Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Identitas Chen Chu


__ADS_3

"Paman guru." ucap Fang An memanggil kedua paman gurunya, dia memberi kode agar kedua paman gurunya menyerang dan membantai pasukan bendera lima warna.


Kedua paman guru Fang An mengerti dengan kode itu, keduanya kemudian bergerak menyerang kelima Patriak sekte, namun sebelum keduanya melesat, kepala kelima Patriak sekte lebih dulu terlepas dari tempatnya, lalu diikuti tubuh tanpa kepala yang juga tumbang.


"Dasar keras kepala." gumam Fang An tersenyum, Fang An dapat melihat sosok hitam transparan yang memenggal kepala kelima Patriak sekte, yang tidak lain adalah Yue Lin.


Rupanya Yue Lin tidak pergi jauh, dia hanya bersembunyi dibalik pohon besar dan melihat pertarungan Fang An, saat Fang An berhasil membunuh tiga kultivator sewaan, Yue Lin menggunakan artefak dan melesat menyerang kelima Patriak sekte.


Melihat kelima Patriak tumbang tanpa kepala, pasukan bendera lima warna semakin ketakutan, apalagi pasukan yang berada paling depan.


Slash Slash Slash


Slash Slash Slash


Satu persatu pasukan bendera lima warna tumbang tanpa kepala, Yue Lin bergerak cepat dan gesit, lalu memenggal satu persatu pasukan bendera lima warna.


Melihat Yue Lin yang sibuk melakukan pembantaian, Fang An juga melesat dan melakukan pembantaian itu, kemudian diikuti kedua paman gurunya.


Pasukan bendera lima warna mencoba membuat perlawanan, namun perlawanan mereka tidak berarti sama sekali, mereka ditebas seperti petani memotong rumput dengan parang.


Fang An dan Yue Lin menyerang tepat pada sasaran, yaitu leher dan juga jantung, sehingga hanya sekali tebasan dan tusukan, pasukan bendera lima warna langsung keok.


Selain Fang An dan Yue Lin, kedua paman guru Fang An juga terus membantai pasukan bendera lima warna, dengan kekuatan dewa bumi tahap puncak, membunuh pejuang surgawi kebawah bukanlah hal sulit bagi keduanya, bahkan terlihat kedua paman guru Fang An sangat menikmati pembantaian itu.


Pasukan bendera lima warna yang berada ditengah dan belakang, satu persatu dari mereka melarikan diri, meski jumlah mereka hampir mencapai dua ratus ribu, tapi kelima orang yang mereka hadapi itu bukan lawan yang seimbang, sehingga melarikan diri adalah satu satunya cara yang bisa mereka lakukan.


"Paman guru, aku dan Lin'er akan menghadang mereka yang melarikan diri." ucap Fang An saat melihat pasukan yang berada di tengah dan belakang melarikan diri.


"Baiklah, kejar mereka dan bunuh semampu mu!" balas Shujao tanpa menoleh, dia masih sibuk membunuh pasukan bendera lima warna.


"Lin'er? ayo!" ajak Fang An, lalu melesat menyusul pasukan bendera lima warna, dan diikuti Yue Lin dari belakang.


Tidak berapa lama, Fang An dan Yue Lin memulai pembantaian lagi, keduanya berada tepat didepan pasukan bendera lima warna yang melarikan diri itu, meski begitu, tetap saja ada yang lolos dari mereka.


"Hati hati Lin'er!" ucap Fang An yang tengah sibuk melakukan pembantaian.

__ADS_1


"Baik Gege." jawab Yue Lin yang juga sibuk dalam pembantaian itu.


2 jam kemudian.


Lebih dari 50 ribu pasukan bendera lima warna yang dibantai Fang An, Yue Lin dan kedua paman guru Yue Lin, hutan yang tadinya lebat, berubah menjadi kuburan bagi lebih dari 50 ribu pasukan bendera lima warna.


"Kamu tidak apa apa anak muda?" tanya Shujao yang lupa dengan nama Fang An.


"Aku baik baik saja paman guru." jawab Fang An mengangguk.


"Aku tidak percaya kakak Chen memiliki murid jenius seperti mu." ucap paman guru Fang An yang satunya lagi, yang tidak lain adalah Da Guang.


Fang An hanya tersenyum dan menggaruk kepala, karena memang yang dikatakan Da Guang itu benar, diusia yang masih sangat muda, Fang lah sudah memiliki kekuatan yang besar.


"Maaf paman guru! kenapa paman guru berdua berada disini? dan kenapa bergabung bersama bendera lima warna?" tanya Fang An ingin tahu tujuan kedua paman gurunya.


"Aku dan adik Guang mencari kakak Chen, kami dengar kakak Chen berada disini, namun saat tiba di benua tengah, kami mendengar ada pasukan besar yang menyerang benua selatan ini, aku dan adik Guang yang gila akan pertarungan pun ikut andil dalam penyerangan ini, tapi siapa sangka akan bertemu dengan mu anak muda." jawab Sujhao menjelaskan.


"Dimana kakak Chen?" ucap lanjut Shujao bertanya.


"Perbatasan benua Utara dan tengah?" Da Guang sedikit tersentak, karena jika pergi ke perbatasan kedua benua itu membutuhkan waktu 6-7 bulan, tapi dengan kekuatan yang keduanya miliki, mereka dapat melakukan perjalanan paling lama 2-3 bulan saja.


"Benar paman guru, guru berada dihutan perbatasan kedua benua itu." jawab Fang An menganggukkan kepala.


"Haaaaahh.. Balik lagi ke Utara." ucap Da Guang membuang nafas panjang.


"Ada apa paman guru? kenapa paman guru berdua sangat ingin menemukan guru?" tanya Fang An sedikit penasaran.


"Kamu sudah tahu identitas gurumu?" tanya balik Da Guang.


"Belum paman guru." jawab Fang An menggeleng kepala.


"Sudah ku tebak." ucap Da Guang tersenyum.


"Memangnya ada apa paman guru? identitas apa yang guru miliki?" tanya Fang An sangat penasaran.

__ADS_1


"Kakak Chen dijodohkan dengan nona muda klan Xu, pernikahan mereka hanya tersisa 1 tahun lagi, tapi kakak Chen belum kembali sejak 5 tahun yang lalu, karena itulah guru sekaligus Patriak menyuruh kami untuk mencari kakak Chen." jawab Da Guang menjelaskan identitas Chen Chu.


"Di jodohkan? apa aku tidak salah dengar, paman guru?" Fang An tersentak dengan cerita Da Guang.


"Kenapa dengan mu?" tanya Da Guang mengerutkan kening.


"Bagaimana bisa guru di jodohkan dengan usia yang tua itu?" tanya Fang An tidak percaya.


"Kamu tertipu anak muda, siapa namamu tadi?" ucap Da Guang sekaligus menanyakan nama Fang An.


"Namaku Fang An, paman guru, dan dia adalah Yue Lin." jawab Fang An mengenalkan diri dan Yue Lin.


"An'er, kakak Chen baru berusia 22 tahun, aku dan kakak Shujao baru berusia 21 tahun, kalian berdua tertipu dengan penampilan kami." ucap Da Guang tersenyum, begitu juga dengan Shujao.


"22 tahun?" Fang An tersentak kembali saat mendengar usia gurunya, bagaimana bisa pria paruh baya yang terlihat 50-60 tahun baru berusia 22 tahun?


"Aku, kakak Shujao dan kakak Chen menggunakan teknik khusus untuk mengubah tampilan, teknik itu dinamakan teknik perubahan wujud." ucap Da Guang menjelaskan.


"Kakak Chen adalah tuan muda klan Chen, selain berstatus tuan muda klan, kakak Chen juga jenius klan, diusianya yang baru 22 tahun, kakak Chen sudah menembus dewa langit tahap puncak." ucap lanjut Da Guang menjelaskan status Chen Chu.


Mendengar ada teknik perubahan wujud, mata Fang An berbinar binar, jika benar, tentu dia akan minta di ajari Chen Chu jika bertemu.


"Aku akan membawa paman guru bertemu dengan guru!" ucap Fang An yang ingin mempelajari teknik perubahan wujud.


"Jangan bilang kamu ingin mempelajari teknik itu?" ucap Shujao menebak.


Fang An tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gege, bagaimana dengan bendera lima warna?" Yue Lin mengingatkan Fang An tentang bendera lima warna.


*******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2