Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Kerenly Sekali


__ADS_3

Green dibuat semakin gelisah saat Andreas keluar dari kamar mandi. Pasalnya pemuda itu hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"A.. aku akan ke kamar kak Red atau Blacky untuk meminjam baju," ucap Green dengan gugup.


Tapi langkahnya terhenti karena ditahan oleh Andreas, tubuh Green merapat di dinding dengan Andreas yang mengunci pergerakannya. Wajah Andreas begitu dekat apalagi dengan rambutnya yang basah dan acak-acakan membuat pemuda itu semakin tampan.


"Kenapa kau begitu gugup begitu, Bear," tanya Andreas sambil memajukan wajahnya yang membuat jantung Green serasa mau keluar.


"Be.. Bear?" tanya Green balik.


"Ya, karena kau seperti beruang yang manis," jawab Andreas yang matanya sudah membidik bibir pacarnya.


Jempolnya mengusap bibir itu, dia ingin mencium Green sekarang.


"Aku sudah mandi dan sudah tidak bau lagi. Jadi bisakah aku mendapatkan sesuatu?" tanya Andreas dengan sangat nakal.


Bagaimana tidak jika dia berbicara dengan bibir yang mengusap-ngusap pipi Green.


"Andreas, aku..." Green ingin keluar dari situasi seintim ini. Tapi tubuhnya lemah seperti tidak bertulang.


Andreas semakin suka melihat Green yang salah tingkah seperti itu. Gadis pemberani itu sekarang begitu menggemaskan dimatanya.

__ADS_1


Tangan Andreas menekan tengkuk Green supaya gadis itu menatapnya. Saat kedua mata mereka beradu ada desiran aneh mengalir dari tubuh keduanya.


Andreas memiringkan wajahnya dan entah kenapa Green langsung menutup matanya seolah pasrah. Tapi di detik itu juga pintu kamar Green dibuka oleh Red.


"Sialan! Apa yang kau lakukan pada adikku!" Red mendekat dan mencengkram leher Andreas di sana.


Green panik, dia takut ketahuan. "Kak, jangan ribut nanti daddy tahu!"


"Veronica melapor jika ada penyusup di mansion, rupanya cecunguk ini! Dan apa ini?" Red semakin gusar melihat penampilan Andreas yang hanya memakai handuk.


Akhirnya Red membawa Andreas ke kamarnya. Di dalam kamarnya, Red melempar bajunya pada Andreas.


"Pakai itu, beraninya kau memacari adikku!" Red masih tampak marah.


"Cih, kau belum berhenti bukan?" desis Andreas yang menemukan kotak rokok di dalam sana. Andreas mengambil itu dan menyalakannya di balkon kamar Red.


Red tak acuh, dia juga mengambil satu menyalakan dan menyesapnya. Kedua pemuda itu terdiam sejenak karena menikmati benda bernikotin itu.


"Sampai kapan kau akan begini? Setidaknya pikirkan masa depanmu!" ucap Red yang emosinya mulai mereda.


"Entahlah, aku benci hidupku!" balas Andreas sambil menyesap rokoknya.

__ADS_1


"Jika kau terus seperti ini akan aku pastikan kau tidak bisa menemui Green lagi. Aku tidak main-main!" Red mulai mengancam.


Andreas mulai berpikir, dia tidak bisa bermain dengan beruang manisnya lagi kalau begitu.


"Aku akan pulang malam ini," ucapnya kemudian.


"Bukan itu saja. Terimalah keadaan keluargamu mungkin itu sudah pilihan papamu jadi cukup kau hormati saja," sahut Red berusaha bijak.


"Kau tidak akan mengerti Red," ucap Andreas yang masih tidak terima papanya menikah dengan sesama jenis. "Apa Green masih mau menerimaku jika tahu tentang keluargaku?"


"Keluargaku tidak akan peduli dengan hal seperti itu asal kau benar-benar tulus pada Green," jawab Red.


Saat mereka tengah asyik berbincang, pintu kamar Red dibuka oleh Black karena dia sedang uring-uringan karena tidak mendapat inspirasi untuk membuat lagu.


"Kalian merokok?" tanya Black yang mendapati Red dan Andreas merokok di balkon kamar.


"Ada apa?" Red malah balik bertanya.


"Aku butuh inspirasi, biasanya aliran musik ku adalah rock n roll tapi aku harus membuat lagu romance. Aku sudah berpikir seharian tapi tidak menemukan ide," ungkap Black yang frustasi.


Andreas terkekeh mendengarnya, dia memberikan satu batang rokok pada Black. "Sesap ini, kau pasti akan mendapat inspirasi!"

__ADS_1


Black menggeleng dan menolak mentah-mentah. "Sorry, aku lelaki yang punya prinsip. Aku ingin hidup lebih lama apalagi sekarang aku sudah punya calon istri. Aku berencana akan membangun kisah penuh melodi bersama Nada!"


__ADS_2