Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
NanaNiniNunu


__ADS_3

Orang tua Nada hanya bisa memijit pelipis mereka, sekarang mereka tahu kenapa Black bisa masuk kelas IPS karena pelajaran biologinya pasti bermasalah.


"Dad..." Nada minta bantuan pada daddy-nya.


Daddy Nada berusaha bersikap bijak untuk menyikapinya. "Jadi maunya Nada harus bagaimana?" tanyanya kemudian.


"Nada adalah jodohnya Black jadi Nada harus jadi istrinya Black!" jawab Blue begitu saja.


"Aku tidak mau, aku hanya tidak sengaja melihatnya! Lagian kenapa juga harus membuka baju di kolam renang!" Nada masih tidak terima karena seolah-olah semua ini adalah salahnya.


"Kau itu tidak usah membohongiku dirimu sendiri, Nada. Aku tahu dalam hatimu, kau itu menjerit-jerit karena mempunyai calon suami seperti aku!" ungkap Black yang masih dengan gaya percaya dirinya yang maksimal.


Nada hanya bisa geleng kepala. "Aku akan menjadikanmu calon suami kalau kau bisa menjinakkan Ayam!"


"Ayam itu buayaku!"


Mendengar itu, Black langsung melirik ke arah mommy Blue karena sebelumnya Blue mati-matian menyuruhnya berlatih.


"Mom, apa mommy seorang peramal?" tanya Black yang dibalas gelengan kepala oleh Blue.


"Turuti perintah Nada, mommy akan membantumu!" balas Blue kemudian.


Akhirnya Black dibawa Nada ke kandang buayanya dan sepertinya untuk kali ini Blue harus menggunakan kemampuannya untuk memanipulasi buaya Nada agar jinak pada Black.


Sementara Nada sendiri merasa yakin jika Black tidak akan mampu menjinakkan Ayamnya. Tapi siapa sangka saat Black mendekat pada buayanya justru buaya itu menurut bahkan saat Black memgusap kepalanya, Ayam tertidur.


"Woah, calon suamiku!" seru Nada, dia memang berjanji pada dirinya sendiri jika ada yang bisa menjinakkan Ayam maka dia adalah jodohnya.


Black juga tidak menyangka Ayam akan jinak padanya dan hal itu membuat rasa percaya dirinya semakin berlebihan.

__ADS_1


"Nah, sekarang kau baru menunjukkan obsesimu itu padaku, ya?" ucapnya pada Nada.


Disisi lain, Blue menjauh karena dia tidak mau semua orang tahu jika dirinya mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Aku tidak boleh melakukan ini lagi!" gumamnya. Blue tidak ingin mati dengan cepat, dia ingin mati bersama-sama dengan Naku.


Sepertinya mommy Nada menyadari hal itu, dia menghampiri Blue dan memberikan sapu tangannya.


"Jeng, tidak apa-apa?" tanyanya.


"Apa itu Jeng?" tanya Blue balik.


"Itu panggilan jika kita akrab dengan seseorang! Sekarang kan kita akan jadi besan jadi harus mengakrabkan diri!"


"Apa itu seperti mommy Bianca dan mommy Kate?"


"Apa Jeng mau ikut perkumpulan kami? Di Zero School kami para orang tua mengadakan perkumpulan dua minggu sekali, selama ini kan Jeng tidak pernah ikut perkumpulan apapun, siapa tahu menambah relasi pertemanan!"


"Apa mereka semua baik?"


"Tentu saja baik, ada macam-macam karakter! Ada kang gosip, kang ceriwis, kang oleng dan lain sebagainya tapi mereka semua asyik. Kami juga ada arisan!"


"Arisan itu apa?"


Mommy Nada terkesiap mendengarnya, sepertinya memang sikap Blue tidak dibuat-buat tapi alami memang Blue tidak tahu apa-apa.


"Ay..."


Tiba-tiba suara itu mengalihkan perhatian Blue, dia melihat suaminya datang. Dan tanpa sadar Blue malah menangis.

__ADS_1


Sebelumnya, Naku mendapat laporan dari Red. Oleh karena itu, dia bergegas menyusul istrinya dan benar saja Blue membuat kekacauan di mansion Nada.


"Ayang..." Blue memeluk suaminya. "Aku pasti membuatmu malu lagi!"


"Tidak apa-apa. Jangan berkeliaran tanpa memberitahuku, okay!" balas Naku agar suasana hati Blue membaik.


Lalu Naku mencoba bicara pada orang tua Nada dan meminta maaf atas sikap istrinya serta Black yang pasti membuat gaduh sebelumnya.


"Tidak apa-apa. Itu Nada dan Black baik-baik saja!" ucap daddy Nada sambil menunjuk kedua anak remaja yang bermain dengan buaya.


"Apa boleh Jeng Blue ikut perkumpulan ibu-ibu Zero School?" tanya mommy Nada meminta izin.


Naku melirik Blue yang ada di sampingnya. Selama ini Blue menutup diri sepertinya sekarang saatnya membuka diri, tidak mungkin Blue selamanya akan seperti itu kan?


"Bagaimana, Ay? Apa kau mau?" tanya Naku dengan membelai rambut istrinya.


Setelah kejadian memalukan hari ini, Blue memang bertekad ingin tahu dunia luar agar dirinya tidak bertindak bodoh terus-menerus.


"Apa mereka nanti jadi bestie ku, Ayang? Seperti Nada, Pink dan Green?" tanya Blue yang melihat persahabatan ketiga anak perempuan itu selama ini.


"Iya semacam itu!"


"Jadi, aku nanti akan menginap di rumah mereka?"


"Kalau itu tidak boleh, kau kan sudah menikah, Ay. Jadi tidak boleh menginap di rumah bestie mu!"


"Pasti karena tidak bisa making love ya, Ayang?"


Naku menatap orang tua Nada dengan kikuk. "Maaf, istriku memang kelewat polos! Saking polosnya yang dikepalanya hanya nananininunu!"

__ADS_1


__ADS_2