Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 5 ~ sekte matahari Phoenix


__ADS_3

Perjalanan kin dan Zachery selanjutnya ke sekte matahari Phoenix tidak mengalami banyak hambatan kecuali beberapa hewan buas dan perampok yang menghadang meskipun perampok tersebut tidak sekuat Johan dan Jovan.


Setelah terakhir kalinya keduanya berhenti di kota jade untuk menukar jasad si kejam bersaudara, keduanya langsung melesat menuju ke arah sekte matahari Phoenix, saat pertama kali melihat matahari phoenix Zachery terkejut karena ukurannya yang setara kota besar.


"Wuuusho.....ini keren sekali guru, aku tidak tahu guru punya tempat yang tinggi di sekte sebesar ini, lihatlah bahkan dari jauh pun sudah terlihat sangat besar." Zachery terlihat antusias saat melihat sekte matahari Phoenix.


"Ya mereka semua sangat baik, aku yang masih muda seperti ini diberi jabatan tinggi di sekte." Kin menanggapi nya dengan tersenyum canggung.


Saat tiba di sekte matahari Phoenix ternyata para murid disana sudah menunggu kedatangan kin yang sudah lama tidak kembali, zachery sudah tidak lagi kebingungan mengingat kin sendiri merupakan salah satu tetua dan bahkan dia merupakan tetua pedang di matahari Phoenix.


"Tetua kin, aku rindu dirimu ayo kita latihan...." Seru salah satu murid perempuan.


"Ah...apa - apaan, aku yang harus berlatih lebih dulu dengan tetua kin.." salah satu dari mereka menimpali temannya.


"Hei kalian berisik....tetua kin baru saja pulang kita harus menyambutnya, bagaimana jika kita minum - minum di kediaman ku tetua." Salah satu murid utama perempuan menawarkan.


Zachery bisa merasakan bahwa semua orang ingin sekali dekat dengan kin apalagi para murid perempuan, bisa dibilang ini karena wajah kin sendiri termasuk rupawan dan lagi dia adalah tetua pedang termuda di matahari Phoenix.


"Ah...maafkan aku semuanya tapi aku sekarang harus istirahat dengan murid ku, kami baru saja melakukan perjalanan jauh, jadi lain kali saja...." Kin menolak tawaran dari para murid sektenya dan segera mendekat ke arah zachery.


Zachery bisa melihat tatapan para murid sekte sekarang tertuju padanya, tidak lama kemudian zachery membungkuk dan memberi hormat pada murid sekte yang melirik ke arahnya, "murid guru kin, Zachery memberi hormat." Sembari tersenyum canggung.


"Wah dia manis sekali, murid guru kin namanya zachery ya, ayo berlatih dengan kakak....." Seru salah satu murid utama yang terlihat senior.


"Ah...jangan mengambil tempat lebih awal, berlatih denganku saja akan lebih enak rasanya...." Salah satu dari mereka mendekat dan terlihat pakaiannya yang sedikit terbuka sehingga membuat zachery melirik ke arah lain.


Kin yang melihat zachery tidak berkutik segera menarik lengannya untuk segera masuk kedalam sekte.


"Maafkan aku, semuanya kami harus beristirahat, kita bisa melakukannya di lain hari." Kin menunjukkan sedikit senyuman manis nya dan hanya terdiam melihat kin dan zachery yang sudah jauh masuk ke dalam sekte.

__ADS_1


Setelah cukup jauh masuk kedalam sekte, kin segera menanyakan keadaan zachery, "kau tidak terganggu dengan sikap mereka?", Zachery hanya menggelengkan kepalanya pelan, "apanya mereka semua sangat baik, dan bahkan salah satu dari mereka ada yang berpakaian seksi." Zachery menjawab nya dengan muka mesum.


Kin menepuk keningnya mendengar jawaban zachery saat ditanya keadaan nya.


"Dasar.... harusnya aku tidak perlu menanyakan nya, ah sudahlah ayo...." Kin mengajak zachery ke tempat pendaftaran murid sekte.


Tidak lama mereka berjalan Terlihat sebuah gedung berlantai 3 yang berada dihadapan zachery saat ini, sebuah gedung yang bertuliskan nama sekte berlambang Phoenix dan matahari.


Kin segera menyuruh zachery memasuki bangunan tersebut.


"Selamat siang...." Kin menyapa semua orang yang berada di tempat tersebut. Terlihat pandangan semua orang sekarang tertuju ke arah kin dan zachery, saat mereka menyadari orang yang menyapa mereka, semuanya terlihat antusias.


"Tetua kin lama tidak berjumpa, ada apa tetua kemari?" Tanya salah satu sepuh yang berada di tempat tersebut.


"Aku ingin mendaftarkan zachery dia murid pertama ku." Jawab kin dengan tersenyum lembut.


"Akhirnya tetua kin mengambil murid, nah silahkan tetua menuju meja resepsionis."


Terlihat seorang perempuan berusia 20 - an tahun yang menjaga meja tersebut, dia sedang menulis sesuatu yang kelihatannya merupakan laporan misi sekte, kin yang melihat dia sedang sibuk menulis berusaha mengagetkannya dengan mengebrak meja resepsionis.


Tetapi terlihat perempuan tersebut tidak terganggu dengan keusilan kin, "ada apa, jangan menggangguku jika tidak ada hal penting kakak." Tidak disangka oleh zachery yang menjaga meja tersebut adalah adik dari guru nya sendiri, pantas saja gurunya melakukan keusilan, pikir zachery.


"Linlin aku ingin mendaftarkan murid ku, jika umurnya 15 tahun apa bisa langsung menjadi murid luar?" Kin duduk di salah satu meja dan mulai berbincang tentang pendaftaran nya.


"Apa? 15 tahun, dia seharusnya sudah jadi murid senior atau paling tidak murid dalam, kau yakin ingin mendaftarkan nya ke murid luar kakak?" Tanya Linlin dengan keheranan sembari melirik ke arah zachery.


"Begitu ya, tetapi ini karena dia belum mencapai tahap pendekar tembaga." Kin tersenyum canggung saat menjelaskan latar belakang zachery.


Linlin melirik ke arah zachery, tentu dia tidak percaya anak berumur 15 tahun tapi belum bisa mencapai tahap pendekar tembaga aneh sekali, gumamnya. Akhirnya Linlin memanggil zachery untuk mendekat, dia ingin memeriksa keadaan tubuh zachery karena penasaran dengan keanehan yang terjadi.

__ADS_1


Hal pertama yang dilakukan Linlin adalah memeriksa tulang yang dimiliki oleh zachery, dengan cara mengalirkan sedikit energi jiwa ke dalam tubuh zachery, beberapa kali ekspresi terkejut terlintas di wajah Linlin, melihat keanehan tubuh zachery, Linlin lalu dia bertanya kepada kin.


"Kau menemukan dia dimana kakak, tubuhnya sangat istimewa." Tanya Linlin dengan sedikit berbisik.


"Menemukannya seperti arak saja, dia anak yang ku selamatkan dari desa di perbatasan itu, kau ingat aku ditugaskan kesana kan?" Jawab kin dengan tersenyum kecut.


"Maaf kakak aku tidak bermaksud menyinggung mu, aku lupa bahwa kau pergi untuk melaksanakan misi ke perbatasan...." Linlin menunjukkan ekspresi sedikit ketakutan.


Linlin Sekarang melirik ke arah zachery dan mulai berbincang dengannya, "namamu Zachery kan, apa kau tahu tubuh mu adalah tubuh dewa laut, tubuh istimewa yang hanya muncul 100 tahun sekali?", Zachery menggangukan kepalanya pelan dan menjawab, "aku tidak tahu sebelum diberi tahu guru, tapi alasan desaku diserang mungkin karena tubuhku ya bibi guru." Wajah zachery terlihat lesu dan membuat Linlin segera mengganti topik lain.


"Maaf membuat mu mengingat kejadian itu, tapi kualitas tubuh dewa laut mu sangat berbahaya jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas organ tubuh lainnya, kau mengerti?" Akhirnya Linlin bertanya dengan lebih tenang.


"Aku sedikit mengerti bibi guru, terkadang aku akan pingsan setelah melakukan kegiatan yang menguras tenaga, mungkin karena kualitasnya organ ku tidak menyamai tubuh dewa laut ku ya?" Zachery berusaha tersenyum menanggapi pernyataan Linlin.


Kin yang mendengar hal tersebut melirik ke arah zachery, dia masih mengingat saat menyuruhnya menebang pohon kecil saat itu, zachery pingsan dalam waktu yang lama.


"tidak, tentu tidak selalu buruk, tetapi latihan mu akan lebih keras dari anak yang lain yang sudah berlatih lebih dahulu, apa kau siap?" tanya Linlin sembari menepuk pundak zachery.


"jika untuk balas dendam dan bisa menjadi murid yang dibanggakan guru, aku akan selalu siap bibi guru." jawab zachery dengan tersenyum kecil.


"bagus itu baru namanya semangat, kalau begitu kau akan mendapatkan pelatihan khusus dan tidak akan mengikuti pelatihan bersama hingga tubuhmu siap, tunggu sebentar aku akan membuatkan mu identitas sebagai murid sekte sekarang." Linlin tersenyum hangat ke arah zachery dan segera memasuki sebuah Ruangan di belakang meja resepsionis.


*


**catatan penulis :


untuk kalian yang mungkin di chapter sebelumnya bertanya - tanya tentang mata uang Ryo, Ryo adalah mata uang yang digunakan negara Jepang di masa pra meiji (edo) yaitu di tahun 1607 - 1867 dengan terbitan terakhirnya pada tahun 1818, yang jika di konversikan ke yen harganya sekitar \= 10 Yen.


dan jika kalian penggemar seri naruto, Ryo juga digunakan di naruto universe, cmiiw.

__ADS_1


sampai jumpa di chapter berikutnya, selamat membaca**.


__ADS_2