
Setelah menyelesaikan pendaftaran menjadi anggota sekte, Zachery pamit untuk segera beristirahat, karena kin sendiri yang banyak bertarung untuk melindungi dirinya belum beristirahat sama sekali, sejak terakhir bertarung dengan Johan salah satu dari si kejam bersaudara.
"Datanglah lagi kemari, bila kau ada waktu luang zachery...jangan pernah bosan".
"Tentu bibi guru, lain kali aku akan kesini untuk sekedar berbincang - bincang denganmu."
Setelah keluar dari gedung tersebut, kin mengajak zachery untuk pergi ke arah barat yang merupakan kediamannya, memang di sekte sebesar matahari Phoenix setiap tetua akan punya kediaman sendiri ,bahkan ukurannya bisa sebesar sebuah desa jika tetua yang menempati wilayah tersebut membawa keluarga nya.
Karena kin sendiri tetua yang tidak membawa keluarga nya jadi dia memilih kediaman yang mempunyai beberapa gedung saja, menurutnya tidak baik jika hanya sebuah bangunan saja bisa sampai menjadi rebutan jika terjadi di sekte sebesar matahari Phoenix.
Tidak lama kemudian keduanya sampai di sebuah wilayah yang hanya terdiri dari beberapa bangunan gedung berlantai 2 sampai lantai 4 yang kediaman utamanya bernama cahaya Phoenix.
"Kita sampai, lihatlah estetika bangunan ini....gurumu ini memang punya nilai seni yang tinggi kan." Jelas kin dengan wajah bangga.
"Memang bagus tapi karena aku lama berada di desa, aku tidak tertarik guru." Zachery menanggapi nya dengan tidak memalingkan mukanya ke arah kin, Zachery pun langsung masuk ke dalam kediaman kin, keadaan tubuhnya sudah letih akibat perjalanan panjang.
"Dasar dia memang beda." Kin menggelengkan kepalanya pelan sebelum ikut masuk ke dalam bangunan tersebut.
Zachery di perbolehkan memilih kamar sendiri oleh kin, menurutnya mungkin karena terlalu lama berada di desa zachery tidak terlalu suka jika diberi kamar yang spesial, apalagi jika hanya melihat dari estetikanya.
Selain itu kebutuhan tetua sekte biasanya akan disiapkan oleh para anggota sekte maupun penduduk biasa yang bekerja pada sekte dengan bayaran upah, tetapi karena biasanya kin memasak dan memenuhi kebutuhan nya sendiri, kediaman nya sangat jarang di temui anggota sekte maupun penduduk yang bekerja.
"Aku akan mencoba memasak guru, ingin makan apa?" Zachery tiba - tiba bertanya saat kin sedang membereskan pakaian di kamarnya.
"Hmm....memangnya kau bisa memasak apa zachery?" Tanya kin dengan keheranan.
__ADS_1
"Tentu saja makanan yang sebagiannya bertema daging dan sayuran." Jelas zachery sembari tersenyum kecil.
"Baiklah, selama di perjalanan kemarin, beberapa kali aku yang memasak jadi aku mau merasakan masakan mu, masaklah!" Perintah kin yang diikuti zachery yang langsung segera menuju dapur villa cahaya Phoenix.
Keadaan dapur villa cahaya Phoenix cukup terawat Meskipun sering ditinggalkan misi oleh kin yang merupakan tetua pedang, selain itu terkadang beberapa anggota sekte akan ditugaskan membersihkan kediaman tetua yang berada di sekte matahari Phoenix.
Terlihat deretan alat - alat dapur yang tersimpan rapi dan bahan makanan yang cukup untuk beberapa bulan kedepan membuat zachery leluasa memasak di dapur tersebut, tangan nya dengan lincah memotong bahan - bahan makanan yang merupakan bahan untuk masakan bertema daging.
Beberapa menit kemudian makanan tersebut sudah hampir matang, aroma dari rempah - rempah beraroma wangi yang dipakai zachery bisa tercium ke seluruh villa cahaya Phoenix, membuat semua orang yang melewati villa tersebut penasaran siapakah gerangan yang sedang memasak hidangan ini.
Akhirnya semua hidangan telah di masak, dan zachery memanggil kin untuk menikmati nya di meja makan, "guru semua sudah siap, kemarilah kau harus mencicipinya." Mendengar bahwa hidangan yang disiapkan muridnya sudah ada di meja makan kin segera keluar dari kamarnya.
"Hmm aromanya cukup harum, kau ini koki atau ingin jadi pendekar, tapi kuharap rasanya sama dengan aromanya."
"Baiklah......hmmm rasanya enak sekali, kau berbakat, apa sebaiknya aku mendaftarkan mu jadi koki sekte." Tanya kin dengan wajah penasaran dengan jawaban zachery.
"Ah, tidak....tidak....tidak lebih baik aku jadi pendekar saja guru, humor mu itu receh sekali." Zachery Tersenyum kecut menanggapi nya.
setelah kejadian itu akhirnya setiap hari zachery yang akan memasakkan makanan untuk pagi, siang dan malam untuk villa cahaya Phoenix karena kelezatan masakannya, bahkan ada tetua yang secara khusus ingin zachery memasak di dapur villanya, tapi karena kin menolak akhirnya permintaan tetua tersebut tidak dihiraukan oleh zachery.
setelah melakukan aktivitas seharian kin menghampiri zachery yang sedang membereskan kamarnya.
"mulai besok latihan mu dimulai, aku sendiri yang akan melatihmu." jelas kin sembari berlalu meninggalkan kamar zachery.
"baik guru, terimakasih." jawab zachery Dengan mantap.
__ADS_1
*
keesokan harinya zachery seperti biasa akan bangun lebih awal dibandingkan dengan gurunya, biasanya dia akan melakukan aktivitas seperti mengambil air sumur, memasak dan menyapu halaman. selama ini itu dilakukan untuk membuat tubuhnya kuat terlebih dahulu sebelum melakukan latihan bersama kin yang menerapkan cara mengajar dari sekte.
saat sedang menyapu halaman itulah zachery merasakan ada orang yang memandang nya dari pintu masuk villa cahaya Phoenix, saat zachery menoleh terlihat seorang yang kelihatannya berusia sepuh tetapi karena energi jiwanya yang besar fisik masih setara dengan seseorang berumur 50 - an tahun.
orang tersebut mengatakan dirinya ingin bertemu dengan kin, Zachery pun segera berlari untuk memberitahu kin yang saat ini sedang tertidur tetapi ditahan oleh lengan orang tersebut, "tidak usah jika dia masih tidur biarkan dia beristirahat, aku akan kesini lagi nanti siang, mohon disampaikan." orang tersebut memberi hormat walaupun usianya yang berada jauh dari zachery dan pergi berlalu ke arah pintu masuk villa cahaya Phoenix.
beberapa saat kemudian kin baru bangun dari tidurnya, dia melihat zachery yang sedang melakukan pemanasan dan latihan sederhana yang diajarkan kin untuk melatih pernafasan pada perjalanan beberapa hari lalu, "dia tidak pernah berubah, selalu bangun lebih awal untuk melakukan kegiatannya lebih pagi dariku." kin menatap zachery cukup lama sebelum dia pergi ke arah kamar mandi.
setelah melakukan aktivitas paginya kin segera menghampiri zachery yang sedang bermeditasi, "sudah siap, ayo kita latihan zachery." mendengar itu zachery segera membuka matanya dan menemukan kin sedang berada dihadapannya.
"guru rupanya, tadi ada seseorang kemari dia mengatakan ingin bertemu dengan guru, tapi saat itu guru masih tidur jadi dia berniat akan kembali lagi nanti siang." jelas zachery.
"hmmm begitu ya, mungkin itu ketua sekte dia biasanya akan menemui ku saat aku kembali dari misi, kemarilah aku akan memeriksa energi jiwa dan kualitas tulang mu." kin segera pergi ke arah sebuah lapangan yang berada diantara pohon - pohon kayu besi yang rindang dan dengan diikuti langkah nya oleh zachery.
"baiklah mari guru." jawab zachery dengan tersenyum kecil.
*
**catatan penulis :
untuk kalian yang mungkin menunggu rilisnya Chapter, mohon untuk bersabar sebenarnya saya sudah menyerahkan naskah nya pada hari Sabtu, tapi sampai saat ini review nya masih berlanjut mohon ditunggu, terimakasih.
sampai jumpa di chapter selanjutnya**.
__ADS_1