Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
chapter 1 ~ masalah yang menyulut


__ADS_3

Dua hari setelahnya saat zachery bangun di pagi hari seperti biasanya, dia menemukan gurunya tergeletak di lantai bar dan menanyakan alasannya ke pelayan disana, "Dia terlalu banyak minum lagi, sampai tidak sadarkan diri."


Dengan segera zachery langsung membawa gurunya ke kamarnya. Sambil mengisi rasa bosannya zachery melihat - lihat pemandangan kota dari lantai dua penginapan tersebut, kota yang sangat menarik, pikir zachery.


Pemandangan kota yang ramai, aktifitas pedagang dan warga yang berlalu lalang menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Zachery. Dia teringat kehidupan di desanya dahulu, bisa dibilang saat ini kesedihannya belum hilang setelah kejadian itu.


Tidak lama kemudian Kin bangun dan menemukan Zachery sedang memandangi kota yang mereka singgahi saat ini, "Ah aku pingsan lagi... Zachery kemarilah, kita akan sarapan pagi terlebih dahulu, setelahnya kita melanjutkan perjalanan ke ibu kota."


Mendengar nama ibu kota Zachery langsung bersemangat kembali, dia tidak yakin kenapa dirinya Sangat bersemangat mendengarnya, mungkin saja karena selama ini ada ingatan yang mengaitkannya dengan ibu kota.


Setelah bersantap di pagi hari, Kin dan Zachery berencana melanjutkan perjalanan Siang harinya. Kin membeli banyak persediaan arak murah yang menurutnya bisa mengisi rasa bosan selama perjalanan. Sifat gurunya ini benar-benar unik, pikir zachery.


"Kita akan berkemah di salah satu hutan sebelum menuju ke daerah ibu kota, disana aku akan melatihmu."


"baik guru, aku tidak akan mengecewakan mu." zachery Tersenyum kecil.


"Bodoh....bodoh...tentu saja itu harus hahahaha." Kin memukul - mukul punggung zachery dengan keras hingga zachery terbatuk - batuk.


Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, akhirnya mereka sampai di sebuah hutan yang tidak jauh dari pemukiman penduduk. "kita akan bermalam disini. Baiklah untuk pelajaran pertama mu, aku tugaskan kau menebang sebuah pohon yang kecil saja, lakukan sebelum matahari terbenam. Aku membersihkan diri terlebih dahulu." Kin berlalu ke arah sungai.


Walaupun hanya di tugaskan untuk menebang pohon kecil, tubuh lemah zachery tidak mampu bertahan lebih lama setelah menebang pohon kecil itu, dia pingsan dan tidak lama kemudian air mengalir segera membasahi wajahnya dan membuatnya terbangun.


Saat Zachery bangun dia sudah menemukan gurunya yang menatapnya dengan ekspresi meledek. "itu sudah ku tebang selanjutnya apa?" Tanya zachery dengan wajah sedikit kesal.

__ADS_1


Kin lalu berdiri mendekati pohon yang di tebang Zachery dan sekejap kemudian di hadapannya terbentuk sebuah tenda dan perapian yang sangat pas untuk dua orang. mata Zachery terbelalak melihat sesuatu di hadapannya dia segera mendekati kin yang sedang membakar ikan dan hewan yang didapatnya setelah membersihkan diri di sungai.


"Hei bagaimana kau melakukan yang tadi itu?" Tanya zachery dengan wajah yang terlalu bersemangat.


"Ahh....wajahmu jangan terlalu dekat, kau terlalu bersemangat." Kin tersenyum kecut dan kemudian mulai menjelaskan bagaimana dia bisa membuat sebuah kayu kecil menjadi satu tenda dan perapian.


Menurut penjelasan kin, setiap orang memiliki energi jiwa yang bisa digunakan untuk diubah menjadi unsur alam seperti api dan air, sementara itu yang digunakan Kin tadi adalah unsur kayu, sehingga kayu sekecil apapun bisa dia ubah diameter dan bentuknya sebesar apapun, dan tentu saja jika benda yang akan di bentuknya memiliki corak yang rumit Kin akan memakai pedang.


"Sekarang aku mau lihat nadi mu!" Kin memegang tangan zachery dengan kuat dan terlihat urat - urat tangan nya mulai keluar, beberapa kali ekspresi wajah kin berubah - ubah dari khawatir menjadi senang dan sebaliknya.


"Aku sudah melihat energi jiwa mu, kau punya unsur petir dan angin, unsur yang sangat bertolak belakang di diagram unsur." Kin menunjukkan wajah sedikit kecewa sebelum tersenyum.


"Lalu apa yang membuat mu tersenyum guru." Tanya zachery keheranan.


Sedikit demi sedikit zachery mulai mengerti tentang tubuhnya. Dia mulai berpikir jika pada saat itu desanya di serang mungkin karena keberadaan dirinya yang memiliki tubuh istimewa atau mungkin juga karena desanya punya Masalah dengan para samurai dari Kekaisaran Bulan Hitam.


Sebelum melanjutkan analisanya kin menunjukkan ekspresi kecewa, "Tapi karena tubuh mu sangat lemah, kau tidak bisa bertahan lebih dari umur 30 tahun jika kau tidak bisa melatih tubuhmu." Kata - kata yang dilontarkan oleh gurunya tersebut bagaikan petir yang menyambar saat didengar oleh zachery dan tak lama kemudian zachery pingsan lagi.


"Ahahahha dia pingsan lagi, selemah apa tubuhnya itu, tapi jika dipikir lagi arak ini nikmat sekali. Arak nikmat.. Arak nikmat" Kin mengatakan itu Sambil menikmati arak yang di beli nya beberapa hari lalu dipenginapan.


beberapa jam kemudian kin memberikan aroma amonia ke hidung zachery, "hmm mungkin aku harus membangunkannya, dia sudah terlalu lama pingsan." zachery batuk - batuk saat menciumnya hingga hampir hilang kesadaran lagi sebelum di berikan air oleh kin.


"Uhuk....uhuk...uhk, bau nya sangat menyengat kau ingin membunuh ku, guru?"

__ADS_1


"Ini tidak akan membuat seseorang terbunuh, sangat efektif untuk membangunkan orang pingsan, hicc" Kin mengatakan itu dengan wajah setengah sadar dan beberapa kali cegukan sebelum akhirnya pingsan.


"Guru kau mabuk lagi, apa jadinya punya guru yang seorang tukang mabuk di tengah hutan begini." Zachery Sesekali mendengar saat tidur gurunya meracau tentang gadis dengan nama yang tidak dikenalnya.


*


Sementara itu di Kekaisaran Bulan Merah


Kaisar Bulan Merah sedang berkunjung ke salah satu sekte di wilayah ibu kota, yang merupakan sekte terbesar di Kekaisaran Bulan Merah yaitu matahari Phoenix yang banyak mempunyai pendekar legenda di dalamnya yang berusia ratusan tahun.


Agenda kaisar kali ini tidak lain adalah Rapat tentang penyerangan Kekaisaran Bulan Hitam di Desa Ground, salah satu desa yang berada di perbatasan. meskipun Kekaisaran Bulan Hitam menyerang secara diam-diam, informasi ini tetap sampai kepada Kaisar Bulan Merah. kaisar menerima surat dari Kin yang berisi penyerangan yang dilakukan oleh para samurai dari Kekaisaran Bulan Hitam.


Kaisar di terima oleh ketua sekte langsung yaitu Tokugawa shima, kaisar langsung diarahkan untuk mengikuti rapat dengan 4 tetua yang sudah menunggu di ruangan rapat, selain itu salah seorang tetua sedang berada dalam misi didaerah perbatasan saat ini.


Diantara tetua yang sudah hadir adalah Tetua Strategi, Tetua Racun, Tetua administrasi, Tetua obat. Beberapa dokumen di bawa berkali - kali oleh Anggota sekte untuk keperluan Rapat sebgai informasi berbagai sumber daya, senjata, dan stok - stok obat dan Racun yang tertulis di dokumen tersebut.


Selama beberapa jam, rapat belum juga menemui titik terang. Sementara itu di dalam ruangan. Kaisar, ketua sekte dan para tetua sedang mendiskusikan banyak hal untuk mengantisipasi jika kemungkinan terburuk terjadi dalam waktu dekat yang bisa membahayakan nyawa banyak orang.


*


bagaimana chapter kali ini apakah kalian menikmati alurnya.


jika mempunyai kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2