Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Masih Di Istana Kekaisaran Zhou


__ADS_3

"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih tuan muda, nona muda! tuan muda dan nona muda telah berjasa besar untuk kekaisaran." ucap kaisar Zhou Yan menangkupkan tangan dengan hormat.


"Tidak perlu sungkan, yang mulia! seperti yang aku katakan sebelumnya, aku tidak ingin tanah leluhurku dikuasai orang asing, apalagi mereka adalah organisasi bawah tanah, aku sebagai putra kekaisaran Zhou, bersedia memberikan nyawa untuk kekaisaran tanpa diminta." balas Fang An menolak ucapan terima kasih dari kaisar Zhou Yan.


"Benar yang mulia, kami melakukan semua itu karena rasa cinta kami terhadap kekaisaran, selama aku masih bernafas, aku akan memberikan segalanya untuk kekaisaran, aku akan selalu berada didepan jika ada yang mencoba mengambil sejengkal tanah kekaisaran Zhou." ucap Yue Lin menimpali.


"Sebaiknya yang mulia undang semua Patriak sekte dan klan kesini! buat mereka tertarik untuk datang! jika mereka tidak datang, ancam mereka dengan ancaman memusnahkan klan ataupun sekte mereka!" ucap lanjut Fang An menatap serius kaisar Zhou Yan.


Kaisar Zhou Yan tercengang dengan ucapan Fang An, tapi dia dapat mengerti dengan kekesalan Fang An pada para Patriak sekte dan klan itu, sehingga kaisar Zhou Yan mengangguk setuju.


"Baiklah tuan muda! aku akan mengirim pesan pada para Patriak klan maupun sekte, aku akan mengikuti saran tuan muda." ucap kaisar Zhou Yan menganggukkan kepala.


"Maaf tuan muda! jika aku boleh tahu, dari klan mana tuan muda berasal? bukannya aku ingin tahu masalah pribadi tuan muda, hanya saja aku tidak ingin dianggap tidak tahu berterima kasih,"


"Sebagai hadiah atas kontribusi tuan muda dan nona muda yang sangat besar untuk kekaisaran, aku akan membuat gelar untuk tuan muda dan nona muda, dan gelar itu adalah pahlawan sepasang kultivator muda, aku juga ingin memberikan sedikit hadiah untuk klan tuan muda dan nona muda." ucap lanjut kaisar Zhou Yan menatap ramah Fang An dan Yue Lin bergantian.


Fang An dan Yue Lin tersenyum dan menganggukkan kepala mereka, keduanya senang karena kaisar Zhou Yan tahu cara berterima kasih, meski begitu, Fang An tidak ingin identitas keduanya diketahui banyak orang.


"Aku bisa memberitahu darimana kami berasal, tapi aku harap yang mulia tidak mengatakan ini pada siapapun, cukup yang mulia yang tahu, aku tidak ingin klan ku tahu kami berdua masih hidup." ucap Fang An meminta kaisar Zhou Yan tutup mulut soal asal usul keduanya.


Dari ucapan Fang An, kaisar Zhou Yan dapat menangkap jika Fang An dan Yue Lin memiliki masalah pribadi dengan klan mereka, tapi kaisar Zhou Yan tidak ingin mencari masalah apa itu, yang terpenting adalah tahu dari klan mana Fang An dan Yue Lin berasal.


"Aku akan memegang rahasia ini dengan nyawaku, tuan muda, nona muda." ucap kaisar Zhou Yan menganggukkan kepala, dia dapat mengerti mereka.


"Terima kasih yang mulia! aku dan Lin'er berasal dari klan Tang." balas Fang An menyebut latar belakang keduanya.

__ADS_1


"Klan Tang? yang ada diwilayah selatan?" kaisar Zhou Yan sedikit terkejut dengan asal usul Fang An dan Yue Lin, dia tahu klan Tang hanyalah sebuah klan kecil yang ada di kerajaan Bei, namun klan kecil itu melahirkan dua jenius, bukan hanya jenius, tapi juga monster.


"Benar yang mulia, aku dan Lin'er berasal dari klan Tang yang ada diwilayah selatan, tapi karena ada sedikit masalah, aku dan Lin'er mengganti nama dan tidak lagi menggunakan klan Tang." jawab Fang An tersenyum.


"Aku mengerti tuan muda." balas kaisar Zhou Yan yang paham, dia tahu Fang An dan Yue Lin memiliki masalah dengan klan, tapi dia tidak ingin tahu masalah apa itu, yang terpenting baginya adalah identitas Fang An dan Yue Lin.


"Aku dengar klan Tang sudah berganti Patriak, apa tuan muda dan nona muda sudah tahu hal itu?" tanya kaisar Zhou Yan.


Fang An menatap serius kaisar Zhou Yan saat kaisar Zhou Yan mengatakan klan Yang telah mengganti Patriak.


"Darimana yang mulia tahu?" tanya cepat Fang An.


"Dari pasukan yang aku kirimkan kesana, setiap klan dan sekte aku kirimkan pesan untuk membantu istana menghadapi pasukan bendera lima warna, dan pasukan yang aku kirim ke klan Tang mengatakan hal itu." jawab kaisar Zhou Yan menjelaskan.


"Patriak Tang Shu, tetua pertama yang naik menjadi Patriak." jawab kaisar Zhou Yan.


"Ternyata bajingan itu, tapi bagaimana dengan ayah?" gumam Fang An membatin.


Saat mereka dikejar Pembunuh bayaran, Fang An dan Yue Lin mendengar jelas ketika Tang Guan atau Shen Guan bertanya siapa yang menyuruh para pembunuh bayaran itu, dimana keduanya dapat mendengar dengan jelas jika yang menyuruh para pembunuh bayaran adalah Tang Shu dan Tang Shi, tetua pertama dan tetua kedua.


"Gege?" ucap Yue Lin memanggil, dia mengerti dengan kekhawatiran Fang An terhadap ayahnya.


"Aku tidak apa apa Lin'er." balas Fang An tersenyum.


Melihat ekspresi wajah Fang An dan Yue Lin, kaisar Zhou Yan dapat mengerti jika Fang An memiliki masalah serius dengan klan Tang, tapi dia tidak ingin menanyakan lebih jauh lagi.

__ADS_1


"Jika tuan muda mau, aku bisa perintahkan raja Luo untuk membawa Patriak Tang Shu kesini," ucap kaisar Zhou Yan ingin membantu.


"Tidak perlu yang mulia! aku yang akan mengurusnya dengan caraku." balas Fang An dengan niat membunuh yang kuat, dia tahu saat ini ayahnya pasti sudah dibunuh oleh Tang Shu.


"Baiklah! sebaiknya tuan muda dan nona muda beristirahat! aku akan panggilkan pelayan untuk mengantarkan tuan muda dan nona muda ke kamar." balas kaisar Zhou Yan yang tidak ingin membahas masalah itu lagi.


"Terima kasih yang mulia." balas Fang An.


Kaisar Zhou Yan kemudian memanggil empat gadis pelayan untuk membawa Fang An dan Yue Lin ke kamar tamu kehormatan, keduanya kemudian mengikuti keempat pelayan itu dan keluar dari aula pertemuan.


"Sepertinya klan Tang akan berakhir." ucap kaisar Zhou Yan menatap kepergian Fang An dan Yue Lin.


Diluar aula pertemuan, Fang An dan Yue Lin terus mengikuti keempat pelayan, sesampainya mereka di kamar tamu, Fang An dan Yue Lin berpisah, kemudian masing masing dari keduanya masuk ke kamar.


Didalam kamar, Fang An mengeluarkan kitab tinju dewa dan membacanya, dia ingin membaca kembali jurus kedua tinju dewa, yaitu tinju kaisar dewa.


Setelah membaca beberapa saat, Fang An berdiri dan mempraktekkan tinju kaisar dewa, beruntung kamar tamu sangat besar, sehingga Fang An dapat bergerak dengan bebas, hanya saja dia tidak menggunakan Qi pada latihan itu.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2