
Sebelum ke kelas mereka, Kika meminta untuk ke taman dahulu pada Red karena ada beberapa soal yang tidak dia mengerti.
"Aku bingung soal no. 5 tentang rumus faktorial," ucap Kika yang memperlihatkan bukunya pada Red dan menunjuk soal yang dia maksud.
Red melihat soal itu lalu menjelaskan pada Kika cara penyelesaiannya, bukannya menyimak Kika malah terpesona pada Red yang dimatanya begitu sempurna.
"Apa kau paham, Beib?" tanya Red yang membuyarkan lamunan Kika.
Kika berdehem kuat. "Sepertinya memang otakku minimalis ya. Aku seperti orang bodoh setiap menerima pelajaran karena tidak mengerti!"
"Makanya belajar," sahut Red dengan menyentil jidat Kika.
"Auw, sakit! Siapa yang mengajak chating atau telpon saat jam belajarku coba," protes Kika.
Red sekarang malah mencubit pipi pacarnya. "Habisnya kangen bawaannya!"
"Red... Hahaha!" Kika malah tertawa diperlakukan seperti itu. "Kau jadi mengganggu waktu belajarku!"
"Sepertinya saat ujian kita harus mengurangi bertemu!"
Mendengar itu, Red langsung memasang wajah arogannya seperti biasa. Dia yang tidak suka ditolak menjadi sangat marah Kika bicara seperti itu.
"Oh jadi aku pengganggu ya, okay!" Red berdiri dari tempat duduknya lalu menuju kelas, meninggalkan Kika begitu saja.
"Huh, dasar tukang ngambek," gerutu Kika sebal.
Saat sampai di kelas, Red benar-benar tidak mau memandang dirinya. Dan itu membuat satu kelas jadi bertanya-tanya termasuk Nada.
"Kalian marahan ya?" tanyanya.
__ADS_1
"Red yang marah padaku, dia kan emang suka ngambek gak jelas gitu," jelas Kika sengaja menyaringkan suaranya.
"Beda banget ya sama my Blacky, dia selalu memperlakukan ku layaknya Queen," pamer Nada mengingat Black yang selalu bersikap baik padanya. "Black juga membuatkan aku lagu saat pensi nanti!"
"Oh iya? Aku jadi tidak sabar mendengar lagunya," sahut Kika yang ikut senang.
*****
Semenjak Jessie tahu jika mommy Timmy tengah hamil, gadis itu jadi perhatian pada Timmy yang membuat keduanya jadi dekat. Dan itu membuat Ed jadi kesal karena dia harus sering-sering bertemu dengan gadis itu.
"Kau sengaja mendekati mommy ku, 'kan?" ketus Ed pada Jessie saat mereka tengah menyiapkan acara pensi.
"Kan sudah aku bilang, aku suka anak kecil. Kalau kau tidak mau jadi pacarku, aku bisa menunggu adikmu!" sahut Jessie yang membuat Ed tambah marah.
"Enak saja, tidak boleh! Saat adikku besar, kau sudah tante-tante!"
"Ya gak apa-apa, justru lebih dewasa lebih bagus. Bukankah kau tidak sayang pada adikmu? Jadi biar aku saja yang mengurusnya,"
Jessie tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Ed, dia sebenarnya merekam pembicaraan mereka. Lalu mengirimkannya pada Timmy.
"Tuh kan, Tan. Ed memang sayang adiknya," ucap Jessie yang melakukan panggilan pada Timmy.
Ed diam-diam jadi tersentuh juga, dia bisa melihat sisi lain dari Jessie. Karena memang Timmy merasa Ed tidak sayang pada adiknya dan menyalahkan orang tuanya.
"Thanks, kau membuat mood mommy ku membaik. Mommy Timmy perlu bedrest total tapi aku malah membuatnya berpikiran seperti itu!" keluh Ed yang merasa bersalah.
"Kau seperti bukan Ed," ungkap Jessie. "Jadi bagaimana jika kita pacaran aja? Atau aku akan memacari adikmu!"
Ed menepuk jidat Jessie. "Dasar keras kepala. Jawabannya habis acara pensi selesai!"
__ADS_1
Jessie tidak sabar, dia sungguh-sungguh akan membuat acara pensi tahun ini adalah acara pensi terbaik supaya Ed menerima dirinya jadi pacarnya.
*****
Saat acara pensi tiba, Black merasa begitu grogi karena akan membawakan lagu romance buatannya sendiri. Tapi demi calon istrinya dia akan berusaha sebaik mungkin.
Grup Band Black sudah dipanggil pembawa acara pensi, mereka bergegas naik ke panggung.
"Cie... Cie..."
Kika, Pink dan Green menyoraki Nada yang membuat gadis itu malu setengah mati.
"Lagu ini aku persembahkan untuk calon istriku," ucap Black dengan percaya diri.
Musik mulai mengalun dan Black memejamkan matanya karena ingin menghayati setiap lirik lagunya.
"Oh Nada..... Oh Nada..... "
"Oh... Oh... Oh... Nada..... "
"Oh Nada..... Oh Nada..... "
"Oh... Oh... Oh... Nada..... "
Begitu terus sampai lagunya selesai yang mana membuat ekspektasi para penonton langsung buyar. Apalagi Pink dan Green yang tahu betul bagaimana Black yang uring-uringan membuat lagu itu.
"Ternyata lagu itu yang membuat Blacky sampai frustasi, tak patut..."
"Sabar ya, Nada..."
__ADS_1
Mereka pikir Nada akan kecewa tapi mereka salah besar ternyata Nada menangis karena terharu.
"Lagunya sangat menyentuh, hiks..." Nada semakin menyukai Black.