
Karena semua sayang pada Blue, mereka tidak terlalu banyak berkomentar dan tetap memakan mie instan buatan Blue.
"Kalau kurang, aku bisa memasak lagi," ucap Blue yang dibalas gelengan kepala oleh semuanya.
"Aku sudah pesan pizza pasti sebentar lagi sampai, simpan tenagamu, Ay," sahut Naku.
"Buat nanti malam kan, Ayang," Blue mengerlingkan matanya.
Lalu Blue memandangi semua anggota keluarga satu persatu, dia sangat bahagia bisa menjadi bagian dari mereka. Blue juga melihat keempat anaknya yang tampak tertawa bahagia bersama pasangan dan sepupu-sepupu mereka.
"Suapi Abang ya," ucap Black begitu manja pada Nada.
Nada memutar mie memakai garpu lalu menyuapi Black tanpa malu. "Enakan suapan dede?"
"Enak sekali, Abang suka. Mie instan serasa jadi spagheti," ungkap Black kesenangan.
Sementara Andreas hanya mengaduk-aduk makanannya. Dia sudah terbiasa makan mie instan jadi dia bosan.
"Kita tunggu pizzanya datang saja, bagaimana?" tanya Green.
"Iya my Bear, Terima kasih sudah mengundangku, aku jadi merasa punya keluarga sekarang!" balas Andreas tulus.
__ADS_1
Pink dan Felix menikmati makanan mie mereka tanpa banyak komentar begitu juga dengan yang lainnya. Mereka semua menghargai usaha mommy Blue.
Keenan yang duduk di depan Kika sedari tadi memperhatikan gadis itu, beberapa kali Keenan tebar pesona karena tahu jika Kika adalah pacarnya Red. Dia ingin mengalahkan pesona Red.
"Sepertinya ada yang matanya jelalatan," tegur Red yang tidak suka pacarnya diganggu.
Tapi Keenan semakin menjadi dengan berani dia berkata pada Kika. "Aku dan kak Red hanya beda dua tahun saja, aku lebih muda dan tampan!"
"Kee..." seru sepupu-sepupunya. Mereka semua tahu jika Red gampang marah.
"Kita lama tidak bertemu jadi jangan membuat masalah, okay," Ed berusaha bersikap bijak dan menjadi penengah.
"Red, jangan begini. Keenan kan masih kecil dan dia juga sepupumu, lucu kalau kau cemburu padanya," ucap Kika yang tangannya terus ditarik Red menuju sebuah tangga yang ada di samping mansion.
Red masih tidak mau bicara karena kesal, dia tidak bisa membayangkan jika Kika nanti kuliah seperti apa pasti akan banyak yang mengganggu pacarnya.
"Hei," Kika meraup wajah tampan Red supaya menatap wajahnya. "Aku ingin bilang sesuatu!"
Red diam dan mendengarkan tapi Kika tak kunjung melanjutkan kalimatnya.
"Aku begini karena sangat suka padamu, Beib," akhirnya Red mengungkapkan perasaannya juga.
__ADS_1
Kika semakin salah tingkah, dia ingin bilang I love you tapi rasanya sangat sulit.
"Aku juga," balas Kika seperti itu.
"Juga apa?" tanya Red mulai menggoda.
"Suka, apalagi," wajah Kika merona dan membuat Red tidak tahan tahan juga.
Red mendekatkan wajahnya dan Kika mengucapkan kalimatnya lagi. "Red kau adalah perfect boyfriend!"
Di detik itu juga Red mencium bibir pacarnya dan Kika memejamkan matanya. Dia merasakan bibir dingin Red yang bersentuhan dengan bibirnya.
TAMAT
Akhirnya selesai juga ya, maaf jika banyak kekurangan dan terima kasih banyak yang udah setia baca cerita ini.
Temanya remaja jadi tidak ada nikah-nikahan ya. Semoga terhiburš
Cerita Flo rilis tanggal 3 nanti, aku umumin disini jadi jangan di unfavorit dulu.
__ADS_1