Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Melindungi Kika


__ADS_3

Kika masuk ke dalam kelasnya dengan gugup, dia sudah memikirkan hal yang bukan-bukan sebelumnya. Tapi ternyata semua dugaannya salah, saat dia masuk justru semua teman sekelasnya menyambut dengan baik. Tentu saja semua itu karena mereka mengira Kika adalah pacarnya Red.


"Apa benar kau pacarnya Red?" tanya Nada to the point, saat Kika duduk di bangku tepat di belakangnya.


Kika tampak bingung harus menjawab apa sampai Nada berkata lagi. "Haish, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Nada! Karena kau pacarnya Red maka kau harus berkenalan dengan kedua adiknya Red. Namanya Pink dan Green!"


"Pink dan Green? Maksudnya Red mempunyai saudara?"


Dan Nada akhirnya menjelaskan siapa Red sebenarnya pada Kika yang membuat gadis itu langsung speechless. Saat jam istirahat dan makan siang, Nada membawa Kika ke kantin untuk memperkenalkan Pink dan Green.


"Oh, jadi ini yang namanya Kika!" seru keduanya kompak.


"Kalian mengenal Kika?" tanya Nada penasaran karena kedua bersaudara itu langsung saja berkata seperti itu.


Pink menggeleng. "Kami tidak kenal tapi mommy-ku bilang kalau kami harus menjaga Kika!"


"Dan parahnya kami harus menjodohkan Ed dengan Jessie supaya Jessie tidak mengganggu Kika!" sambung Green.


Tentu saja hal itu membuat Kika semakin bingung karena seolah Blue mengenal dirinya dan berusaha melindunginya.

__ADS_1


"Siapa Jessie dan Ed?" tanya Kika kemudian.


Tanpa mau menjawab, Pink dan Green membawa Nada dan Kika ke tempat latihan cheerleaders karena pasti Jessie ada di sana.


"Itu yang namanya Jessie!" tunjuk Pink saat sampai, dia menunjuk gadis paling cantik diantara anggota cheerleaders lainnya.


"Dan kita harus bisa membuat Jessie dekat dengan Ed!" tambah Green lagi.


"Bukankah Ed susah di dekati, pasti Jessie akan ditolak!" respon Nada yang merasa hal itu tidak mungkin terjadi.


Hanya Kika yang diam karena tidak mengerti, tapi dia diam-diam mengulum senyumnya karena anak-anak orang kaya itu mau berteman dengan dirinya tanpa memandang Kika itu siapa.


Sementara Green, Nada dan Kika mendatangi Jessie yang baru selesai latihan bersama gengnya. Melihat ada ketiga gadis itu, Jessie langsung berkacak pinggang.


"Kenapa kalian bawa gadis bau itu kemari?" tanya Jessie dengan gusar saat melihat Kika. Tadi pagi saat rumor mengenai Kika tersebar, tentu saja Jessie langsung mencari tahu latar belakang Kika.


"Jaga bicaramu!" ketus Green, dia mencengkram baju Jessie dan mendorong tubuh ramping sampai terjatuh. Hal itu memang sengaja dia lakukan supaya mereka bisa berkelahi.


Teman-teman Jessie segera menolong Jessie yang terjatuh, mereka menatap tajam ke arah Green dan pada akhirnya mereka berusaha menyerang gadis itu. Nada dan Kika tentu saja tidak tinggal diam, mereka membantu Green yang pada akhirnya terjadi adu jambak di tempat itu.

__ADS_1


"Stop!"


Suara itu menghentikan aksi mereka, mereka mencari sumber suara dan mendapati Ed yang berdiri dengan gagahnya di sana.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ed gusar.


Semua diam tidak menjawab sampai Green berkata. "Ini semua karena Jessie, dia yang bertanggung jawab!"


Jessie tentu saja langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Enak saja, jangan memutar balikkan fakta!"


Tapi seolah tidak merasa bersalah, Green justru berinisiatif kabur dan membawa yang lainnya untuk berlari dari tempat latihan itu.


"Hei, kalian mau kemana?" Jessie juga berusaha kabur tapi langkahnya terhenti karena Ed menarik bajunya dari belakang.


"Kau tidak akan bisa kabur!" ucap Ed sambil menempelkan kartu merah dijidat Jessie. "Kau dihukum!"


Bukannya marah justru kini Jessie kesenangan karena artinya jika mendapat kartu merah, Jessie akan lebih banyak bersama Ed.


"Iya hukum saja, Ed. Aku akan menerimanya dengan senang hati!" ucap Jessie kemudian.

__ADS_1


__ADS_2