
"Kita bertemu lagi tetua Shu, tetua Shi." ucap Yue Lin yang sudah berada di tengah tengah aula pertemuan, dia tidak peduli dengan banyaknya kepala dan tubuh para Patriak yang berada di tengah tengah aula pertemuan.
"Tang Yue Lin?" Tang Shu langsung mengenal suara Yue Lin, meski wajah Yue Lin sedikit berubah, tapi suaranya masih dikenal dengan jelas.
"Akhirnya kamu mengenalku juga tetua Shu, oh tidak! sekarang kamu sudah menjadi Patriak." ucap Yue Lin tersenyum jahat.
"Jangan bunuh aku Yue Lin! kita adalah keluarga." ucap Tang Shu dengan wajah pucat pasi.
"Apa kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan pada ayah dulu? kamu tahu? saat aku mendengar ketua pembunuh bayaran menyebut namamu dan nama tetua Shi, saat itu juga aku bersumpah akan membunuh mu dan semua keturunanmu." ucap Yue Lin yang sudah mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.
"Lin'er? jangan buat dia cepat mati! orang seperti dia tidak pantas menerima kematian dengan cepat." ucap Fang An yang masih berada ditempatnya.
"kalian dengar bukan? apa kalian masih mengenal Gege?" tanya Yue Lin.
"Tuan muda, mohon ampuni kami, tuan muda!" ucap Tang Shi yang sudah mengenal Fang An.
"Mengampuni kalian? Hahaha... bahkan membunuh kalian pun aku merasa tidak cukup pak tua Shi, aku akan membunuh semua keturunan kalian," balas Fang An tertawa, lalu menatap tajam Tang Dong yang sedari tadi hanya diam.
"Dan kamu pak tua Dong, aku tidak percaya kamu bekerja sama dengan kedua saudara kembar yang tidak tahu diri itu, kamu juga akan menerima hukuman yang sama, aku pastikan tidak ada satupun keturunanmu yang aku biarkan hidup." ucap Fang An menatap tajam Tang Dong.
Saat ini tidak ada satupun dari Patriak klan dan sekte kecil, tetua agung dan tetua pertama dari klan dan sekte menengah dan besar yang berani membuka suara, bahkan kaisar Zhou Yan hanya diam dan menyaksikan drama didepan matanya itu.
Slash.. Slash..
Yue Lin menebas lengan kanan Tang Shu dan Tang Shi.
"Aaaarrg"
"Aaaarrg"
Jerit kesakitan Tang Shu dan Tang Shi saat lengan mereka terjatuh kelantai, darah pun menyemprot keluar dan membuat aula pertemuan semakin kotor.
__ADS_1
"Ampun Yue Lin! jangan bunuh kami! kita adalah keluarga." ucap Tang Shu memohon ampun, meski begitu, dia berusaha menahan rasa sakit pada lengannya.
Slash Slash
Yue Lin kembali menebas kedua lengan kiri Tang Shu dan Tang Shi, kini kedua saudara kembar itu tidak memiliki lengan lagi, jeritan keduanya makin keras saat lengan kiri ditebas Yue Lin.
Saat melihat Yue Lin menebas kedua lengan Tang Shu dan Tang Shi, wajah Tang Dong semakin memucat, dia bahkan berkeringat dingin, mau menyesal tapi tidak ada guna.
Slash Slash..
Saat sedang larut dalam lamunan, tiba tiba Yue Lin sudah menebas kedua lengan Tang Dong, Tang Dong terkejut, namun keterkejutan nya segera terganti dengan jerit kesakitan.
"Tuan muda? aku rasa tidak perlu membunuh mereka!" kaisar Zhou Yan membuka suara saat tidak ada yang berani membuka suara.
"Silahkan yang mulia!" balas Fang An yang ingin tahu alasan kaisar Zhou Yan.
"Jika tuan muda merasa kematian adalah hukuman yang ringan, aku sarankan tuan muda biarkan mereka hidup dengan tanpa lengan! dengan kondisi mereka seperti itu, menjadikan mereka lebih tersiksa daripada kematian itu sendiri, jika bila perlu, hancurkan dantian mereka juga! dengan begitu, mereka benar benar menjadi sampah." ucap kaisar Zhou Yan yang entah dia temukan ide dari mana.
Mendengar saran dari kaisar Zhou Yan, Fang An tersenyum dan menganggukkan kepala, Fang An setuju dengan saran kaisar Zhou Yan, jika hidup tanpa lengan dan tanpa kekuatan, Tang Shu, Tang Shi dan Tang Dong lebih parah dari sampah masyarakat.
"Aku setuju Gege, kematian terlalu ringan untuk sebuah hukuman." jawab Yue Lin mengangguk.
Selesai menjawab, Yue Lin mendekati ketiga pria paruh baya yang terbaring tanpa lengan itu, lalu dia tekan tombol nuklir dan mengehentikan pendarahan mereka 😂🤣, setelah menghentikan pendarahan, Yue Lin menghancurkan dantian ketiga pria paruh baya itu.
Kesakitan saat lengan terputus seolah belum berakhir, lalu ditambah lagi dengan sakitnya perut mereka saat dantian ketiganya dihancurkan Yue Lin, kini Tang Shu, Tang Shi dan Tang Dong benar benar menjadi sampah, bahkan lebih rendah dari sampah masyarakat.
"Benar benar sadis." ucap salah satu patriak klan kecil membatin ngeri, dia tidak bisa membayangkan jika itu dirinya, bulu kuduk para Patriak, tetua agung dan tetua pertama yang lain juga bergidik, mereka bergidik ngeri dengan apa yang dilakukan Yue Lin.
"Ingat pesanku baik baik! jika dimasa depan tidak ada lagi yang mau membantu yang mulia, aku sendiri yang mendatangi klan dan sekte kalian, jika aku sudah mendatangi kalian, tidak ada satupun yang aku biarkan lolos, ingat itu baik baik!" saat semua orang bergidik ngeri, Fang An membuka suara dan mengancam mereka semua.
"Ba-baik tu-tuan muda, kami berjanji akan mengabdi pada kekaisaran." ucap para Patriak dan tetua agung dengan gagap.
__ADS_1
"Aku pegang ucapan kalian." balas Fang An menatap tajam mereka satu persatu.
"Kami tidak berani tuan muda." jawab mereka lagi.
"Sekarang keluar dan bawah kepala dan tubuh Patriak kalian!" usir Fang An.
Para Patriak klan dan sekte kecil segera keluar, sementara tetua agung dan tetua pertama klan dan sekte menengah hingga besar sibuk mengambil kepala dan tubuh Patriak mereka dan dimasukkan kedalam cincin penyimpanan, lalu setelah itu, mereka keluar dengan perasan takut yang sangat.
"Terima kasih tuan muda." ucap kaisar Zhou Yan tulus, dia tidak menyangka pemuda berusia belasan tahun tapi memberi kontribusi yang sangat besar untuk kekaisaran.
"Tidak perlu sungkan yang mulia, jika kita tidak menekan atau mengancam, aku yakin mereka akan tetap seperti itu." balas Fang An tersenyum.
Saat kaisar Zhou Yan akan berbicara lagi, Fang An sudah lebih dulu yang berbicara.
"Sebaiknya yang mulia perintahkan pelayan untuk bersihkan aula pertemuan, dan untuk ketiga sampah yang tidak tahu diri itu, kirim saja mereka ke klan Tang!" ucap Fang An mengalihkan pandangannya pada Tang Shu dan kedua lainnya.
"Baik tuan muda." jawab kaisar Zhou Yan mengangguk, lalu dia panggil pelayan dan prajurit untuk masuk dan membersihkan aula pertemuan, sementara prajurit menyeret Tang Shu dan dia lainnya keluar dan bawa mereka ke klan Tang.
"Aku rasa sudah saatnya aku dan Lin'er melanjutkan perjalanan kami, kami masih harus pergi ke kerajaan Xin, aku yakin bendera lima warna sudah menyiapkan kekuatan besar disana." ucap Fang An berpamitan.
"Kenapa terburu buru tuan muda? beristirahatlah untuk satu atau dua malam lagi, tuan muda!" balas kaisar Zhou Yan yang mencoba menahan Fang An.
Fang An tersenyum dan menggeleng kepala, kemudian berkata.
"Masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan ku, yang mulia," ucap Fang An menggeleng kepala.
Kaisar Zhou Yan tidak punya alasan lagi untuk menahan Fang An dan Yue Lin, karena memang yang Fang An katakan itu benar, Fang An dan Yue Lin pun keluar dari aula pertemuan, sementara kaisar Zhou Yan menatap kepergian mereka dengan rasa terima kasih yang sangat besar.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...