selain itu, aku juga ingin menyerahkan uang ini pada yang mulia untuk membangun kembali kekaisaran Zhou yang sudah mengalami banyak kerugian di kota kota dan juga desa." jawab Fang An yang belum tahu harus melakukan apa lagi di ibukota kerajaan Xin.


"Bukannya kamu sudah mengirim pesan pada kaisar?" tanya Da Guang yang baru ingat jika Fang An telah mengirim pesan pada kaisar Zhou Yan.


"Benar paman guru, aku sudah mengirim pesan pada yang mulia untuk segera mengurusi kerajaan Xin ini, tapi paman guru tahu sendiri, jarak dari istana kekaisaran dan ibukota kerajaan sangat jauh." balas Fang An.


"Memangnya kenapa kalau istana kerajaan ini kosong, Gege? pasukan bendera lima warna sudah kita habisi, para bangsawan juga sudah kita habisi, lalu apa yang Gege khawatirkan tentang istana kekaisaran Xin ini?" Yue Lin bingung dengan Fang An, apalagi istana masih ada para pelayan yang mengurusi dan membersihkan istana.


"Benar An'er, masih ada para pelayan yang mengurusi istana, tidak ada bendera lima warna atau bangsawan yang bisa melakukan apa apa di istana ini." ucap Shujao menimpali.


"Benar juga ya? kenapa aku sebodoh ini?" tanya Fang An menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah! sebaiknya kita ke markas bendera lima warna! kita masih harus menemukan kakak Chen dan kembali ke alam suci!" ucap Shujao yang ingin segera ke markas bendera lima warna atau di sekte golok setan.


"Baik paman guru." jawab Fang An dan Yue Lin.


Fang An dan lainnya pun keluar meninggalkan ibukota kerajaan Xin pada malam itu juga, mereka tidak ingin bermalam di ibukota, yang terpenting adalah ibukota telah bersih dari para pengkhianat kerajaan.


******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2