Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Jiao Lin


__ADS_3

Saat ini Fang An sudah membuat pengumuman untuk mencari bakat yang memiliki elemen angin, selama tiga hari dia menunggu ada yang datang di kamar penginapan, namun sudah tiga hari tapi tetap saja tidak ada yang datang.


Merasa tidak menemukan apa yang dicari, Fang An berencana pergi ke kota kota yang lain, entah kenapa Fang An ingin segera memiliki murid atau teman seperjuangan, padahal usianya masih sangat mudah, masih banyak hal yang harus dia pelajari dan ketahui.


Dua hari berikutnya.


tetap saja Fang An tidak menemukan apa yang dicari, sehingga Fang An berencana keluar penginapan dan meninggalkan kota, dia ingin pergi ke kota terdekat, dimana kota terdekat hanya berjarak seminggu jika berkuda, namun jika melakukan perjalanan dengan terbang, Fang An hanya membutuhkan waktu dua hari untuk sampai disana.


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Fang An melangkah keluar kamar, saat membuka pintu, ada seorang pelayan dan seorang gadis cantik baru saja melewati anak tangga dan berjalan kearah kamarnya.


Fang An tidak langsung keluar dan masih berdiri tepat di pintu kamar, dia berharap gadis cantik yang dibawa pelayan adalah salah satu orang yang dia inginkan.


"Salam tuan muda," ucap pelayan menyapa Fang An.


"Ada apa nona?" tanya Fang An penasaran, meski begitu, dia berharap pelayan mengatakan jika gadis bersamanya itu adalah kultivator elemen angin.


"Nona ini sedang mencari tuan muda," jawab pelayan menyampaikan tujuannya.


"Terima kasih nona, nona boleh kembali!" balas Fang An, lalu dia berikan 5 koin emas pada pelayan sebagai tips.


"Terima kasih tuan muda! jika ada yang tuan muda butuhkan, panggil saja aku!" ucap pelayan, lalu kembali turun kebawah.


"Siapa namamu?" tanya Fang An tanpa basa basi.


"Aku Jiao Lin tuan muda, aku dengar tuan muda mencari kultivator elemen angin untuk di rekrut, jadi aku ingin mendaftar, tapi sebelum itu, aku ingin tahu tuan muda mencari kultivator elemen angin untuk apa? maaf tuan muda! bukannya aku berpikir yang bukan bukan, tapi aku tidak ingin salah melangkah," jawab Jiao Lin panjang kali lebar.


"Kamu memiliki elemen angin?" tanya Fang An lagi.


"Benar tuan muda," jawab Jiao Lin, lalu dia alirkan elemen angin ke telapak tangannya dan membuktikan jika dia adalah kultivator elemen angin.


"Berapa usia mu?" tanya Fang An lagi, karena Jiao Lin saat ini masih sangat muda, Fang An memperkirakan usia Jiao Lin masih 15-16 tahun.


"Usia ku 16 tahun tuan muda," jawab Jiao Lin menyebut usianya.

__ADS_1


"Baiklah, kita keluar dulu! aku akan menjelaskan diperjalanan," ucap Fang An berjalan menuju anak tangga.


Melihat Fang An berjalan ke anak tangga, Jiao Lin pun mengejarnya dan turun ke lantai bawah juga, kemudian keduanya keluar dari penginapan dan pergi ke gerbang kota.


Tidak beberapa lama, Fang An dan Jiao Lin tiba di gerbang kota, keduanya keluar dan mengikuti jalan menuju kota selanjutnya.


"Berada di ranah apa kamu sekarang?" tanya Fang An setelah keduanya keluar dari gerbang kota.


"Saat ini aku berada di pejuang jendral tahap puncak tuan muda," jawab Jiao Lin mengenai tingkat kultivasi nya.


"Masih sangat lemah," gumam Fang An membatin, tentu saja Jiao Lin akan tersinggung jika Fang An mengatakan begitu saja.


"Kenapa di usia yang masih sangat muda, dan tingkat kultivasi yang sangat rendah, kamu begitu berani berkeliaran diluar? kamu tidak takut di culik para perampok?" tanya Fang An keheranan.


Gadis seusia Jiao Lin seharusnya berada di dalam klan atau sekte untuk memperdalam ilmu berpedang atau tombak, serta meningkatkan kekuatan nya lebih tinggi, tapi Jiao Lin malah berkeliaran di luar dengan bebas.


"Aku kabur dari klan," jawab Jiao Lin menundukkan kepala.


Fang An seketika berhenti berjalan, lantas membalikkan badan dan memandang Jiao Lin dari atas sampai bawah, Fang An menggeleng kepala melihat Jiao Lin yang menundukkan kepala.


Jiao Lin tidak menjawab, dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, Fang An adalah orang baru meski terlihat baik dan sopan, tetap saja Fang An adalah orang yang baru dia kenal, tidak mungkin Jiao Lin menceritakan begitu saja.


"Ya sudah! tidak perlu kamu jawab jika kamu tidak ingin! ayo kita lanjutkan perjalanan!" ucap Fang An kembali.


Fang An tidak mempermasalahkan Jiao Lin mau menjawab atau tidak, dia tahu setiap orang memiliki alasan untuk menyimpan rahasia mereka, yang yang harus dikatakan dan ada yang tidak harus dikatakan.


Sepanjang jalan keduanya berjalan tanpa ada yang membuka obrolan, sehingga menjadikan keduanya seperti dua orang asing yang tidak saling kenal, ya walaupun baru kenal, tapi setidaknya mengobrol kan tidak ada salahnya, tapi hal itu tidak terjadi, keduanya diam tanpa suara.


Beberapa jam berjalan tanpa sepatah kata, Fang An jadi bosan, lalu dia menceritakan asalan nya merekrut kultivator elemen angin, tidak ada yang Fang An sembunyikan, sementara Fang An bercerita, Jiao Lin hanya diam dan mendengar seperti pendengar setia RRI.


"Kamu masih terlalu lemah untuk mengambil bagian dalam misi ini, sebaiknya kamu kembali ke klan dan tingkatkan kekuatan mu! aku akan mengunjungi mu di klan jika sudah saatnya," ucap Fang An yang duduk diatas sebuah baru besar, sementara Jiao Lin berada didepannya, dia juga duduk disalah satu batu besar yang ada didepan Fang An.


"Tapi tuan muda, jika aku kembali, aku akan di," ucap Jiao Lin tidak meneruskan kata katanya.

__ADS_1


"Akan di apa? coba kamu katakan! mungkin aku bisa membantu," tanya Fang An semakin penasaran.


Jiao Lin masih tidak menjawab, dia menundukkan kepala dan memutar mutar kedua jari telunjuknya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku kabur karena dijodohin sama tuan muda klan Chan, aku tidak mau dijodohkan seperti itu, apalagi menikah muda, aku masih ingin menjadi kultivator dan berpetualangan seperti yang lainnya," ucap Jiao Lin yang masih menundukkan kepala.


Jiao Lin sempat ragu untuk bercerita, tapi saat mendengar Fang An mungkin bisa membantu, Jiao Lin memilih untuk bercerita, apalagi saat ini dia memutuskan untuk mengikuti Fang An.


"Jadi karena itu kamu kabur dari klan?" tanya Fang An tidak percaya.


"Benar tuan muda," jawab Jiao Lin menganggukkan kepala.


"Baiklah, aku akan membantu mu menyelesaikan masalah mu, antar aku ke klan Jiao!" ucap Fang An yang ingin membantu Jiao Lin.


"Tapi tuan muda," ucap Jiao Lin ragu.


"Tidak akan terjadi apa apa! percayalah!" ucap Fang An meyakinkan.


"Tapi bagaimana jika ayah marah dan mengurungku?" tanya Jiao Lin yang masih tetap ragu, meski begitu, dia tetap tidak mengangkat kepala atau memandang Fang An.


"Sudahlah! percayakan saja padaku! ambil ini dan tingkatkan kekuatan mu, jika ingin menjadi anak buah ku, kamu harus kuat," ucap Fang An mengeluarkan 2 buah buah abadi.


Jiao Lin yang tidak tahu apa itu buah buah abadi, hanya bisa tersenyum dan mengangkat kedua telapak tangannya dan bersiap menerima kedua buah buah abadi.


********


Jiao Lin



********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2