
Kika mondar mandir tidak jelas di salah satu kamar resort itu, setelah kejadian di pemandian air panas tadi Kika meminta sebuah kamar untuk membersihkan diri.
"Astaga!" Kika menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu. Jantungnya semakin berdegup tidak karuan, hal seperti ini tidak dia rasakan saat berkencan bersama Ed.
Apalagi saat Red mengungkapkan kecemburuannya, entah kenapa Kika justru kesenangan.
Tak lama pintu kamarnya diketuk dan seorang pelayan memberikan satu set pakaian Kika. Sebenarnya Red meminta Kika untuk menginap malam ini tapi gadis itu menolaknya, kenapa Red selalu mempunyai ide gila seperti itu?
"Tuan muda sudah menunggu anda di meja makan, Nona!" ucap pelayan sebelum undur diri.
Kika hanya menganggukkan kepalanya. Gadis itu dengan segera memakai bajunya kembali kemudian menyusul Red di meja makan, jujur saja dirinya sangat lapar.
Di meja makan, Red menunggu Kika dengan tenang. Pemuda itu duduk menunggu sembari bermain ponselnya karena dia sedang melihat pesan dengan grup chat si kembar 4.
Green : Bagaimana, Kak?
Pink : Cewek suka sesuatu yang romantis!
Green : Cie! Yang udah pengalaman!
Pink : Husss...
Black : Kalau berhasil, aku juga akan membawa Nada ke sana, Kak!
__ADS_1
Pink : Nada tidak perlu seperti itu!
Green : Iya betul, Nada hanya perlu kau menjinakkan buayanya!
Black : Aku tidak suka buaya, Nada! Aku lebih suka buayaku sendiri dan kalau itu aku bisa menjinakkannya!
Pink : Perasaan hanya Paul yang kita punya!
Black : Kalian anak cewek tidak akan tahu, karena buaya ini sangat ganas apalagi kalau keluar dari kandang!
Green : Blacky! Kau mesum ya!?
Red : Kalian semua berisik dan tidak ada yang bisa membantu!
"Aku sudah membersihkan diriku dan tidak ada bekas Ed yang menempel lagi. Apa kau puas?!" Kika mencoba mencairkan suasana canggung diantara mereka.
Red mengangguk. "Sekarang waktu untuk kita berdua jadi jangan sebut nama Ed lagi atau moodku berantakan!"
"Ngomong-ngomong aku sudah menghubungi orang tuamu dan mereka mengijinkan kau untuk menginap malam ini, Beib!" tambah Red dengan santainya.
"Uhuk!" Kika yang minum sampai tersedak mendengarnya. "Apa?"
Kika tampak syok, dia jadi was-was pada Red. Mereka masih remaja, dia ingin berpacaran sewajarnya saja tapi sepertinya gaya pacaran Red berbeda.
__ADS_1
"Hei, jangan berpikiran aneh! Aku hanya ingin menunjukkan padamu sesuatu dan itu hanya bisa dilihat di pagi buta!" jelas Red yang seakan tahu apa yang ada dipikiran pacarnya.
"Kau tidak akan macam-macam kan, Red?" tanya Kika memastikan. Gadis itu teringat mommy Blue yang namanya saja dari obat perangsang dan karakternya yang sama seperti namanya.
"Aku bukan cowok seperti itu!" tegas Red dengan serius.
Kika bernafas lega tapi pikirannya kembali kacau saat selesai makan malam karena Red yang memaksanya untuk tidur satu kamar.
"Beib, open the door!" teriak Red yang sedari tadi menggedor pintu kamar Kika.
Kika masih kukuh mengunci pintu kamarnya sampai dia merasakan pintu itu di dobrak karena gadis itu menyender di pintu.
"Red memang gila!" umpat Kika segera menyembunyikan diri di bawah tempat tidur.
Brak!
Pintu akhirnya berhasil di rusak oleh Red, pemuda itu mencari keberadaan Kika di seluruh penjuru kamar.
"Beib, where are you?"
Red terus mencari Kika sementara Kika sendiri menutup mulutnya dengan kedua tangannya di bawah ranjang.
"Beib, kau mau main petak umpet ya?"
__ADS_1
"Entah apa yang akan aku lakukan saat berhasil menemukanmu nanti!"