Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Di Rumah Lelang


__ADS_3

Di Tempat Lain.


Setelah meninggalkan istana, Fang An terus melesat ke utara dengan terus mengumpat, Fang An sangat kesal karena tidak diizinkan masuk kedalam istana, jika saja bukan kekaisaran Tang, yang mana menggunakan nama Tang, sudah pasti Fang An akan menghancurkan istana sedari tadi.


"Tenanglah An'er! yang komandan dan prajurit tadi lakukan sudah benar, mereka hanya menjalankan tugas," ucap Shujao mencoba menenangkan.


"Aku mengerti paman guru, hanya saja aku tidak suka dengan cara kaisar Tang yang bodoh itu, membuat aturan tidak masuk akal, bagaimana jika kekaisaran dalam bahaya dan ada yang ingin melapor saat malam hari?" balas Fang An yang masih kesal.


"Lupakanlah! sekarang kita mau kemana? kamu tidak ikut pelelangan?" ucap Shujao mengingatkan Fang An soal pelelangan.


"Pelelangan? Aku hampir lupa dengan pelelangan itu, Aku tetap ikut pelelangan itu, Aku ingin membuat malu kaisar bodoh itu jika dia menginginkan sesuatu dalam pelelangan," Fang An tiba tiba berhenti saat mendengar pelelangan.


"Ayo kita kembali dan cari tempat untuk menginap! pelelangan masih akan berlangsung dua hari," Shujao menggeleng kepala.


"Tapi kita menginap dimana paman guru? Tidak ada penginapan lagi kosong," Fang An bingung dengan itu.


"Sebaiknya kita pergi ke rumah lelang! Aku yakin mereka akan menyediakan tempat untuk kita, Yang penting ada sesuatu yang menarik perhatian manager rumah lelang," Da Guang memberi saran.


"Sesuatu? Apa ya?" Fang An mengelus dagu layaknya orang berpikir.


"Bukannya Gege memiliki banyak pil tingkat tinggi? Kenapa tidak menggunakan pil saja?" Yue Lin berpendapat.


"Benar An'er! Gunakan saja pil untuk menarik perhatian manager penginapan!" timpal Shujao.


"Baiklah, Kita ke rumah lelang!" Fang An setuju dengan usulan Yue Lin dan Shujao, mereka pun kembali ke ibukota melewati tembok kota tanpa ada yang mengetahuinya, tidak beberapa lama, Fang An dan lainnya tiba didepan gerbang rumah lelang.


"Berhenti!" penjaga gerbang menahan mereka.


"Maaf Tuan! Ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada manager," Fang An berkata ramah dengan menangkupkan tangan.


"Maaf Tuan Muda! Manager tidak menerima tamu malam hari," balas penjaga memberi alasan.


"Tuan yakin tidak dimarahi jika manager tahu aku ingin melelang pil ini?" tanya Fang An mengeluarkan pil tingkat dewa tingkat rendah dan memperlihatkan pada penjaga.

__ADS_1


Seketika keempat penjaga menahan nafas dan terbelalak saat melihat pil tingkat dewa, untuk pertama kalinya, mereka melihat langsung pil tingkat tinggi seperti itu.


"Tunggu sebentar Tuan Muda! Aku akan melaporkan pada manager," penjaga gerbang berkata cepat saat sadar dari keterkejutannya, lalu berlari masuk kedalam.


"Benarkan kata Lin'er, Kita akan mendapat tempat untuk menginap," Shujao tersenyum saat melihat salah satu penjaga masuk dengan tergesa gesa.


"Benar paman guru! Kenapa aku tidak berpikir sampai situ ya?" Fang An menggaruk kepala.


"Artinya Lin'er masih lebih pintar darimu, An'er, Kamu tidak salah memilih Lin'er untuk menjadi calon istrimu," Da Guang memuji dan menggoda.


"Hehehe.." Fang An terkekeh.


Mereka terus mengobrol hingga penjaga tadi kembali bersama seorang pria paruh baya dengan perutnya yang buncit, keduanya tampak berjalan sedikit berlari seperti mau be'ol.


"Maaf membuat Tuan tuan dan Nona Muda menunggu lama!" manager penginapan buru buru minta maaf setibanya mereka, penjaga gerbang telah memberitahunya tentang pil tingkat dewa, sehingga manager ingin membuat Fang An dan lainnya merasa nyaman.


"Tidak masalah Tuan! Justru kami yang minta maaf karena telah mengganggu waktu istirahatnya," Fang An membalas dengan menangkupkan tangan.


"Mari Tuan tuan, Nona muda!" manager mempersilahkan mereka masuk kedalam.


"Silakan duduk Tuan tuan, Nona Muda!" manager mempersilakan mereka duduk setelah tiba di ruangannya.


"Terima kasih Tuan," balas mereka, lalu duduk, Fang An sendiri duduk berhadapan dengan manager rumah lelang.


"Aku dengar penjaga mengatakan Tuan muda mau melelang pil tingkat dewa, Apa itu benar" manager rumah lelang buru buru bertanya setelah semua orang duduk.


"Benar tuan," Fang An menganggukkan kepala dan mengeluarkan 5 butir pil tingkat dewa tingkat rendah.


"ini?" manager penginapan terbelalak saat Fang An mengeluarkan kelima butir pil, awalnya dia masih ragu dengan laporan penjaga gerbang, namun kini keraguannya hilang setelah melihat dengan mata kepala.


"Ini adalah pil tingkat dewa tingkat rendah, Tuan pasti tahu jika pil tingkat dewa tidak ada dimana pun, Tapi karena aku tidak membutuhkan kelima butir pil ini, Aku ingin melelangnya, Semoga tuan mau membantuku!" Fang An menjelaskan pil yang ada ditangannya.


"Pasti Tuan Muda, Aku akan melelangnya," manager dengan cepat merespon ucapan Fang An.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan, Ada hal lain yang ingin aku bicarakan juga dengan Tuan," balas Fang An menggaruk kepala.


"Silakan Tuan Muda!" manager mempersilakan Fang An mengatakan hal itu.


"Saat ini kami tidak menemukan penginapan di manapun, Semua penginapan penuh karena adanya pelelangan ini, Bisakah tuan membantu kami?" ucap Fang An menggaruk kepala.


"Bisa Tuan Muda, Rumah lelang ini memiliki 2 kamar tamu, Jika Tuan Muda dan lainnya ingin menginap, Aku akan perintahkan pelayan untuk mengantarkan Tuan muda dan lainnya," manager penginapan mengerti arah tujuan ucapan Fang An.


"Terima kasih Tuan," Shujao, Da Guang dan Yue Lin menangkupkan tangan mereka.


Manager rumah lelang kemudian memanggil pelayan untuk mengantarkan Fang An dan lainnya ke kamar tamu, tapi karena kamar yang tersedia hanya dua kamar, Fang An dan Yue Lin berbagi kamar, sementara Da Guang dan Shujao juga berbagi kamar.


Di dalam kamar, Fang An dan Yue Lin menjadi bingung, saat ini keduanya berbagi kamar, meski memiliki perasaan yang sama, namun keduanya belum pernah tidur sekamar seperti saat ini.


"Tidurlah di kasur! Aku akan tidur dilantai," ucap Fang An lembut.


"Tidak Gege! Aku ingin tidur dipangkuan Gege," Yue Lin berkata malu malu.


"Baiklah, Tapi sebelum itu, Sebaiknya kita bersihkan diri dulu!" Fang An mengangguk setuju, karena sebenarnya ini kesempatan untuk memanjakan Yue Lin.


"Baik Gege," Yue Lin menjawab dan berlalu ke kamar mandi, sementara Fang An hanya tersenyum.


Tidak beberapa lama, Yue Lin kembali dari kamar mandi dengan wajah cerah dan pakaian baru, lalu digantikan Fang An, tidak lama juga Fang An kembali dari kamar mandi dengan wajah cerah dan pakaian yang baru juga.


Keduanya lalu naik diatas kasur, Fang An duduk bersandar, sementara Yue Lin membaringkan diri dan menjadikan paha Fang An sebagai bantal, Fang An lalu mengelus lembut Yue Lin.


"Gege, Apa Gege ingin membuat kaisar Tang malu?" Yue Lin bertanya dengan menatap lembut Fang An.


"Benar Lin'er, Aku sangat kesal dengan kaisar Tang, Jika saja nama Kekaisaran tidak sama dengan nama klan kita, Sudah aku hancurkan istana itu," jawab Fang An yang memang ingin membuat kaisar Tang malu di di pelelangan nanti.


*******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima kasih...


__ADS_2