
Setelah puas bersantai di rooftop. Dua remaja tersebut turun ke lantai satu untuk ke ruang kepala sekolah seperti yang di katakan Raksha tadi.
Tapi saat di tangga menuju lantai dua, mereka bertemu cewek yang sangat tidak ingin mereka temui. Yap, mereka berpapasan dengan Aveline.
"Raksha. Kok kamu sama..." cewek itu tidak melanjutkan kalimatnya tetapi menatap Dyxie dengan tatapan sinis.
"Bukan urusan Lo!" jawab Raksha ketus kemudian menggenggam pergelangan tangan Dyxie dan menariknya pergi dari sana karena terlalu malas meladeni pick me modelan Aveline.
"Ish!" tidak terima di acuhkan. Cewek itu mengejar Dyxie dan Raksha kemudian menghadang mereka lagi. "Kamu kok dekat-dekat sama dia sih?" tanyanya lagi. "Kamu gak tahu? Dia itu suka bully orang? Kan kamu benci pembully?" cewek itu terus menerus menghujani Raksha dengan pertanyaan. Sejujurnya Aveline mengatakan Dyxie pembully berniat memfitnah Dyxie, tidak tahu saja Dyxie adalah pembully yang lebih pro dari dirinya.
"Minggir dah Lo ulat apel!" celetuk Dyxie yang sudah terlanjur kesal dengan cewek di depannya.
"Ahh Rakshaa dia manggil aku ulat apel. huhu.." rengek cewek itu.
"Emang bener. Ayo!" sahut Raksha kemudian kembali berjalan menjauh dari Aveline.
Aveline menghentak-hentakkan kakinya ke lantai karena kesal. Cewek itu menatap tajam Dyxie yang menjauh digandeng Raksha.
"Lo target gue selanjutnya!" gumam Aveline dengan mata berkilat-kilat menatap tajam Dyxie.
*
Waktu berlalu. Sekarang tiba saatnya jam istirahat. Beruntung sekali latihan kali ini selesai tepat jam istirahat. Jadi setelah istirahat mereka masih bisa ikut pelajaran di kelas.
"Nah selesai!" kata Dyxie setelah menyelesaikan soal terakhir di komputer.
"Yaudah ayo."
"He'em." cewek itu beranjak dari tempat duduknya dan segera keluar ruangan.
Sedangkan Raksha langsung membelalakkan matanya kala Dyxie berdiri. Cowok itu mengusap wajahnya yang memerah. Kemudian ia melepaskan jas almamaternya dan berlari mengejar Dyxie.
"Dyxie!"
"Ap--" cewek itu tidak melanjutkan kalimatnya karena kaget tiba-tiba Raksha mengikatkan jas almamater ke pinggangnya.
"L-lo ngapain?"
"Sana ke kamar mandi. Bocor." kata Raksha sembari memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Dyxie langsung melotot dan reflek memegang rok bagian belakangnya. Benar saja. Dirinya datang bulan, mungkin itu juga yang membuatnya sangat malas bangun tadi pagi.
"Sial.." gumam cewek itu dengan pipi bersemu merah.
"Ke-kelihatan banget kah?" tanyanya dengan ratu tentunya sambil menahan malu.
"Hm, buruan ganti rok Lo."
"Masalahnya gue gak bawa ganti anj!"
Raksha seketika terdiam. Bahkan sekarang cowok itu ikut dibingungkan dengan masalah Dyxie saat ini. Padahal dia bukan siapa-siapanya.
"Yaudah, pakai aja jas gue."
"Serius? Gapapa?" tanya Dyxie dengan mata berbinar.
"Hm, tapi cuci sampai bersih!"
"Iya-iya bawel! Makasih!"
"Sana ke toilet."
"Hah, gila emang Lo. Masa tanggal dapet aja lupa sih?" gerutu Dyxie pada dirinya sendiri.
Cewek itu hendak membuka pintu toilet. Tapi ada yang salah. Pintu tersebut tidak bisa dibuka, seseorang telah mengunci pintu tersebut dari luar.
"Sialan! Buka pintunya Cok!" teriak Dyxie.
"Kenapa? Gak bisa buka ya?" tanya cewek diluar bilik toilet disusul tawa meremehkan.
Dari suaranya saja Dyxie sudah bisa menebak siapa yang menguncinya di dalam bilik toilet. Ya, sudah pasti itu Aveline. Dyxie ingin sekali memanjat pintu bilik toilet dan keluar dari sana lalu balik mengunci cewek sialan itu. Tapi dia terus teringat dengan pesan Shaka serta perkataan Raksha yang membenci pembully.
"Hahh..." Dyxie menghela napas. Dia memutuskan untuk memanjat pintu bilik toilet.
Bruk.
Cewek di depannya benar-benar terkejut melihat Dyxie yang sanggup memanjat pintu bilik toilet yang licin tersebut.
"Kenapa? Kaget gue bisa keluar?" tanya Dyxie dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"Lo! Jauhi Raksha! Dia pacar gue!"
Dyxie menaikkan satu alisnya, kemudian terkekeh. Perkataan Aveline barusan benar-benar gila.
"Lo di akui?" tanya Dyxie sambil menyungging senyum miringnya.
Pertanyaan yang sangat sepele. Akan tetapi Aveline tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena memang Raksha bukanlah pacarnya bahkan cowok itu membencinya, dialah yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya Raksha.
"Ck ck ck ck ck. Miris ya?"
"Jas itu! Itu jas Raksha! Kenapa ada di Lo?!" tanya Aveline yang melihat jas almamater dengan pin nametag Raksha di dada kanan.
"Ini? Gimana ceritanya ya? Jadi tadi itu..." Dyxie menggantung kalimatnya. Dia sengaja ingin memancing emosi Aveline.
"KENAPA BISA ADA DI LO ANJG?!!" akhirnya Aveline kehilangan kesabarannya. Dia membentak Dyxie. Tapi memang itu yang Dyxie inginkan.
"Gak ah, gak pengen cerita gue." jawab Dyxie lagi, cewek itu rupanya masih ingin memancing emosi Aveline.
"Pokoknya Lo harus jauhi Raksha! Atau Lo bakal tahu akibatnya!" cetus Aveline dengan percaya diri.
"Oh ya?" Dyxie maju mendekati Aveline hingga jarak mereka terkikis. Melihat Dyxie yang mendekatinya Aveline mengangkat tangannya untuk menampar Dyxie, tetapi Dyxie lebih sigap menahan tangan cewek didepannya itu.
"Kenapa mau nampar gue ya?"
Aveline tidak menjawab, cewek itu hanya menatap Dyxie penuh kebencian.
"Dengar baik-baik! Lo salah kalau mau cari gara-gara sama gue! Gue bisa saja balas perbuatan Lo tadi. Tapi..." Dyxie menggantung kalimatnya, dia mempererat cengkraman tangannya pergelangan tangan Aveline hingga kukunya yang panjang menggores pergelangan tangan cewek di depannya itu.
"Lepasin!" kata Aveline sambil meringis kesakitan.
"Tapi gue nahan diri gue, karena kakak gue dan cowok yang Lo bilang pacar Lo itu!" sambung Dyxie kemudian melepaskan cengkraman tangannya. Setelah itu Dyxie meninggalkan Aveline yang memegang pergelangan tangannya dengan erat untuk menahan sakitnya goresan kuku Dyxie.
Blam! Dyxie menutup pintu toilet dengan kuat.
Dyxie berjalan dengan langkah yang cepat namun tetap anggun. Sesekali mata Dyxie melirik ke arah CCTV yang ada di sekitar toilet lalu cewek Badas itu tersenyum miring. Dia yakin cewek bermuka dua tadi pasti akan mengadukannya kepada Raksha. Oh, tidak semudah itu. Dyxie lebih cerdik. "Mau ngebully gue? Heh, salah cari lawan." kata Dyxie disertai bibirnya yang menyeringai.
"Andai aja Lo gak benci pembully. Udah gue celupin tuh muka pantat panci ke closed!" gumam Dyxie yang masih sedikit kesal karena tidak bisa membalas perbuatan Aveline tadi..
...***...
__ADS_1
...Bersambung......