
Setelah sekian lama mereka melakukan penerbangan. Akhirnya pada pukul 20.00 KST mereka sampai di Bandara Internasional Gimpo. Dyxie masih juga belum bangun. Akhirnya karena tidak tega membangunkan Dyxie, Raksha memilih menggendong cewek itu.
Sahabat-sahabat mereka terkejut bukan main melihat scene romantis di depan mereka tersebut. Sangat tidak menyangka dua orang yang kaku dalam masalah asmara bisa se sweet ini.
"Gila, itu Raksha?" bisik Galang kepada Aura, Keyla, dan juga Oliver yang ada disampingnya.
Posisi mereka sudah keluar dari pesawat ya.
"Diabetes gue lihat mereka." ucap Keyla menilai cara Dyxie dan Raksha berinteraksi sangatlah manis.
"Fix sih, kalau mereka jadian satu sekolah heboh." celetuk Aura yang membayangkan betapa hebohnya fangirl seorang Raksha ketika tahu Raksha pacaran.
"Biarin aja, jarang-jarang mereka sweet gitu. Ketimbang perang dingin kayak kemarin-kemarin." kata Oliver.
Setelah dari bandara seluruh siswa siswi kelas 12 SMA Achievers di arahkan untuk menuju hotel tempat mereka akan menginap. Dari 8 kelas tersebut tidak menginap di satu hotel. Kelas 12-1 sampai 12-4 menginap di Henn-na Hotel Seoul Myeongdong. Sedangkan kelas 12-5 sampai 12-8 menginap di The Grand Hotel Myeongdong. Dyxie yang merupakan kelas 12-3 dan Raksha yang merupakan kelas 12-1 menginap di satu hotel. Ingat! Satu hotel! Bukan satu kamar!
"Sha, sini biar Dyxie kita bawa. Kita bertiga satu kamar." ucap Aura.
"Gue antar sampai depan kamar." kata Raksha. Cowok itu sepertinya enggan menurunkan Dyxie dari gendongannya.
Setelah mengantarkan Dyxie ke kamarnya, Raksha kembali ke kamarnya sendiri. Oh ralat dia bersama dengan Galang dan juga Oliver.
"Kirain mau tidur bareng ayang." ucap Galang meledek Raksha.
"Ciee habis gendong ayang." kata Oliver ikut meledek.
Ketua OSIS tersebut hanya menatap sinis kedua sahabatnya yang tidak pernah bosan meledek dirinya jika itu berhubungan dengan Dyxie. Sialnya dia selalu kena jika di ledek mereka berdua.
"Biasa aja kali ngab tatapannya." ucap Galang. "Asli dah tatapan Lo kayak mau makan kita mentah-mentah." sambungnya kemudian sambil bergidik ngeri.
Raksha berdecak sebal, kemudian melepaskan jaketnya dan melempar jaketnya ke sofa. Cowok itu merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Lo udah baikan sama dia?" tanya Oliver.
"Gak, ralat belum." jawab Raksha sambil memejamkan matanya.
"Lo harus hati-hati, Aveline satu hotel sama kita. Bisa saja dia berulah lagi. Jangan sampai Lo kepancing lagi kayak kemarin." ujar Galang dengan mimik wajah serius.
"Hm, Lo kemarin sempat salah paham sama Dyxie karena ulah Aveline." imbuh Oliver.
"Jangan sampai ada yang bernasib kayak adek gue lagi." ucap Galang lagi.
"Hm, gue tahu." sahut Raksha dengan suara parau.
__ADS_1
Disisi lain Dyxie terbangun saat akan diletakkan di ranjang. Cewek itu langsung duduk dan melihat sekelilingnya. Pikirnya dia tadi masih di pesawat.
"Kalian dari bandara yang gend--" pertanyaan Dyxie dipotong oleh Aura.
"Raksha yang gendong Lo sejak keluar dari pesawat." cetus Aura yang sukses membuat Dyxie terdiam.
Jantungnya berdetak lebih cepat, pipinya sedikit memanas. Membayangkan bagaimana tatapan semua siswa-siswi SMA Achievers melihat dirinya digendong ketua OSIS galak idaman kaum hawa di SMA itu.
"Gue bakal dikeroyok zombie betina kah?" gumam Dyxie.
"Nggak, yang ada mereka kabur duluan lihat tampang Lo." ucap Keyla.
"Kampret Lo!"
Aura dan Keyla langsung tertawa melihat Dyxie yang kesal.
"Tapi serius deh, Lo baikan sama Raksha?" tanya Aura.
"Nggak." jawab Dyxie singkat.
Dia tidak tahu kenapa dia sesedih itu dibentak oleh Raksha. Padahal cewek itu biasanya selalu bodo amat ketika dibentak papinya. Dyxie sudah sering di bentak karena berbagai macam ulah yang dia lakukan, tapi karena memang dasarnya bandel dia gak pernah kapok. Tapi kali ini hatinya sakit sekali saat Raksha membentak-bentaknya dengan tatapan tajam.
"Lo masih marah karena dibentak dia?" tanya Keyla.
"Gue tahu, cuma gue masih sakit hati." tutur Dyxie.
"Kenapa?" tanya Aura lagi, dia sengaja memancing Dyxie agar mengakui perasaannya.
"Lupain aja." jawab Dyxie kemudian beranjak ke kamar mandi.
Blam. Setelah Dyxie masuk kamar mandi. Aura dan Keyla menggelengkan kepalanya bersamaan. Gak habis pikir. Disaat hubungannya dengan Raksha sedang renggang tapi masih gengsi juga bilang suka.
"Gengsinya ketinggian anjr." ucap Aura.
"Harus kita bantuin gak sih?" tanya Keyla.
"Gas!"
"Tapi caranya?" tanya Keyla lagi.
Hening. Keduanya terdiam. Mereka juga bingung ingin mendekatkan sahabatnya itu dengan Raksha dengan cara apa.
*
__ADS_1
Keesokan harinya, masih pagi sekali. Dyxie sudah terbangun. Cewek itu segera mandi dan bersiap pergi jalan-jalan untuk melihat suasana musim dingin di Korea Selatan.
Cewek itu memakai pakaian yang tebal untuk melindungi dirinya dari hawa dingin. Dia sudah tidak kaget dengan cuaca disana karena sudah terbiasa. Bahkan dengan jalan-jalan di sana dia juga tidak bingung karena saat kelas 10 dia sekolah di Korea.
"Indah.." gumam Dyxie melihat sekelilingnya yang tertutup salju.
Cewek itu duduk di salah satu bangku taman, kemudian menatap pepohonan yang tertutup salju bergantian dengan kolam di taman tersebut yang membeku.
"Lama banget gue gak lihat semua ini.." batinnya.
Dyxie sedikit menyesali keteledorannya, dia lupa memakai sarung tangan saat pergi tadi. Alhasil tangannya kedinginan. Cewek itu meniup-niup telapak tangannya berharap bisa menghangatkannya.
Tap.
Tiba-tiba seseorang meletakkan lemon tea hangat di tangannya. Kemudian orang itu duduk di sampingnya.
"Gue gak butuh ini." Dyxie hendak mengembalikan minuman itu ketika tahu Raksha yang memberikan itu padanya.
"Gue tahu Lo suka itu." ucap Raksha.
Dyxie terdiam. Kemudian cewek itu beranjak meninggalkan Raksha menuju kembali ke hotel. Tapi saat sudah di depan hotel dia dikejutkan dengan Aura, Keyla, serta dua sahabat Raksha ada di depan hotel.
"Kalian?"
"Nah, kita nungguin Lo dari tadi." ucap Aura bersemangat.
"Mau kemana?" tanya Dyxie.
"Jalan-jalan bersama." jawab Raksha yang baru saja datang dari belakangnya.
"Kita berenam?" tanya Dyxie lagi.
"Iya! Mau ya? Please..." kata Keyla memohon kepada Dyxie dengan muka cute-nya.
Dyxie menghela napas, dia berusaha menghindari Raksha karena masih kesal dan apa ini? Mereka harus jalan-jalan bersama? Ingin berkata tidak tetapi Dyxie tidak tega dengan dua sahabatnya.
"Hahh, baiklah."
Raksha tersenyum mendengar jawaban Dyxie, tahap satu rencananya sudah berhasil dibantu sahabat-sahabatnya.
Jangan tanya kenapa gak bareng dengan kelompok sekolah lainnya. Saat sudah sampai tempat liburan semua siswa dan siswi di bebaskan pergi ke tempat yang mereka inginkan sebagaimana liburan pribadi, selama tempat itu bukan tempat yang buruk(bar, club, dsbg). Di baju para murid SMA Achievers akan dipasang pin untuk melacak lokasi semua murid. Jika pin di lepas akan langsung ketahuan dan akan di hukum.
...***...
__ADS_1
...Bersambung......