
"Terus anak muda! keluarkan semua kemampuan mu!" sosok hitam transparan yakin jika Fang An belum mengeluarkan seluruh kemampuan bertarung yang dia miliki.
Mendengar ucapan sosok hitam transparan, Fang An semakin meningkatkan intensitas serangan, kali ini dia tidak lagi menahan semua yang dia pelajari, baik dari kitab peninggalan Yuan Feng, kitab tapak bayangan dan kitab tinju dewa.
"Bagus anak muda! tapi masih terlalu lemah!" ucap sosok hitam transparan, dia sudah merasakan Fang An mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Treeng Treeng Treeng..
Buuk Buuk Buuk
Senjata, tendangan dan pukulan keduanya terus beradu, namun belum ada tanda tanda ada yang kalah, Fang An melancarkan serangan menebas, membelah, tinjuan dan tendangan, namun semua dapat dihindari dengan mudah oleh sosok hitam transparan.
Begitu juga sebaliknya, sosok hitam juga masih belum bisa menyentuh Fang An, karena sebenarnya dia tidak berencana melukai atau membunuh Fang An, dia hanya ingin menguji kecepatan, kelincahan, ketangkasan dan juga kelihaian Fang An dalam menggunakan pedang dan juga tangan kosong.
Sosok hitam transparan sangat puas dengan ujian yang dia berikan, tanpa Fang An sadari, yang dipikirkan Fang An adalah melindungi dirinya dan juga Yue Lin, karena itu adalah janjinya pada Tang Guan.
"Cukup anak muda!" ucap sosok hitam yang melompat menghindari tebasan yang Fang An berikan.
Fang An tidak menyerang lagi, namun pedangnya tetap dia acungkan pada sosok hitam transparan itu, Fang An tidak ingin mengambil resiko dengan tidak waspada.
"Ada apa? apa kamu sudah kelelahan?" tanya Fang An mengacungkan pedang dan menatap tajam.
"Hahaha... jika aku ingin membunuh kalian, sudah aku lakukan sedari tadi anak muda, aku hanya ingin menguji calon murid ku," balas sosok hitam transparan tertawa.
Fang An mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti dengan maksud sosok hitam transparan.
"Apa maksudmu?" tanya Fang An yang tetap bersikap siaga.
"Tenanglah anak muda, awalnya aku memang berniat membunuh kalian berdua, tapi setelah kamu berhasil menghindari dua serangan senjata rahasia, aku semakin penasaran dengan dirimu, karena itulah aku menyerang, dan aku puas karena kamu berhasil melewati ujian yang aku berikan," jawab sosok hitam transparan, lalu membuka jubah hitam yang dia gunakan, yang ternyata itu adalah sebuah artefak tingkat tinggi.
Saat jubah hitam dibuka, terlihat jelas seorang pria sepuh dengan rambut putih panjang menjuntai kebawah, pria sepuh itu tersenyum dan mendekati Fang An, namun Fang An tetap bersikap siaga.
"Turunkan pedang mi anak muda!" ucap pria sepuh tersenyum.
"Siapa namamu?" ucap lanjut pria sepuh menanyakan nama Fang An.
Melihat tidak ada lagi niat menyerang, serta tidak merasakan niat jahat dari pria sepuh, Fang An menurunkan pedangnya, namun dia tetap berhati hati.
__ADS_1
"Namaku Fang An, senior," jawab Fang An menyebut namanya.
"Panggil gadismu kesini!" ucap Persia sepuh.
Fang An mengangguk dan memanggil Yue Lin mendekat, dan Yue Lin pun mendekati mereka.
"Siapa namamu gadis muda?" tanya pria sepuh.
"Namaku Yue Lin, senior," jawab Yue Lin mengenalkan nama.
"Aku sendiri lupa dengan namaku, tapi orang orang biasa menyebutku pembunuh malam, apa kalian pernah mendengar nama itu?" tanya pria sepuh yang menyebut julukannya.
"Pembunuh malam?" tanya Fang An tidak tahu.
"Benar Fang An, aku dijuluki pembunuh malam," jawab pembunuh malam menganggukkan kepala.
"Seperti yang aku katakan tadi, aku berniat menjadikan mu murid, apa kamu bersedia? perlu kamu ketahui Fang An! jurus yang aku gunakan tadi adalah jurus terlemah yang aku miliki, sementara kekuatan dan kecepatan yang aku gunakan tadi hanya 40% saja,"
"Tapi aku puasa dengan kecepatan dan juga ketangkasan mu, kamu juga cepat membaca gerakan dan arah serangan yang aku berikan, karena itulah aku ingin mengangkat mu sebagai murid, apa kamu setuju?" balas pembunuh alam menjelaskan alasannya tidak membunuh Fang An dan Yue Lin.
"Apa yang bisa aku dapatkan jika menjadi murid senior?" tanya Fang An ingin tahu.
"Hahaha... kamu sangat cerdas anak muda," ucap pembunuh malam tertawa.
"Pertama, aku akan membuka titik titik meridian yang ada pada tubuhmu, saat ini energi Qi yang kamu miliki sudah sangat besar, tapi karena aturan ruang dan waktu yang ada, energi Qi yang kamu miliki hanya terbatas disitu saja dan tidak bisa lebih luas lagi, jika aku membuka titik titik meridian mu, maka aturan ruang dan waktu tidak berlaku lagi untuk mu," jawab pembunuh malam menjelaskan dengan rinci.
"Jadi senior tidak tertekan dengan aturan ruang dan waktu?" tanya Fang An dengan mata berbinar binar.
"Benar Fang An," jawab pembunuh malam menganggukkan kepala.
"Murid memberi hormat pada guru," tanpa menunggu waktu lama, Fang An langsung berlutut saat melihat pembunuh malam menganggukkan kepala.
"Hahaha... akhirnya aku memiliki murid pertama," pembunuh malam tertawa, selama ini dia berusaha mencari murid yang sesuai dengan kriteria nya, namun tidak kunjung dia temukan, dan saat ini kriteria yang dia inginkan itu ada pada Fang An.
"Apa kamu tidak ingin menjadi murid ku juga?" tanya pembunuh malam menatap Yue Lin.
Yue Lin tidak langsung menjawab, dia tampak ragu untuk menjadikan pembunuh malam sebagai guru, menurut Yue Lin, pembunuh malam adalah orang jahat, karena dari julukannya saja sudah menakutkan seperti itu.
__ADS_1
"Lin'er," panggil Fang An lembut.
"Gege," balas Yue Lin ragu.
"Tidak apa apa Lin'er!" ucap Fang An menganggukkan kepala.
Melihat keyakinan dari orang yang disayang, Yue Lin mengangguk dan memberi hormat pada pembunuh malam.
"Baiklah, ikut aku!" ucap pembunuh malam mengajak, lalu beranjak dari situ, Fang An dan Yue Lin kemudian mengikuti nya dari belakang.
"Apa tidak berbahaya Gege?" bisik Yue Lin dijalan.
"Percayalah Lin'er! jika dia ingin membunuh kita, aku yakin sudah dia lakukan sejak tadi," bas Fang An tersenyum.
"Hem.." Yue Lin mengangguk.
Tidak beberapa lama, ketiganya tiba disebuah goa, lalu pembunuh malam menyuruh Fang An untuk duduk diatas sebuah batu besar, sementara dia sendiri berada di belakang Fang An.
"Akan terasa sakit saat membuka titik titik meridian, bertahan dan jangan sampai kamu tidak sadarkan diri! karena hal itu sangat beresiko," ucap pembunuh malam menjelaskan resiko membuka titik titik meridian.
"Baik guru, aku akan melakukan yang terbaik," jawab Fang An tanpa membuka mata.
"Baiklah! bersiap!" ucap pembunuh malam, lalu mulai mengalirkan Qi ke telapak tangan dan memasukkan kedalam tubuh Fang An.
"Aaaarrg"
"Aaaarrg"
"Aaaarrg"
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1