Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Akhir Lelang & Bertemu Guru


__ADS_3

"Ini adalah pil tingkat dewa tingkat rendah, Meski berada ditingkat rendah, tapi jangan lupa! pil ini adalah pil tingkat dewa," ucap manager rumah lelang menjelaskan item yang ada ditangannya.


"Pil ini kami buka perbutir dengan harga 75.000 koin emas, setiap kenaikan tidak kurang dari 5.000 koin emas," ucap lanjut manager rumah lelang membuka harga.


"150.000 koin emas," Fang An langsung membuka harga, padahal pil itu miliknya sendiri.


"Bajingan itu lagi lagi bikin ulah," kaisar Tang Jiu semakin kesal.


300.000 koin emas," karena kesal, kaisar Tang Jiu menaikkan harga dua kali lipat.


"400.000 koin emas," kali ini ruangan nomor 3 tidak tinggal diam, dia juga ikut memperebutkan pil tingkat dewa tingkat rendah itu.


"600.000 koin emas," Fang An kembali menaikkan tawaran.


"700.000 koin emas," ruangan nomor 4 membuat penawaran juga.


"800.000 koin emas," kaisar Tang Jiu membuat penawaran lagi.


900.000 koin emas," lagi lagi Fang An membuat penawaran, Fang An tahu kaisar Tang Jiu hanya membawa uang sebesar 900.000 koin emas, karena itulah dia hanya membuat penawaran di angka itu


"Bajingan, lagi lagi dia mempermainkan ku," kaisar Tang Jiu tidak henti hentinya mengumpat kesal.


"950.000 koin emas," kaisar Tang Jiu memberikan penawaran terakhir, uang yang dimilikinya hanya sebatas itu.


Di ruangan nomor 10, Fang An tidak lagi membuat penawaran, dia tahu tidak akan ada yang membuat penawaran lagi jika dia kembali menaikkan tawaran, sehingga Fang An hanya diam.


"950.000 koin as pertama?"


"950.000 koin emas kedua?"


"950.000 koin emas ketiga?


"Selamat Yang Mulia, Yang Mulia memenangkan pil tingkat dewa tingkat dewa dengan harga 950.000 koin emas," pembawa acara kembali menghitung dan memberi selamat, dia tidak tahu jika saat ini kaisar Tang Jiu sangat kesal dengan sikap Fang An.


Acara lelang terus berlanjut, setiap pil yang di lelang, mendapat perhatian dari para peserta lelang, mereka memperebutkan sisa 4 pil yang di lelang, sementara Fang An tidak lagi membuat penawaran, tujuannya hanyalah ingin membuat kaisar Tang Jiu kesal, dan itu berhasil.


Perebutan pil milik Fang An terus berlanjut hingga beberapa jam, dan dari kelima pil yang di lelang, Fang An mendapat keuntungan 3.750.000 koin emas, sementara 250.000 koin emas lainnya dia berikan pada manager rumah lelang sebagai potongan dan juga ucapan terima kasih.


Setelah acara lelang berakhir, Fang An, Yue Lin, Da Guang dan Shujao keluar meninggalkan rumah lelang, saat berada diluar, kaisar Tang Jiu dan dua jendral serta para Patriak sekte dan klan telah menunggunya, mereka penasaran dengan sosok Fang An.


"Kamu?" kaisar Tang Jiu terkejut saat melihat Fang An dan lainnya keluar dari rumah lelang.


"Ada apa pak tua? Aku tidak akan mengakui mu sebagai anggota keluarga Tang, Ingat pesan ku, Aku tidak akan membantumu saat kekaisaran ini hancur di masa depan," Fang An berkata datar dan berjalan meninggalkan semua orang.


Para Patriak sekte dan klan tercengang dengan ucapan Fang An, Fang An berbicara didepan kaisar Tang Jiu tanpa memandang status kaisar, hal itu membuat semua Patriak tidak dapat berkata apa apa.


"Yang mulia?" salah satu jendral mengejutkan kaisar dari lamunannya.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa jendral, Selidiki mereka! Apa benar mereka berasal dari klan Tang atau bukan!" perintah kaisar Tang Jiu.


"Baik yang mulia," jawab kedua jendral, lalu meninggalkan kaisar Tang Jiu dan para Patriak.


******


Di tempat lain.


Setelah meninggalkan kaisar Tang Jiu dan lainnya, Fang An dan rombongan keluar ibukota, mereka akan melanjutkan perjalanan ke benua suci, namun saat berada diluar kota, Fang An dan lainnya merasakan dua sosok yang mengikuti mereka.


"Keluarlah!" Shujao berseru.


Whush.. Whush..


Kedua jendral besar keluar dari persembunyian mereka, lalu muncul didepan Fang An dan lainnya.


"Ada apa? Kenapa kalian mengikuti kami?" Da Guang menatap tajam kedua jendral.


"Siapa kalian sebenarnya?" salah satu jendral bertanya dengan sorot mata yang tajam.


"Jangan menatapku seperti itu! Aku tidak suka ditatap dengan tatapan seperti itu!" Da Guang merasa kesal dengan tatap salah satu jendral.


"Apa kamu tidak tahu siapa kami, Hah?" bentak jendral yang menatap tajam tadi.


"Dasar sampah," Da Guang menjadi kesal, lalu mengayunkan tangannya kearah jendral.


Booom..


"Kembalilah sebelum aku berubah pikiran," ucap Da Guang menatap tajam jendral yang lain.


"Baik Tuan," sang jendral menjawab cepat, lalu melesat kearah jendral yang dikirim terbang Da Guang dan membawanya pergi.


"Dasar penjilat," umpat kesal Da Guang.


"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan, Paman!" Fang An terlalu malas untuk bahas kedua jendral kekaisaran Tang.


"Hemm." Shujao mengangguk, lalu melanjutkan perjalanan ke selatan, atau lebih tepatnya ditempat Chen Chu berada.


2 minggu kemudian.


Fang An dan rombongan tiba di hutan perbatasan, perjalanan yang seharusnya memakan waktu lebih dari sebulan, mereka menempuhnya dalam dua minggu saja.


Saat berada di hutan perbatasan benua tengah dan benua selatan, Shujao dan Da Guang merasakan aura yang sangat familiar bagi mereka.


"Kakak Chen?" Shujao bergumam pelan.


"Benar saudara Shujao, ini adalah aura kakak Chen," timpal Da Guang.

__ADS_1


Fang An dan rombongan pun mempercepat terbang mereka, tidak beberapa lama, mereka melihat seorang pria paruh baya berdiri didepan sebuah goa, yang mana pria paruh baya itu adalah Chen Chu, guru dari Fang An.


"Guru," Fang An langsung berlari kecil memeluk gurunya.


"An'er, Adik Guang, Adik Shujao?" Chen Chu mengerutkan kening.


"Kakak Chen," Da Guang dan Shujao juga berlari kecil memeluk Chen Chu, sementara Fang An merasa sesak karena dia berada di tengah tengah guru dan kedua paman gurunya.


"Aku merasa sesak paman guru," Fang An kesal karena dihimpit kedua paman gurunya.


"Hehehe.." Shujao dan Da Guang terkekeh dan melepaskan pelukan mereka.


"Ada apa kalian berada disini?" Chen Chu mengerutkan kening.


"Guru menyuruh kami mencari kakak Chen, Kakak Chen lupa jika kurang dari dua tahun lagi akan menikah?" Shujao menjelaskan maksud kedatangan mereka.


"Jadi soal itu? Aku akan kembali jika pernikahan tinggal sebulan lagi, sekarang masih terlalu awal untuk kembali," Chen Chu mengangguk mengerti.


"Bagus kalau begitu," Fang An langsung menimpali.


"Maksudmu?" Da Guang tidak mengerti dengan maksud Fang An, begitu juga yang lainnya.


"Paman guru lupa tujuan ku mengantarkan paman guru berdua kesini?" tanya Fang An menggaruk kepala.


"Benar kak, An'er membawa kami kesini karena dia ingin belajar teknik perubahan wujud," Da Guang langsung mengerti maksud Fang An.


Chen Chu tersenyum mendengar ucapan adik seperguruan nya, tentu dia tidak keberatan mengajari muridnya itu.


"Beristirahatlah dulu! Kamu akan mempelajarinya besok," ucap Chen Chu lembut.


"Terima kasih guru," Fang An merasa sangat senang karena gurunya tidak keberatan.


"Siapa gadis itu?" tanya Chen Chu menoleh pada Yue Lin.


"Namanya Yue Lin, Kak, Dia kekasih An'er," Shujao langsung menjawab.


"Hemm.. Kamu sangat cantik Lin'er, Kenapa kamu mau menjadi kekasih lelaki jelek ini?" Chen Chu menggoda Yue Lin.


Wajah Yue Lin seketika berubah menjadi merah merona seperti kepiting rebus.


"Apa yang guru katakan? Apa guru buta? Aku sangat tampan guru, Banyak gadis muda yang tertarik padaku," Fang An memuji dirinya dengan membusungkan dadanya kedepan.


"Hahaha.. Karena gadis gadis itu buta makanya tidak bisa melihat jelas," Chen Chu tertawa karena Fang An memuji diri sendiri.


*******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih..


__ADS_2