Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Kekesalan Fang An


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, menjelang pagi, Fang An dan Yue Lin akhirnya tiba dihutan tidak jauh dari ibukota kekaisaran Zhou, dapat keduanya lihat banyak penduduk yang mengungsi ke ibukota.


Melihat hal itu, Fang An sangat murka, Fang An murka bukan karena pihak istana tidak becus mengurusi mereka, tapi Fang An murka karena sekte maupun klan tidak ada yang membantu pihak istana, sehingga memudahkan bendera lima warna terus merengsek masuk hingga membuat rakyat menderita.


"Ada apa Gege?" tanya Yue Lin yang melihat wajah kekesalan Fang An.


"Sepertinya setelah menghadapi pasukan bendera lima warna, semua klan dan sekte juga harus dimusnahkan, tidak ada gunanya mereka berada di kekaisaran ini," ucap Fang An dengan kesal.


Yue Lin diam saja mendengar kekesalan Fang An, dia juga tidak habis pikir dengan semua sekte dan juga klan yang ada, sebagai rakyat kekaisaran Zhou, seharusnya mereka membantu pihak istana melawan bendera lima warna, tapi yang ada mereka semua berpangku tangan dan seolah olah tidak melihat dan mendengar apapun.


"Aku setuju Gege, tidak ada gunanya mereka ada di kekaisaran ini," ucap Yue Lin setuju dengan ucapan Fang An.


"Ayo kita masuk dan mencari tahu sudah sampai mana bendera lima warna!" ajak Fang An.


Fang An dan Yue Lin kemudian turun dari pohon dan berjalan ke gerbang ibukota, tidak beberapa lama, keduanya tiba dan ikut mengantri masuk.


Karena banyak pengungsi, Fang dan Yue Lin berada paling jauh dibelakang, tampak keduanya lihat wajah lesu dan kelelahan dari para pengungsi yang ikut mengantri masuk.


Fang An dan Yue Lin menunggu hingga hari menjelang sore, barulah giliran keduanya diperiksa.


"Maaf penjaga, jika aku boleh tahu, susah berada dimana pasukan bendera lima warna?" tanya Fang An pada penjaga gerbang.


Penjaga gerbang menatap Fang An dari atas sampai atas, meski begitu, dia tidak ingin mencari masalah.


"Saat ini bendera lima warna berada di arah timur dan juga barat, menurut dari cerita pengungsi, kemungkinan besar seminggu lagi pasukan yang dari barat akan tiba disini," ucap penjaga gerbang bercerita.


Dia tidak tahu jika pasukan yang berada di wilayah barat, sudah dihancurkan dan dicerai beraikan Fang An dan Yue Lin.


"Berapa lama untuk tiba di kota yang berada di timur?" tanya Fang An lagi.


"Jika menggunakan kuda, membutuhkan waktu seminggu dari sini," jawab penjaga gerbang.

__ADS_1


"Terima kasih tuan penjaga," ucap Fang An, lalu dia berikan 5 koin emas pada penjaga dan masuk bersama Yue Lin.


"Apa kita langsung ke timur Gege?" tanya Yue Lin saat keduanya sudah melewati gerbang.


"Benar Lin'er, kita harus segera tiba disana, jika menggunakan kuda bisa sampai seminggu, berarti kita hanya membutuhkan waktu sehari untuk tiba disana dengan terbang, kita akan kesana besok pagi," jawab Fang An menganggukkan kepala.


"Baik Gege, aku ikut saja," jawab Yue Lin tersenyum.


Fang An dan Yue Lin terus berjalan masuk kedalam kota, keduanya akan menginap di penginapan yang berada tidak jauh dari gerbang timur.


Sepanjang jalan, jalanan ibukota sangat padat dengan pengungsi dari berbagai kota, bahkan alun alun kota sesak dengan para pengungsi, hal itu membuat Fang An semakin murka, melihat penderitaan para pengungsi, Fang An tidak sabaran untuk memusnahkan sekte dan juga klan yang ada.


Menurut Fang An, sekte dan klan adalah pengkhianat, dengan tidak ingin membantu pihak istana, mereka adalah pengkhianat yang pantas di musnahkan, tidak ada gunanya mereka berada di kekaisaran Zhou.


Saat berada dipusat kota, Fang An melihat seorang pria paruh baya dengan mahkota di kepalanya, yang tidak lain adalah kaisar Zhou Yan, kaisar Zhou Yan turun langsung ke alun alun kota untuk melihat pengungsi yang ada.


Tampak wajah sedih dari kaisar Zhou Yan, dia sedih karena penduduk kota terlihat sangat menderita, apalagi dalam waktu dekat, dia akan meninggalkan mereka.


Dari jarak 50 meter, Fang An sudah tahu jika pria paruh baya itu adalah seorang kaisar, Fang An dapat mengetahui itu dari pakaian dan juga mahkota yang ada di kepalanya, ditambah lagi dengan beberapa pria paruh baya yang merupakan mentri istana.


"Kita temui yang mulia!" ucap Fang An lembut, entah apa yang dia pikirkan sehingga ingin menemui kaisar Zhou Yan.


Tidak beberapa lama, Fang An berada didepan kaisar Zhou Yan, lalu keduanya menundukkan kepala dan memberi hormat.


"Fang any dan Yue Lin memberi hormat pada yang mulia," ucap Fang An dan Yue Lin memberi hormat.


"Fang An? Yue Lin?" tanya kaisar Zhou Yan sedikit terkejut, dia ingat dengan cerita jendral besar Yang Fu dan jendral besar Gufhan tentang kedua nama itu.


Saat jendral besar Yang Fu dan jendral besar Gufhan tiba di istana kekaisaran, keduanya bercerita banyak tentang Fang An dan Yue Lin, terutama adalah Fang An, sejak saat itu, kaisar Zhou Yan sangat ingin bertemu dengan Fang An, namun kesempatan itu tidak pernah datang.


"Benar yang mulia, hamba bernama Fang An, dan kekasih hamba bernama Yue Lin," jawab Fang An hormat.


"Terima kasih dewa," gumam kaisar Zhou Yan bersyukur, akhirnya pemuda dan pemudi yang dia ingin temui selama ini, berasa tepat didepannya.

__ADS_1


Buuuk


Kaisar Zhou Yan menjatuhkan diri dan berlutut didepan Fang An, hal itu mengejutkan semua orang yang ada, pertama kalinya mereka lihat seorang kaisar berlutut didepan seorang pemuda.


"Tuan muda, nona muda, mohon selamatkan kekaisaran dari bendera lima warna, saat ini kekaisaran tidak memiliki kekuatan lagi untuk menahan bendera lima warna, mohon selamatkan kekaisaran tuan muda!" ucap kaisar Zhou Yan memohon.


"Mohon yang mulia berdiri! tidak yang mulia perintahkan pun hamba tetap akan melakukannya yang mulia, mohon yang mulia berdiri!" ucap Fang An merasa tidak enak.


"Aku tidak akan berdiri sebelum tuan muda mau membantu," ucap kaisar Zhou Yan sungguh sungguh.


"Yang mulia, aku tetap akan melakukannya, mohon yang mulia berdiri!" balas Fang An tidak enak.


"Terima kasih tuan muda," ucap kaisar Zhou Yan tulus, tampak matanya berkaca kaca karena terharu dengan Fang An, tidak diminta pun dia akan membantu.


"Kenapa yang mulia tidak meminta bantuan sekte dan klan yang ada?" tanya Fang An ingin tahu.


"Aku sudah meminta bantuan semua klan dan sekte, tapi tidak ada yang mau membantu, mereka menolak memberikan bantuan dengan alasan tidak ingin bersinggungan dengan bendera lima warna," jawab kaisar Zhou Yan menggeleng kepala.


"Benar benar biadab," ucap Fang An kesal.


"Setelah perang, yang mulia undang semua Patriak sekte dan klan ke istana! buat suatu kebohongan agar mereka mau datang! aku akan berikan mereka pelajaran," ucap Fang An mengepalkan kedua telapak tangannya.


"Pasti tuan muda, aku akan mengundang mereka dengan iming iming koin emas dan sumber daya," ucap kaisar Zhou Yan setuju.


Kaisar Zhou Yan sangat senang karena mendapat bantuan dari Fang An, dia sudah mendengar cerita dari jendral Yang Fu dan jendral Gufhan, sehingga tidak ada keraguan sama sekali.


"Baiklah yang mulia, aku dan Lin'er mohon pamit, kami tidak bisa berlama lama disini," ucap Fang An berpamitan, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Baik tuan muda, aku akan menunggu tuan muda kembali," balas kaisar Zhou Yan mengerti, dia tahu Fang An ingin segera ke kota bukit.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2