
Hubungan Kika dan Red semakin uwu saja. Hari minggu saat libur sekolah Red meminta Kika untuk datang ke mansionnya.
Kika bingung harus memakai baju apa karena semua keluarga Red akan berkumpul, dia tidak mau membuat pacarnya malu.
"Jadilah dirimu sendiri," tegur Simi yang melihat putrinya kebingungan sedari tadi.
"Aku tidak akan membuat malu kan, Bu. Keluarga Red kan keluarga terpandang," Kika mulai merasa insecure lagi. Buru-buru dia menepuk pipinya supaya sadar. "Aku harus percaya diri, aku istimewa!"
Kika akhirnya memilih bajunya yang berwarna navy supaya kulit putihnya terlihat jelas lalu dia menyisir rambutnya dan membiarkannya terurai dengan indah.
Tak lama Bern datang untuk menjemputnya, gadis itu gugup tapi kegugupannya hilang karena ada Nada yang nanti akan ada juga di sana.
Tapi saat sampai justru Nada malah mengobrol bersama Jessie yang membuat Kika segan untuk bergabung.
"Kika, sini!" seru Nada saat melihat Kika datang.
Mereka semua berada di taman dekat danau buatan. Sepertinya anggapan Kika tentang Jessie salah, gadis itu menyambutnya dengan baik.
__ADS_1
"Kau Kika, 'kan? Salam kenal, aku Jessie pacarnya Ed ketua osis," ucap Jessie menyombongkan diri.
Kika yang sudah terbiasa bergaul dengan anak-anak orang kaya menganggap kesombongan adalah kewajaran karena sebenarnya mereka semua baik.
"Salam kenal," balas Kika.
Ketiganya mengobrol dengan begitu akrab ditambah Pink dan Green yang datang membawa sepupu-sepupu perempuan mereka.
"Kita harus we time setelah ini ya, kita naik kapal yang ada di danau," usul Pink yang ingin mengabadikan momen mereka di sosial medianya.
"Kita tinggal menunggu Flo saja, sebentar lagi pasti sampai, dia datang bersama opa dan oma," jelas Green.
"Parfum apa yang kau pakai?" Jessie jadi penasaran dengan aroma Flo yang tidak biasa.
"Itulah Flo, dia unik. Keringatnya berbau harum bahkan parfum limited edition pun kalah," jelas Pink sambil menautkan pipinya.
"Jangan bahas itu, aku sama seperti kalian!" balas Flo yang sebenarnya tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.
__ADS_1
Mereka semua berbincang dan saling sharing sampai Ming memanggil mereka untuk bergabung di meja besar karena makanan sudah siap.
Keluarga besar Atmadja sudah berkumpul bersama di sana dengan keluarga mereka masing-masing.
Naku berdiri karena dia yang akan memimpin acara makan bersama itu.
"Ehem, hari ini kita semua berkumpul di sini karena istriku Blue untuk pertama kalinya memasak jadi kita harus merayakannya," ucap Naku yang bangga pada istrinya yang seharian ini sibuk di dapur.
Blue tersenyum haru karena semua anggota keluarga dikumpulkan suaminya dan mereka akan mencoba masakan pertamanya.
"Wah, keren Blue," komentar Pandawi lain tapi tidak dengan Grey yang sedari tadi berwajah masam.
Suami dari Silver itu berbisik pada istrinya. "Honey, aku mempunyai firasat buruk!" ucapnya yang tahu jika Blue itu aneh.
"Kita sudah membahas ini saat di London, Grey," sahut Silver supaya suaminya tenang.
Dan benar saja saat penutup makanan dibuka terdapat mie instan yang banyak dan lembek di sana.
__ADS_1
"Hanya mie instan yang cara membuatnya sangat mudah," ucap Blue tanpa dosa.
Grey semakin frustasi, dia kembali protes pada Silver. "Honey, aku membatalkan rapat penting yang membahas proyek jutaan dollar dan jauh-jauh terbang dari London ke Indonesia hanya untuk mie instan yang lembek?"