
Setelah satu malam menginap di kediaman Muka Loreng, pagi harinya Kin pamit pulang ke sekte matahari Phoenix. Para pendekar yang menghadiri pertemuan juga sebagian sudah kembali ke sektenya masing-masing.
"Baiklah Pancaka, Dhita, Pandhita. Aku permisi, lain kali aku akan mengajak Zachery untuk berkunjung kesini jika ada waktu." Ujar Kin, dia memeluk Muka Loreng untuk terakhir kalinya. Sahabat yang sudah menemaninya dari masa remaja saat masih mencari pengalaman di dunia persilatan.
"Tidak seperti kau saja, biasanya kau memanggilku dengan julukan. Selalu Waspada di perjalanan, kediaman kami akan selalu terbuka untukmu." Seru Muka Loreng, perlahan Langkah Kin semakin menjauh. Kin balas melambaikan tangannya pada Muka Loreng dan keluarga nya.
Karena masih berada dalam wilayah Sekte Gunung Angin Kematian, Kin tidak langsung terbang untuk mengambil souvenir yang sudah dijanjikan Ketua Sekte Gunung Angin Kematian. Menggunakan ilmu meringankan tubuhnya tidak lama kemudian Kin sampai di Gerbang Sekte.
Dua penjaga yang seumuran dengan Kin segera mengenali orang yang menghampiri mereka. "Tetua Kin, anda ingin mengambil souvenir ini benar?" Tanya salah satu orang dari keduanya.
"Kau tahu pikiranku, benar aku ingin mengambil hadiah ini untuk kuberikan pada muridku. Souvenir kalian sangat berkualitas di luar sana, bilang pada Ketua Sekte kalian untuk menambah pemasukan sekte dari sektor ini!" Ujar Kin, dia sedikit memberi saran pada sekte ini terlebih sekte ini sendiri termasuk dalam aliran putih dunia persilatan.
"Kami akan menyampaikan saran anda, silahkan Tetua Kin bagian anda sudah di sediakan oleh Ketua Sekte." Salah satu dari dua orang tersebut memberikan sebuah kotak souvenir yang tampak berbeda dari yang lainnya, seolah milik Kin adalah souvenir yang spesial.
Kin memandangi kotak tersebut cukup lama, dia beruntung Ketua Sekte Gunung Angin Kematian begitu memperhatikannya. Kin memberi hormat lalu melesat terbang ke arah Utara tempat Sektenya berdiri.
Dua penjaga tersebut sedikit kagum dengan kemampuan Kin yang bisa terbang di udara, meskipun kelihatan seumuran namun Kin memiliki ilmu beladiri lebih tinggi dibanding keduanya.
__ADS_1
"Hm, cuacanya cukup bagus untuk terbang pagi ini." Gumam Kin, dari pengalamannya cuaca di pagi hari biasanya sedikit berkabut sehingga bisa menghalangi pandangan untuk terbang.
Kin menambah sedikit kecepatannya dia ingin Segera sampai di sekte sebelum matahari mulai naik.
• – di sekte saat ini – •
Setelah panik mencari kin yang tidak kunjung kembali dari pertemuannya, Sekarang Zachery sedikit lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua Sekte. Zachery khawatir jika sesuatu terjadi pada Kin apalagi Kin hanya bilang dia akan pergi sebentar.
Clarissa baru bangun saat matahari sudah sedikit naik, sifatnya tidak berubah meskipun sekarang berada di bawah bimbingan Kin. Selalu menjadi Clarissa yang pemalas dan manja.
Setelah membersihkan diri pagi itu, Clarissa segera menghampiri Zachery yang sedang bermeditasi pagi di halaman. "Zachery, dimana guru Kin? Aku tidak melihatnya dari kemarin." Clarissa menepuk pundak Zachery, bermaksud untuk membangunkan Zachery dari meditasinya.
Zachery yang sedang Fokus sedikit terganggu karena Clarissa berkali-kali menepuk pundaknya dengan kuat, bahkan beberapa kali mencubitnya. "Hei, bisa tenang sedikit aku sedang fokus Clarissa. Soal Guru Kin, dia tidak kama lagi pulang tunggu saja, kau makanlah aku sudah memasakannya." Clarissa segera berdiri, dia langsung bergegas masuk ke dalam untuk sarapan pagi.
__ADS_1
"Huh Clarissa, aku tidak habis pikir bagaimana Tetua James yang setiap hari menghadapinya." Gumam Zachery, dia sedikit kerepotan menghadapi sikap kekanak - Kanakan Clarissa.
Beberapa saat kemudian Zachery telah menyelesaikan meditasinya, dirinya belum menemukan tanda-tanda kedatangan Kin pulang. Zachery memasuki Villa untuk membaca buku.
Clarissa yang baru saja menyelesaikan sarapannya, segera menghampiri Zachery. Zachery menebak Clarissa akan bertanya soal Kin lagi.
"Hei Zachery, apa Tetua Kin..."
"Dia belum pulang..." Clarissa belum menyelesaikan kalimatnya tetapi Zachery sudah menyelanya.
"Bukan itu yang ingin kutanyakan, aku ingin bertanya apa guru Kin sudah mempunyai pasangan?" Ucap Clarissa, Zachery yang mendengar itu hampir melompat karena pertanyaan Clarissa begitu aneh.
"Hei jangan main - main Clarissa, ingat kau itu berbeda generasi dengan guru. Tidak mungkin guru menyukaimu." Bentak Zachery, dia tidak habis pikir dengan pertanyaan Clarissa.
"Bukan itu lagi, kau itu benar-benar tidak mengerti perempuan ya. Ini untuk kakakku dia berada di generasi yang sama dengan guru Kin, mungkin saja kita bisa menjodohkannya." Clarissa tersenyum kecil, dia menggerak - gerakan bulu matanya seperti orang yang memohon.
Zachery mengganguk pelan, jadi hal seperti itu yang dimaksud Clarissa. Awalnya dia berpikir Clarissa menyukai Kin karena memang jika dilihat selain Tetua yang berusia muda Kin juga seorang pria yang rupawan.
__ADS_1
"Aku tidak tahu guru sudah punya pasangan apa belum di luar sana, tapi untuk perjodohan seperti itu aku tidak ikut campur." Ujar Zachery, dia tidak ingin jadi sasaran kemarahan Kin padanya.