
Fang An dan Yue Lin kemudian pergi ke gerbang timur, awalnya dia ingin menginap dan akan pergi besok pagi, tapi Fang An merubah rencananya, dia ingin segera membantai pasukan bendera lima warna dan memberi pelajaran pada para Patriak sekte dan klan yang tidak mau membantu istana.
Bagi Fang An, setiap sekte dan klan terlalu pengecut, bagaimana bisa takut pada orang asing yang membuat kekacauan dalam ruang sendiri? sungguh bodoh.
"Gege, apa kita langsung ke kota bukit?" tanya Yue Lin setelah mereka berada cukup jauh dari kasar Zhou Yan.
"Benar Lin'er, aku tidak sabar memberikan pelajaran pada para pengkhianat kekaisaran," ucap Fang An geram.
"Aku mengerti Gege," ucap Yue Lin yang paham dengan Fang An.
Setelah berada cukup jauh dari gerbang timur, Fang An dan Yue Lin melompat ke udara dan melesat ke kota bukit, meski terburu buru, Fang An tetap mengimbangi kecepatan terbang Yue Lin.
Di alun alun kota.
"Yang mulia, ternyata yang diceritakan mendiang jendral Yang Fu dan jendral Gufhan benar, tuan muda Fang dan nona muda Yue masih sangat muda," ucap perdana mentri menggeleng kepala.
"Benar perdana menteri, aku juga tidak percaya tuan muda Fang masih sangat muda seperti itu," balas kaisar Zhou Yan tersenyum.
"Sayang sekali tuan muda Fang sudah memiliki kekasih," ucap mentri lainnya, maksud mentri itu adalah jika Fang An tidak memiliki Yue Lin, mereka bisa mengenalkan Fang An dengan putri kekaisaran, yaitu putri Yun Mei.
"Lupakan itu mentri! dengan tuan muda membantu saja aku sudah sangat berterima kasih," ucap kaisar Zhou Yan tidak memikirkan hal itu.
Mereka kemudian menyala satu demi satu pengungsi yang ada di alun alun kota.
*******
Keesokan harinya.
Menjelang malam, Fang An dan Yue Lin akhirnya tiba di kota bukit, dapat keduanya lihat banyak prajurit yang berada disana, namun prajurit yang ada dikota bukit hanya dua puluh lima ribu prajurit, jumlah yang hanya 12,5% dari jumlah pasukan bendera lima warna yang akan menyerang.
Fang An dan Yue Lin kemudian turun dan berjalan kedalam kota, namun keduanya dihentikan para prajurit yang berjaga di depan gerbang kota.
"Berhenti anak muda! sebaiknya kalian tinggalkan kota ini!" ucap salah satu prajurit ramah, meskipun dihentikan, tapi ucapan prajurit itu tidak menunjukkan kesombongan atau sifat arogansi.
"Maaf tuan! kami ingin terlibat pertempuran nanti, karena itulah kami berada disini," ucap Fang An ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.
Prajurit penjaga gerbang mengerutkan keningnya, dia berpikir jika Fang An dan Yue Lin sudah bosan hidup, apalagi prajurit itu tidak merasakan adanya energi Qi dari tubuh keduanya.
__ADS_1
Meski begitu, prajurit itu terharu karena Fang An dan Yue Lin ingin membantu.
"Andai saja pada Patriak dan tetua sekte dan klan berpikir seperti kalian, mungkin kekaisaran ini tidak seperti ini," ucap prajurit penjaga gerbang menyayangkan sikap para Patriak klan dan juga sekte.
"Maaf tuan! boleh kami masuk kedalam?" tanya Fang An tanpa menghiraukan berandai andai prajurit penjaga gerbang.
"Silahkan tuan muda! nona muda!" balasnya.
Fang An menganggukkan kepala, lalu keduanya masuk kedalam kota, tampak para prajurit yang hilang semangat, mereka sudah berpikir akan terbunuh dalam pertempuran yang tinggal hitung hari.
"Gege, kenapa tidak kita keluar kota dan menyambut mereka diluar kota? kita bisa membunuh mereka seperti yang kita lakukan dikota itu!" ucap Yue Lin bertanya, menurut Yue Lin, dengan mengurangi jumlah mereka diluar kota, akan membuat pasukan bendera lima warna gentar dan ragu untuk menyerang kota bukit.
"Aku juga berpikir seperti itu Lin'er, kita keluar saat malam!" balas Fang An menganggukkan kepala.
********
Di Wilayah timur kota bukit, Gu Gao dan kedua ratus ribu pasukan bendera lima warna hanya berjarak 6 hari dari kota bukit, mereka terus bergerak mendekat, Gu Gao dan pasukan belum tahu jika saat ini pasukan yang berada di barat, sudah tidak ada lagi, mereka telah melarikan diri dan tidak memberi informasi sama sekali.
Hal itu membuat Gu Gao sedikit curiga, pasalnya, berulang kali Gu Gao mengirim pesan jiwa, namun tidak ada balasan sama sekali, sehingga Gu Gao berpikir jika pasukan yang berada di wilayah barat mendapat kesulitan.
"Ketua cabang, bagaimana dengan pasukan yang ada di barat? apa mereka sudah dekat dengan ibukota?" tanya salah satu tetua dari kekaisaran Tang.
"Aku jadi curiga, ketua cabang," ucap tetua yang lain.
"Curiga? apa maksudmu tetua?" tanya Gu Gao mengerutkan kening.
"Aku curiga pasukan yang ada di barat sudah di hadang pasukan klan atau sekte, karena itulah tidak ada kabar dari mereka," jawab tetua menjelaskan kecurigaannya.
"Aku tidak yakin tetua, tidak ada klan maupun sekte yang berani menyinggung bendera lima warna," ucap Gu Gao menggeleng kepala, dia tahu betul bagaimana sikap setiap klan dan sekte yang ada di kekaisaran Zhou.
"Lalu apa yang terjadi sehingga tetua Yong tidak memberi kabar?" tanya tetua itu lagi.
"Aku tidak tahu, yang pasti mereka mendapat kesulitan," jawab Gu Gao yang tetap menggeleng kepala.
Waktu terus berlalu.
Tak terasa malam telah tiba, dikota bukit, Fang An dan Yue Lin masuk ke salah satu bangunan dan mengenakan artefak untuk menyembunyikan aura dan tubuh mereka, setelah mengenakan artefak, Fang An dan Yue Lin melesat keluar kota.
__ADS_1
"Kali ini kita harus bunuh ketua mereka lebih dulu! jika ketua mereka tewas, maka pasukan akan kocar kacir" ucap Fang An setelah keluar kota.
"Benar Gege, aku sudah lihat bagaimana pasukan kocar kacir saat tidak ada pemimpin yang mengatur mereka," balas Yue Lin setuju.
Keduanya terus melesat ke timur sepanjang malam, keduanya juga terus mengobrol untuk mengusir rasa sepi, menjelang pagi, Fang An dan Yue Lin bertemu dengan pasukan besar bendera lima warna.
"Bagaimana Gege? apa kita langsung menyerang?" tanya Yue Lin setelah mereka tiba.
Perjalanan yang seharusnya 6 hari jika menggunakan kuda, keduanya tempuh hanya dalam waktu semalam dengan terbang.
"Kita tunggu malam Lin'er, jika kita menyerang sekarang, akan ada banyak yang melarikan diri," ucap Fang An membuat rencana.
Fang An tahu saat malam, pasukan bendera lima warna sedikit kesulitan untuk melarikan diri, sehingga keduanya bisa membunuh sebanyak mungkin.
"Baik Gege," jawab Yue Lin setuju.
Fang An dan Yue Lin kemudian mendarat diatas sebuah pohon tanpa diketahui Gu Gao dan pasukannya, mereka terus berjalan dengan semangat.
Malam harinya.
"Sekarang Lin'er!" ucap Fang An setelah hari telah gelap.
Keduanya lalu melesat menyusul pasukan bendera lima warna, tujuan keduanya adalah membunuh Gu Gao dan para tetua dari kekaisaran Tang.
Slash Slash Slash..
Gu Gao terkejut saat salah satu tetua disampingnya tumbang tanpa kepala, lalu disusul oleh tetua yang lain, mereka juga tumbang tanpa kepala.
Slash Slash Slash..
Satu persatu para tetua terus tumbang tanpa kepala, wajah Gu Gao seketika berubah menjadi pucat pasi.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...