Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Bab 56 [END]


__ADS_3

Karena berkali-kali dikerjai Dyxie, dia ingin membalas hal itu. Kali ini dia berniat mengerjai kekasihnya. Salah siapa menggoda duluan. Raksha kemudian bergerak menindih Dyxie disertai senyum miringnya.


"L-lo mau ngapain?!"


"Makan Lo."


"Gila! Bangun anjr!"


"Gak mau, siapa suruh goda gue?"


Ditengah-tengah perdebatan mereka, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan pintu rooftop yang terbuka. Yap, disana lima orang mematung melihat apa yang sedang Raksha dan Dyxie lakukan.


"Njir, kita ganggu kayaknya." cetus Galang.


"Belum sah, gak usah aneh-aneh." kata Shaka kemudian duduk di sofa yang telah disediakan.


"Dih, gak ada yang aneh-aneh." jawab Dyxie sambil mendorong Raksha agar bangun dari tubuhnya.


"Terus itu tadi apa?" tanya Aura dengan memicingkan matanya.


"Serah kalian dah anjr." ucap Dyxie karena malas berdebat.


"Kita gak ngapa-ngapain." sangkal Raksha.


"Iya dah iya percaya." sahut Oliver.


Sebenarnya mereka berlima terlihat jelas tidak percaya dengan yang dikatakan Dyxie dan Raksha. Lagian siapa juga yang tidak akan salah paham melihat posisi mereka berdua tadi? Siapa saja yang melihat pun pasti akan salah paham bukan?.


"Yaudah, ngapain nih sambil nunggu tengah malam?" tanya Keyla.


"Kita siapin ayam geprek aja ya? Buat makan malam." usul Galang dan langsung disetujui yang lainnya.


Memang mereka sengaja tidak makan malam dari rumah agar bisa makan malam bersama di rumah Raksha. Mereka semua turun ke bawah dan membuat ayam geprek bersama-sama agar cepat selesai. Dengan catatan hanya yang cowok yang masak.


Para cewek asik nonton film bergenre thriller pilihan Dyxie. Tadinya mereka sempat berdebat memilih genre. Keyla suka drama Korea bergenre komedi romantis berkonflik ringan. Sedangkan Aura menyukai movie horor yang banyak jumpscare-nya. Dyxie sendiri lebih menyukai film yang bergenre thriller tanpa melibatkan hantu. bukannya takut, hanya saja cewek itu paling kesal pas tiba-tiba hantu nongol depan layar. Apalagi yang mukanya menuhin layar. Bukannya seram malah ngagetin. Kalau kata Dyxie sih jumpscare-nya gak ngotak.


Malam ini mereka mengikuti Dyxie menonton film thriller karena biasanya Dyxie yang sering mengalah kepada mereka. Awalnya mereka ngeri sih sama adegannya yang terkesan brutal. Tapi lama kelamaan mereka jadi penasaran dengan alurnya. Apalagi plot twist yang susah di tebak.


Bertepatan dengan film berakhir ayam geprek buatan para cowok pun jadi. Mereka membawanya ke rooftop. Dan makan bersama sambil melihat langit yang bertaburan bintang.


"Seru banget nggak sih kayak gini." ucap Keyla.


"Hm, dulu kita cuma ngerayain tahun baru berempat aja. Seru juga rame-rame." sahut Aura.


"Sebelum kenal kalian tahun baruan kita gak party." kata Oliver.


"Ho'oh, biasanya kita milih camping dan barbeque an di puncak. Itupun diam-diam." sahut Galang dan langsung disikut oleh Oliver.


Ya, mereka selalu merayakan tahun baru secara diam-diam, karena takut ketahuan papanya Raksha. Raksha tidak diizinkan melakukan hal seperti ini sebelumnya. Jadi mereka diam-diam ke puncak dan merayakannya disana.


"Gapapa.." ucap Raksha sambil tersenyum tipis.


"Kenapa emangnya?" tanya Dyxie.


"Gak dibolehin bokapnya." sahut Shaka.


Raksha hanya tersenyum kecil. Memang hidupnya dulu sangat terkekang karena papa tirinya. Dia bersyukur sekarang dia bisa lebih bebas menikmati masa mudanya.


Setelah makan mereka menyiapkan panggangan. Cewek-cewek membantu memotong daging, sosis, dan cumi-cumi. Galang dan Oliver menyiapkan saos. Sedangkan Raksha dan Shaka menyalakan arang.

__ADS_1


"Nah selesai." ucap Keyla yang selesai memotong sosis.


"Sini gue bantuin Xie." Keyla mendekati Dyxie yang masih memotong cumi-cumi. Karena sedikit ribet, harus membersihkan juga kantong tintanya terlebih dahulu baru dipotong-potong.


Setelah semua dipotong-potong para cowok bergantian membakarnya.


"Asu! Jangan comot dulu nying!" ucap Galang sambil memukul tangan Oliver yang mau mengambil daging yang dibakar.


"Cerewet!" sahut Shaka sambil mencomot satu tusuk cumi-cumi dan langsung memakannya.


Galang hendak protes tapi takut duluan dengan Shaka.


"Tumben gak protes?" tanya Raksha. Cowok itu tahu betul Galang selalu protes jika ada yang makan duluan. Apalagi jika dia yang sedang membakar.


"Takut di geprek ipar Lo. Mending gue jadi kang bakar." jawab Galang.


"Sana kalian sama cewek-cewek kalian. Biar gue yang terusin." ucap Shaka.


Dengan senang hati mereka langsung melesat pergi menghampiri ceweknya masing-masing. Entah sejak kapan Galang dan Keyla juga Oliver dan Aura jadian. Tapi dengan jelas terlihat jika mereka pacaran. Shaka tidak keberatan jadi tukang bakar agar adik-adiknya menikmati tahun baru bersama pasangannya.


"Nasib orang single.." gumam Shaka melihat kemesraan di depannya.


Aura dan Oliver yang saling berpegangan tangan dan bercanda. Keyla yang bermanja-manja kepada Galang. Dan Dyxie yang menyandarkan kepalanya di bahu Raksha dengan kepalanya yang dielus-elus Raksha.


"Xie.."


"Hng?"


"Sekarang manggilnya jangan Lo gue ya?"


"Kenapa?"


"Gak kayak orang pacaran." jawab Raksha.


"Tapi geli ih manggilnya aku kamu."


"Coba aja dulu."


Dyxie tersenyum geli membayangkan dia berbicara menggunakan aku kamu. Dua kata itu sudah berhenti dia gunakan sejak masuk SMP kini dia harus menggunakannya lagi?


"Habis lulus SMA mau ngelanjutin kemana?" tanya Raksha.


"Kuliah kedokteran." jawab Dyxie. "Kamu sendiri? Katanya mau jadi archer?"


"Cie aku kamu." ledek Raksha.


Blush. Seketika pipi Dyxie memerah. Dia sendiri sudah geli menggunakan kata itu. Malah diledek oleh Raksha. Fix! Gue ga akan pakai kata aku kamu lagi! Pikir Dyxie.


"Dahlah Lo gue aja."


"Haha, nggak jangan. Aku kamu aja." ucap Raksha sambil mengacak pelan Rambut Dyxie.


Sekalipun cuma barbeque an, nyatanya memakan waktu cukup lama loh. Buktinya sekarang sudah hampir tengah malam. Shaka pun sudah beristirahat duduk di sofa menunggu tengah malam sambil memakan jagung bakar.


23.59.57


"Bentar lagi woy!" seru Galang heboh sambil memantau pewaktunya.


23.59.58

__ADS_1


Mereka fokus ke arah dimana kembang api akan meletus.


23.59.59


Seluruh yang ada disana menunggu detik berikutnya yang menandakan akan berganti tahun.


00.00.00


"HAPPY NEW YEAR!" teriak mereka bertujuh bersamaan dengan meletusnya kembang api rakitan Dyxie tadi.


Raksha memeluk pinggang Dyxie sambil tersenyum lebar. Senyum yang belum pernah ia tunjukkan sama sekali. Membuat Dyxie sangat terpesona. "I love you.." bisik Raksha tepat di telinga Dyxie.


Dyxie langsung tersipu mendengarnya. "I love you too." balasnya sambil mengecup pipi Raksha.


*


Waktu berlalu, bulan dan tahun berganti. Mereka sibuk mengejar mimpinya masing-masing hingga tercapai. Ya, saat ini mereka sudah sukses dengan profesinya masing-masing. Dyxie berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter. Begitu pula dengan Raksha yang berhasil menjadi atlet pemanah. Cowok itu berhasil meraih banyak medali. Shaka sukses dengan menjadi seorang nahkoda. Galang menjadi seorang tentara. Sedangkan Oliver sukses menjadi polisi. Aura si galak yang hobi malak bersama Dyxie berhasil menjadi seorang dosen. Dan Keyla dengan sifat childish berhasil menjadi psikolog yang hebat.


Walaupun dengan kesibukannya masing-masing hubungan persahabatan mereka tetap kokoh hingga sekarang.


"Dyxie!!" panggil Raksha sambil menenteng sebuah medali emas.


"Woahh! Congrats ayang!!" Dyxie langsung memeluk Raksha melihat kemenangan yang dibawa kekasihnya tersebut. Oh ralat tunangannya.


"Pakai deh." Raksha melepaskan pelukannya kemudian memakaikan medali emas tersebut ke leher Dyxie. "Cantik." pujinya.


"Oiya dong, aku kan emang selalu cantik." ucap Dyxie dengan pedenya.


Raksha terkekeh. Kemudian cowok itu diam sejenak sambil memegang kedua tangan Dyxie. Kemudian dia berlutut di hadapan Dyxie dan menyodorkan sebuah cincin berlian. Membuat jantung Dyxie berdetak lebih kencang karena tahu apa yang akan di lakukan Raksha saat ini.


"Nona Dyxie Giovallen Lleonara.. Will you marry me?"


Perasaan senang memenuhi hati Dyxie. Di perutnya terasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan. Cewek itu langsung mengangguk sambil tersenyum bahagia.


Raksha tersenyum kemudian memasangkan cincin tersebut ke jari manis Dyxie lalu bangkit dan memeluk Dyxie. "Makasih... Love you so much."


"Too"


...***...


...TAMAT...


...Akhirnya tamat juga. Ada yang bisa nangkap amanat yang author kasih di novel ini? Kalau gak ada author tulis dibawah aja ya....


...Amanat :...


...Dari kisah mereka kita bisa belajar yang pertama seburuk-buruknya kita dimasa lalu pasti bisa berubah menjadi lebih baik jika ada usaha. Kedua selagi kita tidak menyerah kita pasti bisa terlihat dengan Dyxie yang bodoh matematika menjadi bisa karena tidak menyerah. Ketiga dendam itu merusak segalanya, mulai dari teman dan keluarga. Keempat solidaritas persahabatan antar tokohnya yang kuat. Kelima kita belajar untuk menjadi sempurna tidak harus menjadi nomor satu. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki karena Tuhan sudah menciptakan kita sebagai makhluk yang sangat sempurna dengan diberikannya kita akal yang tidak dimiliki hewan. So, jangan insecure ya. ^_^...


...Kalau ada lagi yang mau kalian sampaikan tulis di kolom komentar ya. Berikan juga kritik dan sarannya. Terimakasih sudah bersedia membaca novel author....


...Oh iya bantu ramaikan novel baru author ya....


...MC cowoknya : Na Jaemin...


...MC ceweknya : Dasha Taran...


...Ketika seorang gadis hidupnya hanya untuk membalaskan dendam kematian keluarganya, tapi hati gadis itu ditakdirkan untuk mencintai pembunuh keluarganya. Akankah gadis itu memilih memaafkan pembunuh keluarganya atau terus pada tujuan utamanya yaitu balas dendam?...


Ikuti keseruannya di novel baru author "ZYLVANCA"

__ADS_1


...Ditunggu kedatangannya muach!...


__ADS_2