
Di Benua Selatan.
Atau lebih tepatnya di klan Tang.
Saat ini Tang Shu dan Tang Shi berencana untuk menggulingkan Tang Zhu dari kursi Patriak, kedua saudara kembar ingin bekerja sama dengan pembunuh bayaran yang membunuh Tang Guan beberapa tahun silam.
Tang Shu dan Tang Shi saat ini berada dikota perak, lebih tepatnya di markas pembunuh bayaran, keduanya meminta ketua pembunuh bayaran untuk membunuh Tang Zhu, namun ketua pembunuh bayaran minta bayaran yang tinggi.
Kota perak sendiri masih belum tersentuh oleh bendera lima warna, karena saat ini bendera lima warna masih fokus untuk mengendalikan kerajaan Xin, setelah dari kerajaan Xin, mereka akan bergerak ke kerajaan Bei dan kerajaan Luo.
Kota perak sendiri berada dalam wilayah kerajaan Luo, dan kerajaan Luo berada di wilayah selatan kekaisaran Zhou, sehingga akan membutuhkan waktu lama bagi bendera lima warna untuk dapat tiba di kerajaan Luo, khususnya di kota perak.
"Bagaimana tetua pertama? jika terus pertama setuju dengan bayaran yang aku minta, aku akan membantu tetua untuk menyingkirkan Patriak Yang," ucap ketua pembunuh bayaran.
"Apa tidak terlalu mahal tuan? seribu koin emas adalah jumlah yang sangat banyak untuk satu kepala," jawab Tang Shu mencoba membuat penawaran harga.
"Aku rasa itu sudah sangat murah tetua, karena setiap lawan yang aku hadapi memiliki kultivasi yang setara dengan ku, bayarannya seribu lima ratus koin emas," jawab ketua pembunuh bayaran.
Tang Shu dan Tang Shi saling menatap satu sama lain, keduanya memang memiliki cukup koin emas untuk membayar ketua pembunuh bayaran, tapi karena pelit dan banyak perhitungan, keduanya sangat keberatan.
Tapi mau bagaimana lagi, menyingkirkan Tang Zhu adalah prioritas keduanya saat ini, sehingga mau tidak mau, Tang Shu dan Tang Shi harus membayar seribu koin emas untuk kepala Tang Zhu.
"Baiklah tuan, kami akan membayar seribu koin emas," ucap Tang Shu setelah berpikir cukup lama, lalu dia lemparkan satu buah cincin penyimpanan pada ketua pembunuh bayaran.
"Itu adalah uang muka, sisanya akan aku berikan setelah tugas mu selesai," ucap lanjut Tang Shu.
"Bagus, nanti malam aku dan anak buah ku mengunjungi klan Tang," ucap ketua pembunuh bayaran menganggukkan kepala.
*******
Keesokan harinya.
Dihari keempat kapal berlayar, kapal sudah berada di tengah tengah danau, saat mengitari pandangan, tidak terlihat daratan sama sekali, sehingga kapal tampak seperti berada di lautan lepas.
Kondisi Fang An juga sudah seperti biasa, tidak lagi pusing atau merasa mual, pagi ini Fang An dan Yin Yin sedang menikmati teh hangat di pagi hari.
Saat keduanya dan semua orang sedang bersantai menikmati suasana pagi yang sangat hening dan juga sejuk, tiba tiba ABK kapal berseru ada 15 kapal yang mendekat, yang mana ke 15 kapal itu adalah para perompak yang biasa membajak kapal kapal di danau itu.
__ADS_1
"Masuklah kedalam kamar! jangan keluar hingga situasi kondusif!" ucap Fang An serius, dia menyuruh Yin Yin untuk tidak keluar kamar.
"Baik tuan muda," jawab Yin Yin ketakutan, lalu berlari masuk kedalam kamar bersama dengan kedua pelayannya.
"Yang bisa bertarung, tolong untuk tetap disini dan bertarung! yang tidak bisa bertarung, silahkan masuk kedalam dek kapal" ucap kamper kapal berseru.
Segera para penumpang yang tidak bisa bertarung berlari turun kedalam dek kapal, sementara para kultivator naik keatas dek kapal, jumlah mereka tidak sampai 50 orang.
"Sepertinya itu kapal pemimpin mereka," gumam Fang An yang melihat ada satu kapal terbesar dari 14 kapal lainnya, dan posisi kapal besar itu berada di tengah tengah, sehingga memudahkan Fang An untuk mengenalinya.
"Tuan muda," saat Fang An melihat kapal ketua perompak, ketua pengawal dan ke 24 pengawal mendekati nya.
"Kalian tetap disini! saling melindungi satu sama lain!" ucap Fang An singkat, lalu melompat ke udara dan melesat ke arah kapal terbesar dari yang lain.
Whush...
Fang An melesat dengan cepat kearah kapal terbesar, saat dia melompat dan melesat, semua orang termasuk ketua pengawal terkejut, mereka tahu yang bisa terbang hanya kultivator pejuang surgawi, jika Fang An bisa terbang, artinya kultivasi Fang An sudah berada di ranah itu.
"Ada yang menyerang!" seru para perompak saat melihat Fang An mendekat.
Whush..
Slash Slash Slash..
Slash Slash Slash..
Tiba tiba satu persatu para perompak Tombang tanpa kepala, hal itu mengagetkan para perompak yang lain, lalu mereka bersikap siaga untuk bertarung.
Slash Slash Slash
Slash Slash Slash..
Fang An terus membunuh anggota perompak yang berada kapal ketua perompak tanpa ampun, dalam hitungan 10 menit, lebih dari 100 perompak sudah tumbang tanpa kepala, sementara yang lain gemetar ketakutan.
"Siapa yang berani menyerang kapal mu?" ketua perompak keluar dari dalam kapal dan berseru lantang, namun saat dia melihat lebih dari 100 anak buah nya tumbang tanpa kepala, sementara anak buahnya terus berjatuhan tanpa kepala, matanya terbelalak.
Seketika ketua perompak menjadi pucat pasi, dia tidak melihat ada orang lain kecuali anak buahnya, namun anak buahnya terus berjatuhan tanpa kepala.
__ADS_1
Sementara itu.
Ke 14 kapal lainnya sudah sangat dekat dengan kapal yang ditumpangi Fang An, hanya tersisa kurang dari 500 meter, sehingga membuat para kultivator dan penumpang lainnya ketakutan, meski mereka kultivator, tapi para perompak sangat banyak, tentu saja membuat siapa saja akan ketakutan.
Di kapal ketua perompak, Fang An terus membunuh para perompak dengan cepat, saat matanya menangkap seorang pria paruh baya yang dia duga sebagai ketua perompak, segera Fang An melesat kearahnya.
Whush..
Fang An melesat dan muncul tepat didepan ketua perompak, lalu menaruh pedang dileher ketua perompak, Fang An kemudian berkata.
"Perintahkan anak buah mu mundur atau aku penggal kepala mu sekarang juga!?" ucap Fang An menatap tajam ketua perompak.
Saat mendengar Fang An akan memenggal kepalanya, ketua perompak langsung kencing celana, dia gemetar dan sangat ketakutan, meski sebagai ketua, tapi ketua perompak itu tidak bisa bertarung, dia hanya mengandalkan anak buah nya saja.
"Ba-baik tu-tuan muda," ucap ketua perompak gemetar, lalu dia berseru.
"Mundur!" suara ketua perompak memerintahkan ke 14 kapal lainnya untuk mundur.
Saat mendengar seruan ketua, kapten masing masing kapal yang berada disamping kiri kanan dan belakang juga berseru mundur, segera para budak yang mendayung kapal berhenti mendayung, padahal jarak mereka sudah sangat dekat dengan kapal yang ditumpangi Fang An.
"Masuk!" ucap Fang An menyuruh ketua perompak masuk kedalam kapal.
Dengan patuh dan ketakutan, ketua perompak berjalan masuk kedalam kapal, sementara pedang Fang An tetap menempel dilehernya.
"Perintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan semua yang ada di kapal ini dan kapal kapal yang lain!" ucap Fang An setelah mereka berada didalam kapal.
"Ba-baik tu-tuan muda," hanya itu yang keluar dari mulut ketua perompak, lalu dia memberi perintah pada anak buah yang tersisa di kapal untuk mengambil semua yang ada di dalam dek kapal, tidak lupa dia juga menyerahkan cincin penyimpanan miliknya.
Para kapten yang mengemudikan ke 14 kapal lainnya, mereka juga hanya bisa mengikuti perintah ketua mereka, meskipun ketua mereka tidak bisa bertarung, tapi latar belakangnya bukan main main, jika sampai ketua mereka kenapa kenapa, sudah pasti sampai diujung dunia pun mereka akan ditemukan.
Tidak beberapa lama, ke 14 kapten kapal lainnya naik ke kapal ketua perompak, lalu menyerahkan cincin penyimpanan pada Fang An, dengan tenang Fang An mengambil ke 14 cincin penyimpanan itu dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan miliknya.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...