Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 19 ~ Gunung Angin Kematian III


__ADS_3

"Silahkan menikmati hidangan dan Arak khas dari sekte kami, maaf jika kami terlambat untuk menyajikannya." Jelas tetua sekte Gunung Angin Kematian, dia meminta maaf karena terlambat menyajikan sebuah kudapan.


Semua orang termasuk Kin yang berada di Ruangan Tersebut bisa mencium aroma khas yang berasal dari guci - guci arak yang di bawa para anggota sekte Gunung Angin Kematian. Selain itu makanan yang disajikan juga merupakan makanan yang berkualitas tinggi yang Sekte Gunung Angin Kematian, yang mereka dapatkan dari hasil berburu daging siluman di sekitar sekte.


"Arak bagus....arak bagus, selain itu hidangan ini membuat energi jiwaku sedikit pulih setelah melakukan perjalanan panjang." Salah satu Pendekar dari pihak netral berpendapat tentang hidangan yang disajikan.


"Kau benar, Arak ini tidak bisa di temui di Black Moon Empire." Seru pendekar dari Black Moon Empire.


"Meskipun sekte kami memiliki arak yang tidak kalah bagusnya, aku rasa ini yang terbaik." Salah satu ketua dari sekte cakram angin berpendapat juga dengan hidangan yang disajikan.


Kin hanya tersenyum kecil melihat guci arak yang berada di hadapannya, dia memang pecinta berat arak. terlebih arak yang disajikan bisa disebut berkualitas tinggi dari arak yang pernah di minumnya.


Setelah beberapa pendapat tentang hidangan yang mereka katakan sangat memuaskan pada sekte Gunung Angin Kematian, akhirnya ketua sekte yang menjadi tempat pertemuan keluar untuk memberi sambutan dan pidato pertama karena seluruh undangan sudah hadir untuk pertemuan ini.


"Para hadirin sekalian, Terimakasih karena telah memenuhi undangan kami. Saya Arion Abimanyu, ketua sekte dari Gunung angin kematian memberi hormat pada semua undangan yang sudah hadir, seperti yang kita ketahui sebelumnya masalah ini tertulis di undangan yang kami sebarkan ke beberapa sekte di dua kekaisaran..." Ketua sekte Gunung Angin Kematian, Abimanyu menghela nafas panjang sebelum mulai melanjutkan pidatonya Kembali.


"Kaisar Red Moon Empire ingin mengadakan sebuah pertandingan antar murid utama dari dua kekaisaran, yang lokasinya akan diadakan di wilayah yang tidak dikuasai oleh kekaisaran atau negara manapun, tepatnya 120 km ke selatan dari Red moon Empire." Abimanyu menutup penjelasannya, dia ingin mendengar reaksi dari para tamu yang hadir.

__ADS_1


Benar saja tidak lama setelah Abimanyu menyelesaikan pidatonya, seseorang dari pihak Black Moon Empire berdiri untuk menyampaikan pendapatnya. "Semua pendekar yang saya hormati, izinkan orang tua ini untuk berpendapat." Pendekar tersebut memberi hormat sebelum dia melanjutkannya kembali. "Menurut pendapat saya pribadi, kita sebagai generasi tua sudah menjalani kehidupan ini lama sekali, tentu kita mengetahui bahwa dahulu sebelum masa damai seperti sekarang, kita pernah berperang satu sama lain..." Pendekar tera menghela nafas panjang sebelum melanjutkannya kembali.


"Izinkan saya bertanya, apa yang di inginkan oleh kaisar Red Moon Empire terkait pertandingan ini?" Pendekar tera menyampaikan maksudnya setelah menyampaikan pendapatnya.


"Pertanyaan bagus pendekar, kita tidak bisa menerima alasan sepele." Sahut pendekar yang sama-sama merupakan pihak dari Black Moon Empire dengan pendekar tua tersebut.


Suasana cukup hening dari pendekar Red Moon Empire, sikap mereka cukup tenang di bandingkan dengan aliran hitam yang kebanyakan dari Black Moon Empire.


Seseorang dari pihak netral berdiri untuk menyampaikan jawabannya.


"Terimakasih telah menyampaikan pendapat dan sebuah pertanyaan yang bagus pendekar. Keinginan Kaisar adalah ingin melakukan diplomasi dengan Kekaisaran Black Moon Empire jadi dia mengusulkan ide ini ke semua sekte di Red Moon Empire, kami memang setuju tapi untuk mengatur peraturannya kami berinisiatif untuk membahasnya disini." Pendekar tersebut duduk kembali setelah cukup yakin jawaban tersebut dapat diterima oleh semua pendekar dari Black Moon Empire.


"Jadi bagaimana peraturannya? Jika sekte kami boleh menyampaikan usul untuk peraturannya, saya yakin sekte kami mempunyai hal seperti itu." Seru Pendekar dari pihak netral, semua orang dengan siap mendengar usulannya.


"Silahkan pendekar..."


"Ya, dari pihak kami juga demikian silahkan pendekar.." perwakilan dari kedua kekaisaran mempersilahkan pendekar dari aliran netral Tersebut untuk menyampaikan nya.

__ADS_1


"Baik, terimakasih para tamu sekalian. usul dari kami yang pertama adalah peserta pertandingan di harapkan berusia remaja. umurnya tidak lebih dari dua puluh tahun selain itu umurnya setidaknya minimal di umur 15 tahun." Pendekar tersebut menghela nafas panjang sebelum melanjutkannya kembali.


"Yang kedua, peserta yang merupakan murid utama sebelumnya harus merupakan pilihan terbaik yang dipilih sektenya, di perkenankan untuk melakukan pertandingan terlebih dahulu di sekte masing - masing yang dipilih kekaisaran, sekian usulan yang ingin saya sampaikan." Pendekar tersebut menutup penjelasannya, dia duduk kembali di tempatnya.


Para pendekar yang hadir sebagian setuju dengan usul tersebut, mereka sebelumnya berpikir sama jika untuk pertandingan maka generasi muda mereka lah yang harus mewakili kekaisarannya masing-masing. Dengan begitu selama seratus tahun lebih era kedamaian berlangsung, diantara dua kekaisaran manakah yang generasinya yang lebih berkembang dari segi kekuatan maupun kecerdasan bertarung.


Tetapi beberapa ada yang mempertanyakan bagaimana peraturan tentang jalannya pertandingan, dibandingkan peraturan peserta seperti ini mereka lebih mempertanyakan peraturan pertandingan yang berlangsung, sebagaimana mereka ketahui dunia persilatan memang dunia yang kejam tapi untuk sebuah pertandingan yang tujuannya untuk melakukan diplomasi setidaknya harus ada aturan untuk mencegah terjadinya korban dari generasi muda.


Kin yang melihat mereka mulai saling beradu pendapat dan sepertinya akan berakhir pada pertarungan, menengahi kegaduhan Tersebut dengan maju dan berdiri ke tengah-tengah Ruangan Tersebut.


"Para pendekar sekalian salam hormat dariku pada kalian semua, mohon untuk memperkenankan saya menyampaikan pendapat tentang jalannya pertandingan. Sekte kami yaitu matahari Phoenix setiap beberapa tahun sekali akan mengadakan pertandingan, jadi mungkin saja peraturan pertandingan kami bisa diterapkan untuk skala ini." Kin menghela nafas panjang sebelum melanjutkannya kembali.


"Di aturan sekte kami, peserta pertandingan tidak di perkenankan untuk membunuh lawannya, sementara jika ada salah satu peserta yang bertanding nyawanya terancam, wasit bisa menghentikan pertandingan tersebut secara langsung. Kedua seseorang yang berada di tahap pendekar safir ke atas tidak bisa mengikuti pertandingan tersebut. Ketiga walaupun seorang tetua berumur kurang dari dua puluh tahun dia tidak diperkenankan untuk mengikuti pertandingannya. Kira - kira begitulah para pendekar sekalian aturan yang kami gunakan di pertandingan sekte kami." Kin menutup penjelasannya yang ditanggapi dengan Tepuk tangan riuh dari para tamu yang hadir.


Salah satunya dari pihak netral berpendapat tentang tindakan kin yang langsung berdiri di tengah-tengah ruangan."Dia seorang tetua rupanya, tidak heran diumur semuda itu bisa melakukan tindakan seperti itu, aku yakin dia seorang jenius beladiri." Sementara dari pihak Black Moon Empire dan Red Moon Empire semua pendekar menyetujui usul yang diberikan oleh kin.


Dengan selesainya diskusi tentang peraturan pertandingan kekaisaran ini, Abimanyu segera menutup pertemuan ini.

__ADS_1


"Para tamu sekalian, kita telah berdiskusi terkait dengan pertandingan kekaisaran ini dengan lancar tanpa adanya gangguan. untuk waktu pertandingan kami akan menginformasikannya menggunakan sebuah surat resmi yang langsung menuju sekte masing-masing tamu yang hadir. sebagai ucapan terimakasih kalian semua akan mendapatkan sebuah cinderamata dari sekte kami yang bisa kalian ambil di gerbang sekte." Tutup ketua sekte Gunung Angin Kematian, yang diiringi dengan keluarnya para tamu setelah Abimanyu menutup pertemuan tersebut.


__ADS_2