
Ketua pengawal dan para pengawal tidak dapat melihat pertarungan Fang An dan ketua perampok, mereka hanya bisa mendengar dentingan senjata dan melihat cahaya karena beradunya senjata Fang An dan ketua perampok.
Merasa tidak dapat melukai ketua perampok dengan tarian pedang, Fang An mengganti serangan nya, kali ini Fang An menggunakan jurus pedang tanpa wujud, tapi lagi lagi ketua perampok dapat melihat beberapa bila pedang yang terbentuk dari angin itu.
Tiiiing Tiiiing Tiiiing...
Dentingan senjata kembali terdengar saat ketua perampok menepis serangan pedang tanpa wujud yang dilepaskan Fang An, selain menepis, ketua perampok juga melompat menghindari beberapa bilah pedang tanpa wujud yang terbentuk dari angin itu.
Melihat serangan pedang tanpa wujud nya bisa ditepis dan dihindari, lagi lagi Fang An dibuat tercengang.
"Kamu sangat hebat pak tua, bahkan jurus yang selama ini tidak ada satupun yang bisa menghindari, kamu dapat menghindarinya dengan mudah," ucap Fang An memuji.
"Hahaha... terima kasih atas pujian mu anak muda, kamu pikir dapat melukai ku semudah itu? kamu hanyalah anak kemarin sore yang tidak tahu apa apa, persiapkan dirimu saja!" balas ketua perampok tertawa.
"Sepertinya aku harus menggunakan seluruh kemampuan ku, dan aku juga harus lebih serius lagi," gumam Fang An membatin.
Sedari tadi dia tidak menggunakan seluruh kemampuannya, Fang An berpikir dapat mengalahkan ketua perampok dengan mudah, sehingga serangan yang dia berikan tidak terlalu mematikan.
"Baiklah, aku akan serius pak tua," ucap Fang An tersenyum.
"Bagus! keluarkan semua kemampuan mu anak muda! sudah lama aku tidak mendapat lawan tangguh seperti dirimu," balas ketua perampok yang juga menyunggingkan senyuman.
Whush..
Tanpa menunggu lama, Fang An melesat menyerang ketua perampok dengan teknik pedang tanpa bayangan, namun kali ini Fang An menggunakan kemampuan terbaiknya, setiap tebasan dan tusukannya sangat mematikan, sehingga membuat ketua perampok sedikit terkejut.
Serangan yang dilepaskan Fang An kali ini agak berbeda, jika tadinya hanya menyerang menggunakan pedang, kali ini Fang An tidak hanya menggunakan pedang, tapi sesekali dia lepaskan tendangan kearah dada ketua perampok, sehingga membuat ketua perampok berada dalam posisi bertahan.
"Bajingan ini ternyata lebih kuat dari dugaan ku," umpat kesal ketua perampok, meski begitu, dia terus memblokir dan menghindari setiap tebasan, tusukan dan juga tendangan Fang An.
30 menit bertarung, Fang An masih tetap mendominasi pertarungan, sudah ada beberapa luka sayatan di dada dan juga lengan ketua perampok, sementara Fang An sendiri masih belum terluka.
Fang An terus menyerang dan menekan tanpa melepaskan ketua perampok bernafas, dia semakin gesit dan juga tanggap serta lincah, sehingga pergerakannya semakin sulit untuk dibaca, hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Fang An.
Tidak jauh dari Fang An dan ketua perampok bertarung, ketua pengawal dan para pengawal menyaksikan pertarungan Fang An dan ketua perampok, wajah mereka berubah ubah, ketua pengawal tidak menyangka jika Fang An yang terlihat sangat muda itu memiliki kemampuan jauh diatasnya.
Ke 25 nya menyaksikan pertarungan Fang An dan ketua perampok dengan mulut terbuka berbentuk huruf O.
"Beruntung aku tidak menyinggungnya tadi," gumam ketua pengawal pelan.
__ADS_1
"Benar ketua, aku sudah menduga jika dia adalah orang kuat, sangat tidak mungkin orang lemah melintasi hutan Kayeli seorang diri," timpal pengawal yang meyakinkan Fang An orang baik tadi.
Saat mereka menyaksikan pertarungan Fang An dan ketua perampok, pemilik suara lembut nan indah dari dalam kereta kuda pun keluar dari tendanya, meski di minta agar jangan keluar tenda, tapi dia penasaran dengan pertarungan itu, sehingga dia memutuskan untuk keluar tenda dan melihatnya sendiri.
"Kenapa aku tidak bisa melihat mereka bertarung?" tanya pemilik suara lembut nan indah, yang tidak lain adalah seorang gadis berusia 17 tahun, dengan mengenakan gaun berwarna hijau, membuat gadis itu semakin cantik saja.
"Mereka bertarung dengan teknik tingkat tinggi nona, sehingga kita tidak dapat melihat pertarungan mereka," jawab ketua pengawal menjelaskan.
"Lalu siapa yang bertarung itu? dan dimana pemuda tadi?" tanya gadis cantik lagi.
"Mmm.. itu nona," ucap ketua pengawal tidak tahu menjawab apa.
"Itu apa paman? mana pemuda itu?" tanya gadis cantik sedikit kesal.
"Pemuda yang nona maksudkan itulah yang sedang bertarung dengan ketua perampok, dia juga yang membunuh semua anggota perampok yang ada ini," jawab kaku ketua perampok, karena hal itu sangat memalukan baginya.
"Terus apa yang paman dan lainnya lakukan sedari tadi? bukannya itu tugas paman dan lainnya?" tanya kesal gadis cantik.
"Maafkan aku nona muda! aku juga tidak tahu kalau pemuda itu memiliki kemampuan tinggi, aku bahkan tidak melihatnya membunuh mereka, tiba tiba saja mereka semua tumbang tanpa kepala," jawab ketua pengawal jujur.
Didepan mereka.
Buuuk..
Tendangan Fang An mendarat telak di dada ketua perampok, lalu membuat ketua perampok terjungkal ketanah, namun saat akan menyentuh tanah, ketua perampok menggunakan pedang untuk menahan tubuhnya, lalu dia mendorong tubuhnya kembali keatas.
Saat dia ketua perampok kembali keatas dan ingin menyeimbangkan tubuh, sebuah tendangan keras kembali mendarat telak di lehernya, lalu membuat ketua perampok terputar dan terjatuh ketanah dengan keras.
Saat terjatuh, mulut ketua perampok meneteskan darah, namun dia tidak menghiraukan itu, ketua perampok berusaha untuk bangkit lagi, namun sebelum dia berhasil bangkit, kembali Fang An menendangnya dan membuat ketua perampok terseret beberapa meter dan menabrak pohon besar.
"Terimalah kematian mu perampok bodoh!" ucap Fang An tersenyum, lalu berjalan santai kearah ketua perampok untuk memenggal kepalnya, Fang tidak naif lagi, sudah beberapa kali dia diingatkan agar jangan melepaskan musuh, karena hal itu akan menjadi bumerang dimasa depan.
Slash..
Kepala ketua perampok terlepas dari tempatnya, lalu jatuh dan tergelincir diatas tanah, Fang An kemudian mengambil cincin penyimpanan ketua perampok dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan nya, lalu kembali ke kereta tenda.
"Kamu tidak apa apa Fang An?" kusir atau Fong Taiyie segera bertanya saat Fang An susah berada didepan mereka.
"Aku tidak apa apa tuan Fong," jawab Fang An menganggukkan kepala.
__ADS_1
Meski hanya api unggun sebagai penerangan, tapi terdapat di lengan Fang An membuat jubah berwarna putihnya terlihat noda, yang mana darah itu adalah darah ketua perampok yang terciprat.
"Apa tuan muda terluka?" gadis cantik yang sedari tadi diam dan memperhatikan seluruh tubuh Fang An, dia tidak bisa untuk tidak bertanya, dapat dia lihat dengan jelas lengan dan dada Fang An ada darah.
"Aku tidak apa apa nona," jawab Fang An tersenyum.
"Syukurlah, terima kasih sudah membantu kami!" ucap tulus sang gadis muda.
"Tidak masalah nona, aku juga bagian dari kelompok ini, jadi tidak ada yang perlu berterima kasih!" balas Fang An yang masih tetap tersenyum.
Mereka terus mengobrol, tidak lupa ketua pengawal juga minta maaf karena sempat meragukan Fang An saat pertama kali Fang An ingin bergabung, jika tidak ada Fang An, saat ini mereka semua sudah menjadi mayat, gadis cantik itu juga sudah pasti akan dibawa dan dijual ke rumah bordil.
Karena keasikan mengobrol, tidak ada lagi yang tidur, para pengawal juga membuat api unggun yang jauh lebih besar, sehingga membuat mereka terjaga, meski begitu, kewaspadaan tidak pernah berkurang.
Hanya Fang An dan gadis cantik itu yang tampak santai, dan nama gadis cantik itu adalah Yin Yin, nona muda bangsawan Zhang, yang mana bangsawan Zhang adalah salah satu bangsawan kelas atas di kekaisaran Ming atau benua Utara.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
*****
Siang kak!
Karya ini tidak jadi pindah.
pihak MT/NT sudah menyelesaikan masalahnya.
jadi karya ini saya lanjutkan disini.
Makasih ya sudah mengikuti dan mendukung karya ini.
terus dukung dan bagikan pada teman teman yang lain ya kak!
biar karya ini semakin banyak yang tahu.
__ADS_1
Sekali lagi maaf dan terima kasih 🙏🙏🙏