Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Bab 51


__ADS_3

"Lo kenapa sih?"


"Lo kok punya roti sobek?" tanya Dyxie terang-terangan.


Raksha terkekeh mendengar pertanyaan Dyxie. Cowok itu mendekati Dyxie yang duduk di ranjangnya. Kemudian mendorong pelan Dyxie hingga terlentang lalu dia naik ke atas Dyxie dan mengungkung cewek itu.


"Why? Mau pegang?" tanya Raksha dengan suara berat.


Dyxie memutar bola matanya malas, dia tahu betul karakteristik cowok di depannya ini. Kemudian Dyxie menepuk pelan kening Raksha hingga membuat cowok itu bangun dari atasnya.


"Gak cocok Lo jadi pedofil!" celetuk Dyxie sembari duduk.


"Lagian, emang Lo gak nyadar pas ngobatin gue tadi?" tanya Raksha.


"Enggak, gue panik tadi." jawab Dyxie disertai cengiran khasnya.


"Ngapain malam-malam kesini?"


"Gak bisa tidur. Mau tidur disini."


Raksha langsung melotot mendengar jawaban Dyxie. Bisa-bisanya ceweknya ini mengatakan hal seperti itu dengan sangat santai. Tidak ada malu-malunya.


"Gak takut?"


"Takut kenapa? Lo makan gue? Yang ada Lo gue mutilasi duluan." ucap Dyxie dengan wajah datarnya sambil mengeluarkan sebilah pisau dari saku baju tidurnya.


Raksha seketika bergidik melihat benda yang dikeluarkan Dyxie tersebut kemudian segera mengambil pakaian dan masuk kamar mandi lagi. Kebayang jika dia serius dengan perbuatannya tadi apa yang terjadi padanya? Akan dimutilasi jadi berapa potong dia?


*


Setelah Raksha memakai pakaiannya, ia menghampiri Dyxie yang sudah berbaring di ranjang kemudian ikut berbaring di samping Dyxie.


"Udah selesai?"


"He'em. Lo gak takut mami papi Lo tahu?" tanya Raksha.


"Nggak, lagian gak ngapa-ngapain juga. Cuma bobo bareng doang." jawab Dyxie kemudian memeluk Raksha.


Di peluk Dyxie dengan erat, dan dengan posisi seperti itu tentunya membuat tubuh Raksha seketika memanas. Tetapi cowok itu memilih menahan hasratnya. Dia tidak ingin merusak cewek kesayangannya itu.


"Jangan erat-erat.. luka gue belum kering." ucap Raksha sebagai alasan agar Dyxie melonggarkan pelukannya.


"Eh, sakit kah?" tanya Dyxie sembari langsung melonggarkan pelukannya.


"Hm, agak perih." jawab Raksha dengan senyuman tipis.


Dyxie memang melonggarkan pelukannya, tetapi dia tidak melepaskan pelukannya dari cowok itu. Tangannya tetap memeluk pinggang Raksha.


"Mau di bacain cerita?" tanya Raksha.

__ADS_1


"Gak ah, kayak cewek-cewek alay aja."


"Nyatanya Lo emang cewek dodol." ucap Raksha sambil menoyor kepala Dyxie.


"Em, lagi aja deh kalau gitu."


"Mau dinyanyiin?"


"Iya!"


Raksha masuk kedalam selimut kemudian memeluk Dyxie. Cowok itu mulai menyanyikan sebuah lagu. Suaranya sangat merdu. Dyxie tidak tahu suara cowoknya ini sangat merdu. Bahkan mungkin cocok jadi vokalis sebuah boygroup.


Setelah beberapa lagu dinyanyikan disertai elusan lembut dari Raksha di kepalanya, akhirnya Dyxie bisa tertidur. Raksha memandangi wajah Dyxie yang tertidur. Sangat cantik.


"Kayaknya gue gak pernah bilang ini..." gumam Raksha.


"I Love You." ucap Raksha lirih, kemudian mengecup kening Dyxie dan tersenyum. Setelah itu dia ikut tertidur di samping Dyxie.


*


Di kamar lain, ada cowok yang mondar-mandir gak bisa tidur mikirin adik sepupunya. Dia terus kepikiran dengan Dyxie dan Raksha. Dia sama sekali tidak bisa percaya dengan mereka berdua.


"Mereka gak akan aneh-aneh kan?" gumam Shaka.


Cowok itu terus mondar-mandir.


"Gak bisa! Harus gue cek!"


Ceklek.


"Ngapain?" tanya Aura sambil menaikkan satu alisnya.


"Dyxie di dalam?" tanya Shaka.


Aura mengerutkan keningnya. "Nggak, dia dikamarnya lah. Dimana lagi?".


Mendengar penuturan adiknya, tanpa berlama-lama lagi Shaka langsung berjalan cepat ke kamar tamu yang paling ujung. Yakni kamar yang ditempati Raksha. Melihat tingkah kakaknya tentu saja membuat Aura heran. Cewek itu memilih mengikuti kakaknya ke kamar Raksha.


Ceklek.


Keduanya mematung melihat pemandangan yang romantis. Sepasang kekasih yang berpelukan dalam satu selimut sukses membuat otak kotor mereka kelayapan.


"Mereka ngapain bang?" ceplos Aura.


"Dugem." jawab Shaka ngawur.


Shaka akan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar Raksha. Berniat membangunkan Dyxie. Tapi seseorang menahan pundaknya.


"Biarin." ucap Oliver.

__ADS_1


"Siapa Lo ngatur?"


"Mereka gak ngapa-ngapain." ucap Oliver sambil melirik ke dalam kamar.


"Kok Lo bisa bilang gitu? Mereka satu selimut loh." tanya Aura.


"Kalian kira mereka bego gitu? Kalau niat bercocok tanam pastinya nih pintu mereka kunci bego!" ucap Galang.


Seketika Shaka merasa dirinya bodoh. Benar juga yang di katakan Galang. Yakali mau bercocok tanam pintu tidak di kunci, kan tolol.


"Woy! Ngapain kalian jam segini ngerumpi di depan kamar orang?" tanya Keyla yang baru datang.


"Gapapa cantik. Dah sana masuk kamar lagi." kata Galang dengan senyuman manisnya.


"Dih gombal!" sahut Keyla dengan pipi yang bersemu merah.


Shaka menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-teman adiknya tersebut. Sepupunya yang suka bikin onar. Keyla yang kalem tapi kayak bocil. Di Oli mesin yang kalem tapi suka ngeroasting orang. Ada juga Galang yang tukang gombal sekaligus tukang ngebadut. Adiknya sendiri si judes dan gampang emosian. Jangan lupakan si galak broken home yang gila prestasi.


"Besok ke markas gue." ucap Shaka mengintruksi orang-orang yang bisa disebut teman barunya.


"Ogah, mau shopping dulu! Kangen mall Indonesia gue." cetus Aura menanggapi kakaknya.


"Lo gak di ajak!" ucap Shaka dengan tatapan datar.


"Asu Lo bang!"


"Panggil kakak!"


Aura tertawa mendengarnya, kakaknya ini memang tidak suka dipanggil Abang. Katanya kalau lihat anak cewek di sekolahnya yang punya kakak, biasanya kalau manggil Abang akhirannya ditambahi Shat atau Khe. Haha tau sendiri lah ya.


"Balik ke kamar masing-masing. Cowok kok doyan ngerumpi." cetus Oliver kemudian berjalan ke kamarnya diikuti Galang.


"Lo juga ikut ngerumpi anjg!"


"Udah balik ke kamar Lo! Jangan bikin ribut di depan kamar orang!" kata Aura sambil mendorong-dorong pelan punggung Shaka agar menjauh dari kamar Raksha.


"Untung adik, kalau nggak udah gue pites Lo."


"Sebelum Lo pites gue, lo duluan yang digantung ayah sama bunda!"


"Sini Lo gue pites duluan!" ucap Shaka sambil menjitak kening adiknya sedikit keras.


"Sakit goblok!" Aura balas menempeleng Shaka.


"Kalian ini aneh, kalau ketemu gak bisa akur. Tapi kalau kepisah jauh pada kangen. Suka gelut tapi kalau salah satu di sakitin orang lain gak terima." ujar Keyla mengomentari hubungan kakak beradik ini.


"Ini tuh hukum perkakak adikan. Prinsipnya gak boleh ada yang nyakitin kecuali kita sendiri." jawab Aura.


"Somplak!"

__ADS_1


...***...


...Bersambung......


__ADS_2