
NB : Sorry kalo ada yang gak suka cara Red mengikat Kika, cerita ini sudah memasuki konflik utama. Akan ada plot twist besar jadi ikutin alurnya ya, Kak. 🤗 Jangan ditinggal ditengah jalan🥺 aku sempat down karena Red turun ke level 3, bagi yang gak tahu itu level terendah di NT makanya gak up2 tapi moodnya sekarang udah balik dan bakal up terus sampe tamat.
*****
Mendengar nada ancaman Red membuat Kika akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Saat melihat Kika keluar, Red tersenyum kemenangan.
"Apa mau mu, Red!" kesal Kika sambil menepuk-nepuk bajunya.
"Tidak ada, aku cuma mau tidur denganmu!" jawab Red yang terasa ambigu bagi Kika.
"Jangan macam-macam!" Kika memasang mode siaga maksimal.
Red semakin tertawa terbahak-bahak melihat mimik Kika yang takut padanya, dia merasa seperti penjahat kelamin.
Tanpa mau basa basi, Red mendekat dan mendorong tubuh Kika sampai telentang di atas ranjang. Setelahnya dia mengukung tubuh ramping itu dan mengunci pergerakannya.
"Red....," Kika sangat gelisah apalagi pemuda itu semakin memajukan wajahnya. Sontak membuat Kika menutup mata.
Cup!
Satu kecupan mendarat di kening Kika. Setelahnya Red melepas Kika dan mengambil guling di ranjang itu.
"Aku sudah bilang padamu, aku bukan cowok seperti itu!" ucap Red sambil memeluk gulingnya. "Aku hanya tidak ingin telat bangun, dua hari ini aku kurang tidur!"
Kika langsung mendudukkan badannya dan menatap sebal ke arah Red. "Kau membuat jantungku mau lepas!" teriaknya.
"Puft! Kau lucu, Beib. Ayo kita tidur sekarang karena besok kita harus bangun pagi-pagi!" ajak Red tanpa beban yang berarti.
__ADS_1
Dan nyatanya Red memang tidak melakukan apapun selain memeluk guling dan tidur sementara Kika tidak bisa memejamkan matanya.
Dia menoleh ke samping, melihat Red yang terlelap. Sepertinya memang pemuda itu kelelahan.
Drrt Drrt Drrt
Ponsel Kika di atas nakas bergetar dan gadis itu segera memeriksanya, dia takut ada hal penting. Tapi saat membuka ponsel ternyata Kika mendapat puluhan pesan dari Ed.
Ed mengirim pesan dan menanyakan keadaannya seperti biasa, membuat Kika bingung membalas pesan itu atau tidak.
Akhirnya Kika beranjak dari tempat tidur menuju balkon kamar, melihat bulan yang bersinar terang malam ini.
Benar kata Red, dia harus memberi keputusan secepatnya karena kalau tidak pasti dia akan menyakiti dua cowok sekaligus.
Kika : Ed, hari senin tidak usah menjemputku tapi pulang sekolah kita jalan, bagaimana?
Ed : Oke, Yank!
Setelah membalas pesan itu, Ed melemparkan ponselnya. Dia tidak bisa tidur memikirkan Kika yang menginap di resort berdua dengan Red.
Tidak jauh beda dengan Red, Ed juga memantau saat Red berkencan dengan Kika. Awalnya dia kesenangan karena dua hari lalu mereka tidak berkencan tapi sekarang?
"Kau curang, Red!" kesalnya.
*****
Di sisi lain, Pink yang penasaran dengan perkataan Green sebelumnya, malam ini dia berniat tidur di kamar adiknya itu.
__ADS_1
Saat Pink membuka kamar Green, dia melihat adiknya itu sedang bermain ponselnya dengan menggerutu.
"Kau itu sebenarnya kenapa?" tegur Pink kemudian.
Green melirik ke arah kakaknya dan meminta bantuan pada Pink. "Ayo antarkan aku ke Moon Club! Aku mendapat laporan jika Andreas ada di sana!"
"Andreas? Anak IPS yang bandel itu?" tanya Pink memastikan.
"Ayolah kak, aku takut dia kenapa-kenapa! Aku tidak akan membocorkan rahasiamu pada daddy!" bujuk Green tanpa mau menanggapi pertanyaan Pink sebelumnya.
"Benar kan, kau tahu hubunganku dengan Felix!" ucap Pink gusar.
"Seharusnya aku yang marah!" ketus Green dengan menyilangkan tangannya di dada. "Rahasia hubungan kalian akan aman bersamaku asal kakak juga membantuku menemui Andreas malam ini!"
Pink memutar bola matanya malas. "Baiklah, aku akan menghubungi Felix untuk mengantar kita!"
Dan malam itu kedua anak gadis mommy Blue diam-diam keluar mansion untuk pergi ke Moon Club untuk menemui Andreas.
Mereka tidak menyadari jika kelakuan mereka itu sudah diawasi oleh Naku.
"Ayang, mau kemana?" tanya Blue melihat suaminya bersiap akan pergi.
"Aku akan mengurus sesuatu, Ay. Tidurlah!" sahut Naku mengelus rambut istrinya yang mengikutinya ke walk in closet kamarnya.
"Bolehkah aku ikut?" tanya Blue yang merasa jika Naku menyembunyikan sesuatu darinya.
"Jangan ikut! Dunia malam itu banyak pria mata keranjang, aku tidak ingin mereka mengganggu istriku yang cantik!" sahut Naku membuat alasan yang biasanya Blue akan percaya-percaya saja.
__ADS_1
"Oh, jadi pria bumi kalau malam matanya jadi sebesar keranjang ya? Aku kira mereka suka membuat mobil bergoyang di malam hari!" ucap Blue mengingat pertama kali datang ke Bumi.