Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Merasa Kesal


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Menjelang pagi, Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang tiba didepan gerbang ibukota, tampak suasana kota sangat ramai, dengan langkah pasti, keempatnya melangkahkan kaki kearah gerbang, tidak beberapa lama, mereka berada tepat didepan gerbang dan ikut antrean.


"Kenapa ibukota seramai ini? banyak sekali kultivator yang ingin masuk kedalam," ucap Fang An pelan.


Saat ini ada ratusan kultivator yang mengantri untuk masuk kedalam kota, hal itu membuat Fang An sedikit curiga, pasti ada sesuatu sehingga ratusan kultivator ingin masuk kedalam.


Selain terdapat banyak kultivator, ada juga lebih dari 10 kereta kuda yang juga ikut mengantre untuk masuk kedalam.


Karena rasa penasaran nya yang tinggi, Fang An bertanya pada salah satu kultivator yang ada didepannya.


"Maaf senior! kenapa ada banyak kultivator dan kereta kuda yang mengantri?" tanya Fang An penasaran.


"Apa kamu tidak tahu anak muda? Akan ada lelang 2 hari lagi, menurut informasi yang dibuat rumah lelang giok putih, ada artefak tingkat tinggi yang akan dilelang nanti, selain artefak tingkat tinggi, ada juga sumber daya tingkat tinggi dan langka lainnya," jawab pria paruh baya menjelaskan.


"Jadi seperti itu?" tanya Fang An mengangguk anggukkan kepalanya.


"Benar anak muda," jawab pria paruh baya yang juga mengangguk.


"Sepetinya kita akan menginap lebih lama, paman guru," ucap Fang An pada kedua paman gurunya.


"Kamu ingin mengikuti pelelangan itu?" tanya Shujao.


"Benar paman guru! Aku penasaran dengan artefak yang dimaksud," jawab Fang An mengangguk.


"Hem.." hanya itu yang keluar dari mulut Shujao.


Tidak beberapa lama, Fang An dan lainnya mendapat giliran untuk diperiksa, dengan tenang Fang An mengeluarkan lencana kekaisaran Zhou, penjaga gerbang yang melihat lencana kekaisaran Zhou pun sedikit terkejut, tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu.


Setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Fang An dan lainnya masuk kedalam kota, yang mana kota itu adalah ibukota kekaisaran Tang.


"Sebentar An'er! kamu bilang kalian berasal dari klan Tang, apa kalian ada hubungannya dengan kekaisaran Tang ini?" Da Guang baru ingat latar belakang Fang An dan Yue Lin, karena latar belakang keduanya sama dengan nama kekaisaran benua tengah.


"Aku tidak tahu paman guru, aku juga berpikir seperti itu, aku juga tidak pernah bertanya pada ayah mengenai hal itu," jawab Fang An seadanya, karena memang dia tidak tahu menahu soal itu.


"Kenapa tidak kamu cari tahu? jika kalian memiliki latar belakang yang sama, tentu akan menjadi hal yang bagus bagi kalian berdua, aku yakin kekaisaran Tang dan klan Tang memiliki hubungan," ucap Da Guang berpendapat.


"Kalian tahu siapa nama leluhur klan?" tanya Shujao.


"Tahu paman guru, leluhur klan bernama Tang Wu Yan," jawab Fang An mengangguk.


"Baiklah! mari kita cari penginapan! soal hubungan klan Tang dan kekaisaran Tang akan kita bahas nanti!" ucap Shujao.


Fang An mengangguk, lalu mereka mencari penginapan, namun setiap penginapan yang mereka singgahi selalu saja penuh, sehingga tidak ada lagi penginapan yang kosong.

__ADS_1


"Bagaimana ini paman guru? tidak ada penginapan kosong," ucap Fang An setelah seharian mereka mencari penginapan tapi semua penginapan penuh.


"Bagaimana jika kita ke istana kekaisaran?" tanya Da Guang.


"Ke istana? untuk apa paman guru?" tanya Fang An mengerutkan kening.


"Sudah ikut saja! nanti juga kamu akan tahu," balas Da Guang tersenyum.


"Bagaimana dengan paman guru?" tanya Fang An menoleh pada Shujao.


Shujao tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu dan membuka telapak tangan, melihat paman guru keduanya tidak memberikan komentar, Fang An hanya bisa nurut.


Fang An dan lainnya kemudian pergi ke istana kekaisaran Tang, sepanjang jalan sangat ramai, masih banyak kultivator yang berlaku lalang dan para pedagang yang menjajakan dagangan mereka, sehingga membuat ibukota sangat hidup saat malam hari, ditambah lagi dengan lampion yang sudah mulai dinyalakan.


30 menit kemudian.


Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang tiba didepan istana kekaisaran, dapat mereka lihat ada tembok tinggi dan juga luas membentang hingga 750 meter, namun dari keempatnya, tidak ada yang tahu seberapa panjang tembok yang melindungi istana kekaisaran.


"Ada apa malam malam ke istana?" tanya salah satu prajurit yang bertugas menjaga gerbang istana.


"Keluarkan lencana mu An'er!" ucap Da Guang melalui telepati.


Fang An kemudian mengeluarkan lencana kekaisaran Zhou dan memperlihatkan pada prajurit penjaga gerbang.


"Tapi tuan tuan, hari sudah malam, yang mulia tidak menerima tamu saat malam hari," ucap prajurit penjaga gerbang.


"Laporkan pada komandan atau jendral mu! katakan jika kami berasal dari klan Tang!" Da Guang langsung membuka identitas Fang An dan Yue Lin.


"Apa kamu mencoba membohongi ku pak tua? tidak ada klan Tang di kekaisaran Tang, yang ada hanya keluarga kekaisaran," tanya prajurit penjaga marah, dia berpikir jika Da Guang hanya mengada ngada.


"Apa aku terlihat sedang berbohong?" tanya balik Da Guang menatap tajam prajurit penjaga.


"Ada apa ribut ribut?" sebuah suara dari bertanya, lalu muncul seorang pria paruh baya mengenakan pakaian komandan.


"Lapor komandan, mereka mengaku dari klan Tang," ucap prajurit penjaga melapor.


"Dari klan Tang?" komandan sedikit terkejut.


"Benar komandan, kami dari klan Tang, mungkin komandan belum pernah mendengar klan Tang, karena selain klan Tang hanya klan kecil, klan Tang juga berada di kekaisaran Zhou," jawab Fang An menganggukkan kepala.


"Apa yang membuktikan kalian berasal dari klan Tang?" tanya komandan.


Fang An dan Yue Lin mengeluarkan lencana klan Tang dan memberikan pada komandan, saat komandan melihat kedua lencana, komandan sedikit terkejut.


Lencana yang diberikan Fang An dan Yue Lin itu sama dengan lencana yang di pegang oleh semua keluarga kekaisaran, karena di lencana itu ada gambar Phoenix Api yang menyemburkan api.

__ADS_1


"Benar, ini benar lencana yang sama dengan yang digunakan keluarga kekaisaran, tapi bagaimana bisa?" gumam komandan membatin.


"Lencana ini memang sama dengan yang digunakan keluarga bangsawan, tapi maafkan aku tuan tuan! saat ini hari sudah malam, yang mulia tidak suka di ganggu saat malam," ucap komandan bersikap ramah.


"Jadi kami tidak bisa bertemu dengan yang mulia?" tanya Fang An sedikit kesal.


"Benar tuan muda," jawab sang komandan.


"Ya sudah! kami permisi!" balas Fang An kesal, lalu pergi dari gerbang istana, saat berada 10 meter dari gerbang istana, Fang An melompat keatas, lalu dia alirkan Qi kedalam mulut dan berseru lantang.


"Aku Tang Shan, salah satu anggota keluarga Tang yang ingin menemui anggota keluarga ku sendiri, tapi para prajurit penjaga gerbang tidak mengizinkan ku masuk, jika dimasa depan kekaisaran Tang dalam bahaya, aku, Tang Shan, tidak akan membantu sama sekali, pegang kata kataku yang mulia kaisar Tang!" suara Fang An menggelegar bagaikan guntur yang pecah tepat diatas istana kekaisaran.


Saat suara Fang An menggelegar, komandan dan para prajurit penjaga gerbang menjadi pucat pasi, jika benar Fang An ada hubungan keluarga dengan keluarga kekaisaran, maka tamat sudah riwayat mereka.


Selain komandan dan para prajurit penjaga menjadi pucat pasi, suara Fang An yang menggelegar itu juga menarik perhatian banyak orang, baik para kultivator maupun para pedagang berkumpul didepan istana, namun Fang An tidak menghiraukan mereka.


Fang An melesat pergi dengan terbang dalam kota, padahal ada aturan yang melarang siapa saja terbang dalam kota, Yue Lin, Shujao dan Da Guang juga melesat menyusul Fang An, ketiganya juga kesal karena tidak diizinkan masuk kedalam.


Tidak beberapa lama Fang An dan lainnya pergi, para penghuni istana satu persatu keluar dari istana dan pergi ke gerbang istana.


"Ada apa komandan Li? mana yang bernama Tang Shan?" tanya seorang pria paruh baya mengitari pandangannya.


"Ampun yang mulia!" ucap komandan berlutut.


"Bicaralah komandan Li!" balas pria paruh baya, yang tidak lain adalah kaisar Tang Jiu.


"Ampun yang mulia! tadi ada seorang pemuda dan dua pria paruh baya, serta seorang wanita muda yang datang kesini, mereka mengaku dari klan Tang yang berada di kekaisaran Zhou," jawab sang komandan tanpa berani mengangkat kepala.


"Klan Tang?" kaisar Tang Jiu tersentak saat mendengar klan Tang.


"Benar yang mulia," jawab komandan Li.


"Lalu dimana mereka?" tanya kaisar Tang Jiu lagi.


"Ampun yang mulia! hamba tidak mengizinkan mereka masuk, sehingga mereka telah pergi," jawab komandan Li dengan wajah pucat pasi, dia takut kaisar Tang Jiu murka.


Kaisar Tang Jiu tidak menanggapi hal itu, dia penasaran dengan Fang An dan lainnya, dia pernah dengar kisah leluhur mereka yang pernah membangun klan Tang disuatu tempat, tapi dia tidak percaya hal itu, selama ini tidak ada yang menggunakan nama Tang selain keluarga kekaisaran.


********


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2