Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 15 ~ aku titipkan anakku


__ADS_3

James tidak perlu menunggu lama untuk bertemu kin. tepat setelah james masuk ternyata kin sudah berada di halaman depan, jadi secara kebetulan mereka berdua langsung bertemu saat james masuk.


Kin segera menyadari orang yang bertamu ke villa nya, saat itu kin kebetulan sudah selesai bermeditasi sore. Kin spontan langsung menyapa james, sudah lama mereka tidak bertemu.


"Rupanya tetua james dan clarissa, yang bertamu di sore hari begini." Kin bangun dari duduknya dan memberi hormat.


"Aku ada sedikit urusan kemari, jadi menurutku di sore cerah seperti ini waktu yang cocok untuk bertamu." James ikut memberi hormat.


"Mari masuk tetua, tidak terlalu baik berbicara sembari berdiri kita bicara di dalam dan memakan kudapan." Kin Tersenyum hangat dan membawa kedua tamunya untuk berbincang - bincang di dalam.


Saat Clarissa dan james datang, di sisi lain zachery dan giovanni sedang berlatih sore. Setelah mendapatkan banyak persediaan obat-obatan mereka menggunakannya dengan baik, untuk berlatih dan meningkatkan energi jiwa.


Beberapa menit kemudian zachery dan giovanni selesai berlatih, mereka masuk ke dalam villa karena Giovanni ingin berpamitan pada kin untuk pulang. zachery terkejut mengetahui orang yang bertamu adalah orang yang bersitegang dengannya siang tadi.


Clarissa tidak kalah terkejutnya dengan zachery. dirinya sekarang menyadari niat ayahnya untuk minta maaf adalah karena zachery murid dari tetua kin, gumamnya.


"Kau, sedang apa kau di sini?" Tanya zachery dengan ketus.


"Kau juga di sini, jadi apa aku tidak boleh." Clarissa menjawabnya dengan ketus juga.


"Aku murid guru kin, jadi sudah sepantasnya aku berada di sini." Zachery membuang mukanya, dia benar-benar kesal dengan Clarissa.


Kin hanya memperhatikan keduanya sampai tenang.


"Jadi kalian saling mengenal, kalau begitu baguslah." Kin Tersenyum kecil.


"Bagus? Bagus dari sisi mana guru?" Tanya zachery.


"Kalian bisa menjadi teman dan rival, kalian berdua sungguh cocok." Kin kembali tersenyum kecil.


"HAAAHH....BERTEMAN.." zachery dan Clarissa mengatakan hal tersebut secara bersamaan.

__ADS_1


"Aku tidak ingin berteman dengan pembohong, tetua kin asal anda tahu saja muridmu ini terlalu banyak mengambil persediaan pil, dan dia hanya menggunakan nya berdua, jadi tolong didik sopan santun muridmu ini." Clarissa memberi penjelasan bahwa zachery sudah melanggar peraturan.


"Clarissa jaga bicaramu pada seorang tetua, maafkan anakku tetua kin." James meminta maaf dan berniat bersujud langkahnya dihentikan oleh Kin karena tidak sepantasnya seorang tetua bersujud.


"Tidak apa-apa tetua, zachery apa benar yang dikatakan Clarissa?" Kin Sekarang mengalihkan pembicaraan nya pada zachery.


Zachery hanya bisa terbujur kaku, jika sampai ketahuan oleh kin konsekuensinya sangat bahaya, pikirnya. Dia menyusun kata - katanya agar mendapatkan kemurahan hati kin.


"Aku tidak melanggar peraturan guru, kami membawa pil yang berguna untuk berlatih jadi kami tidak perlu mengambil persediaan lagi selama satu tahun, benar kan Giovanni?" Zachery ikut membawa Giovanni di dalam persoalan ini.


"Ya, itu benar hahahaha." Giovanni Tersenyum kecut, dia sangat kesal zachery ikut membawanya ke masalah ini.


"Memang benar itu berguna untuk persediaan, tapi setidaknya bicarakan denganku dulu sebelumnya mengerti?".


Zachery dan giovanni mengangguk pelan, keduanya bernapas lega karena tidak jadi di marahi oleh kin. Sementara Clarissa berusaha menahan amarahnya, sekarang posisinya seperti orang yang di salahkan di persoalan ini.


"Kalian pintar bermain kata rupanya, kenyataannya kalian serakah karena pil berjumlah seribu itu kalian konsumsi berdua saja." Clarissa tidak menyerah menyalahkan zachery dan giovanni.


"Clarissa sudahlah, harusnya kau minta maaf juga setelah ini pada tetua racun, karena juga punya masalah dengan Giovanni." James memperingatkan.


Kin yang tidak ingin suasananya bertambah buruk segera mengambil keputusan.


"Tetua, tidak usah menyalahkan anak anda kejadian seperti ini biasa terjadi pada seorang remaja, mereka sedang mencari jati diri jadi kita sebagai wali mereka sepantasnya mendukung mereka dengan baik." Kin menutup kata - katanya.


"Kalau begitu, tetua kin aku punya satu permintaan padamu." James menyampaikan niatnya.


"Apa itu tetua?" Tanya kin.


"Tolong jadikan anakku murid mu kelihatannya kau berbakat dalam melatih, apakah kau mau?" sejak awal memang jika kin tidak memaafkan anaknya opsi ini ingin james ambil. dia ingin kin yang melatih anaknya karena menyadari zachery sungguh jenius di usia muda.


Kin tidak menduga permintaan james padanya adalah untuk melatih Clarissa.

__ADS_1


"Tetua, anda terlalu menganggap saya besar, zachery berbakat karena dirinya sendiri." Kin menjelaskan latar belakang kemampuan zachery.


"Hmm, kalau begitu dia bisa menjadi teman berlatih zachery, karena di fraksi obat tidak ada yang menyamai kekuatan nya." James semakin yakin untuk menyerahkan pelatihan Clarissa pada kin.


"Apa? Aku tidak mau guru." Zachery segera menolaknya.


"Kalau begitu tidak masalah." Kin memotong perkataan zachery, sekarang dan mulai besok Clarissa akan berlatih disini.


Giovanni hanya tersenyum melihat tingkah laku zachery, dia baru kali ini melihat zachery dengan ekspresi seperti itu.


"Hahaha, zachery kau sungguh beruntung bisa berlatih dengan Clarissa, kalau begitu tetua kin aku pamit dahulu ayah pasti mencariku." Giovanni memberi hormat.


"Ya, di lain waktu seringlah berkunjung ke sini jangan pernah bosan, zachery selalu menunggumu." Kin Tersenyum kecil.


zachery hanya bisa pasrah menerima kenyataannya sekarang, mulai besok dia harus berlatih setiap hari dengan orang yang dibencinya.


"jangan terlalu dipikirkan, Clarissa orang yang baik sebenarnya, dia hanya ingin di perhatikan selama ini tetua james terlalu sibuk, benarkan tetua?" kin melirik ke arah james.


"anda tau saja masalah ku tetua, memang benar Clarissa anak yang baik, kalau begitu karena hari akan memasuki malam aku pamit untuk pulang tetua kin."


"sayang sekali anda bertamu terlalu singkat, lain kali kami akan berkunjung ke fraksi obat untuk berbincang- bincang dengan tetua, dan kau zachery temui Clarissa dan hibur dia karena malam ini dia akan bermalam disini." kin memberi hormat dan mengantarkan james ke halaman depan.


"baik guru." zachery berlalu ke arah halaman samping, mungkin saja Clarissa ada disana, pikirnya.


clarissa hanya bisa menangis memikirkan kejadian tadi, bagaimana mungkin seorang ayah tidak membela anaknya di saat kesulitan bahkan terkesan tidak peduli, pikir nya.


zachery mendapati Clarissa di halaman samping, dia menangis di bangku dekat pohon persik. karena merasa bersalah pikirannya terhadap wanita menjadi berbeda.


sebelumnya saat di desa dia tidak pernah berurusan dengan perempuan kecuali ibu angkatnya, sekarang dirinya mengerti perasaan wanita itu sungguh sulit dimengerti.


zachery berinisiatif mendekati Clarissa dan menghiburnya dia tidak peduli dengan reaksi Clarissa.

__ADS_1


"maafkan aku sebelumnya, karena membuat tetua james memarahimu." zachery duduk di samping Clarissa dan menatap ke arah depan karena tidak sanggup untuk melihat Clarissa menangis.


"aku..tidak..."


__ADS_2