
Setelah hati dan pikirannya tenang. Raksha melepaskan pelukannya. Ketika cewek itu hendak berbalik.
"Tu-tunggu! Jangan berbalik!"
"Kenapa lagi?"
"Tunggu sebentar, jangan berbalik sekarang."
"Apa sih?"
Dyxie tidak bisa menolak perkataan Raksha. Mengapa cowok itu melarangnya berbalik. Tidak tahu saja dia kalau wajah cowok yang dibelakangnya sudah bersemu merah. Bahkan hingga telinganya pun juga ikut memerah. Setelah dirasa wajahnya terlihat terlalu panas, Raksha memperbolehkan Dyxie berbalik.
"Udah gapapa." ucapnya.
Setelah Dyxie berbalik, wajah yang tadinya sudah tidak bersemu merah kini kembali bersemu merah saat melihat Dyxie. Teringat saat dia tiba-tiba memeluk cewek didepannya tersebut. "Benar-benar memalukan.." batin cowok itu.
"Lo ada masalah?" melenceng dari yang Raksha pikirkan. Raksha kira cewek itu akan langsung meledeknya setelah dia memeluk cewek itu. Ternyata salah, Dyxie malah menanyakan dirinya ada masalah apa?.
"Hm, dikit." jawab Raksha.
"Kenapa?" tanya Dyxie lagi.
"Masalahnya rumit. Kami bertiga di khianati sahabat kami." katanya.
Tanpa disebut orangnya Dyxie sudah mengerti siapa yang dimaksud dengan kami. Bahkan Dyxie sempat berpikir apakah cewek tadi biang kerok masalah ini?
"Siswi baru tadi ya?" tanya Dyxie menebak akar masalah pagi ini.
"Hm. Jangan bahas dia dulu okay?"
Dyxie mengangguk, kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Kemudian menepuk sampingnya mengisyaratkan agar cowok itu duduk disampingnya. Mengerti maksud Dyxie, Raksha segera duduk disamping cewek itu.
"Lo gak marah?" tanya Raksha tiba-tiba.
"Marah? Kenapa marah?" tanya Dyxie balik yang kebingungan dengan pertanyaan Raksha.
"Gue peluk Lo tadi." kata Raksha pelan. Tetapi telinga Dyxie masih mampu mendengarnya.
Perkataan Raksha tersebut membuat cewek itu menunjukkan senyum manisnya yang sangat jarang dia perlihatkan. Entah sadar atau tidak, senyuman itu mampu membuat Raksha terpesona.
"Kenapa gue harus marah?" tanya Dyxie.
Raksha diam membisu. Dia bingung akan menjawab apa. Pikirnya Dyxie akan marah karena dia memeluknya tiba-tiba pada dia bukanlah siapa-siapa dalam hidup Dyxie.
"Gue kalau ada masalah juga peluk orang kok." cetus Dyxie.
__ADS_1
"Biasanya gue peluk kakak gue, Aura atau Keyla. Kadang mami. Wajar aja orang kalau punya masalah memeluk seseorang. So, kenapa gue harus marah?"
Raksha menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan senyumnya. Setelah bisa menormalkan ekspresi wajahnya cowok itu kembali menatap Dyxie sambil tersenyum tipis.
"Lo nanti pulang sekolah temani gue ya?" tanya Raksha.
"Bukannya gue setiap pulang sekolah selalu bareng sama Lo?" tanya Dyxie balik. Karena memang sejak hari dimana mereka dipilih mewakili sekolah untuk Olimpiade Sains Nasional, mereka selalu bersama setiap pulang sekolah untuk belajar.
"Maksudnya bukan belajar, temani gue ke suatu tempat." kata Raksha.
"Berarti gak belajar kan?" tanya Dyxie dengan mata berbinar-binar.
"Nggak, malam ini libur aja belajarnya." jawab Raksha.
"Yes!!"
*
Setelah sekian lama berbincang-bincang di rooftop. Bel berbunyi. Menandakan jam pelajaran pertama akan segera di mulai dalam waktu 5 menit. Dyxie dan Raksha berjalan ke kelas bersampingan. Di koridor mereka melihat Viola yang membully seseorang.
Dyxie menghampiri cewek itu. Berbeda dengan Raksha yang malah memalingkan wajah dari kejadian pembullyan tersebut.
"Masih belum pindah juga hm?" tanya Dyxie.
"Simpel sih, orang kemarin yang akan buatin Lo surat tanda Lo dikeluarkan dari sekolah." kata Dyxie dengan santainya.
"Lo!"
"Lo, balik ke kelas. Mumpung gue baik hati." kata Dyxie kepada korban bully Viola.
"Ba-baik kak. Terimakasih." kata siswi yang merupakan adik kelas mereka kemudian segera kabur dari sana.
"Segera pindah ya ulat bulu." ucap Dyxie kemudian berjalan menjauh dari cewek itu diikuti Raksha di belakangnya.
Tapi ada yang aneh dan cowok itu. Setelah melihat Viola membully adik kelas mereka tersebut, tangan Raksha gemetaran. Keringat dingin bercucuran. Napasnya terengah-engah. Jantungnya berdebar cepat hingga dada kirinya terasa sakit.
"Lo kenapa?" tanya Dyxie.
"Nggak, gue gapapa. Gue duluan." Setelah mengatakan hal itu Raksha segera berlari menuju kelasnya diikuti tatapan aneh dari Dyxie.
"Pucat banget? Dia kenapa?" batin Dyxie.
*
Raksha di kelasnya langsung duduk di bangkunya tanpa menghiraukan cewek yang menyapanya. Dengan terburu-buru cowok itu segera memasang earphone di telinganya. Ia juga mengunyah permen rasa lemon. Setelah beberapa saat, gejala yang dia rasakan tadi berkurang.
__ADS_1
"Kamu kenapa Sha?" tanya Veline dengan tangan yang memegang pundak Raksha.
"Jangan sentuh gue!" ucap Raksha dan tangannya langsung menepis tangan Veline yang memegang pundaknya. Dia memang tidak mendengar apa yang dikatakan Veline, tapi dia tahu cewek yang menyentuhnya ada Veline makanya dia langsung menepis tangan yang memegang pundaknya.
"Kamu kenapa sih? Kamu juga marah sama aku?"
"Aku gak salah apa-apa Raksha."
"Dia sendiri yang salah, dia salah karena bunuh diri. Udah gitu nyalahin aku lagi!" kata Veline.
Cewek itu benar-benar tidak sadar, jika dirinyalahlah faktor utama yang menyebabkan Angel sahabat mereka yang juga merupakan adik dari Galang bunuh diri.
"Ngaca! Pembunuh nyalahin korban!" kata Galang saat melewati Veline. Cowok itu juga sengaja menyenggol lengan Veline dengan keras hingga membuat cewek itu mengaduh kesakitan.
"Adik Lo bunuh diri buka karena gue!"
"Mending Lo diam. Atau bisa saja kita mutilasi Lo sekarang juga." kata Oliver dengan nada rendah namun kalimatnya menekan disertai tatapan membunuh.
Hal itu sukses membuat bulu kuduk Aveline berdiri. Cewek itu memilih berhenti mengganggu mereka dan duduk di bangkunya.
Tidak lama setelah perdebatan mereka berempat, guru pun datang dan pelajaran segera dimulai. Namun Raksha belum juga melepas earphone yang ada ditelinganya. Sesekali Oliver melirik sahabatnya tersebut. Kemudian Oliver memutuskan melepas earphone di telinga Raksha, daripada sahabatnya itu terkena hukuman.
"Kenapa? Kambuh?" tanya Oliver dengan suara pelan dan hanya dijawab anggukan kecil oleh Raksha.
"Sekarang sudah sepi, tenang okay." kata Oliver sambil menepuk pundak Raksha untuk menenangkan cowok itu.
*
Setelah pulang sekolah, seperti yang dijanjikan tadi. Raksha mengajak Dyxie ke suatu tempat. Tempat tersebut sangat jauh dari pusat kota. Raksha mengajaknya ke sebuah tempat pemakaman umum yang ada di desa.
"Makam?" tanya Dyxie melihat pemandangan di depannya.
"Hm, gue mau kenalin Lo ke dia." kata Raksha.
"Siapa?"
Raksha hanya tersenyum menanggapinya. Kemudian mereka berjalan masuk ke area pemakaman tersebut. Makam yang dituju Raksha ternyata ada jauh di dalam area pemakaman tersebut. Makam tersebut dinaungi pohon bunga kamboja yang membuat harum tempat disekitarnya.
"Ini makam siapa?" tanya Dyxie lagi.
"Ini makam Angela. Sahabatnya gue dan adiknya Galang." kata Raksha dengan tangan yang membersihkan sampah-sampah daun di atas makam gadis bernama Angel tersebut.
...***...
...Bersambung......
__ADS_1