
...Selamat Menikmati Jalan-jalan Online ke Korea Selatan bersama Author RR<3...
***
Tujuan mereka berenam yang pertama adalah mencari makanan untuk sarapan. Setelah menemukan tempat dimana mereka ingin makan mereka berhenti berjalan.
"hwan-yeonghabnida. mueos-eul jumunhasigessseubnikka?" tanya pelayan restoran dengan ramah.
*Selamat datang, mau pesan apa?*
"gimchijjigae 6inbungwa bab-eul jumunhago sipseubnida." jawab Dyxie. Karena di antara mereka berenam Dyxie yang paling lancar bahasa Korea.
*Saya pesan 6 porsi kimchi jjigae dengan nasi.*
"Ne, jamsiman gidalyeo jusibsio" kata pelayanan tersebut kemudian pergi meninggalkan mereka.
*Baik, mohon tunggu sebentar ya.*
"Lo ngomong apaan tadi?" tanya Aura dengan ekspresi yang susah dijelaskan.
"Bahasanya kayak bahasa alien." komentar Keyla.
"Itu bahasa Korea. Kalian gak bisa bahasa Korea?" tanya Dyxie.
"Gue bisa baca hangul doang, kalau ngomong gak bisa." ujar Oliver.
"Noh, yang lancar bakor." ucap Galang sambil menunjuk Raksha menggunakan dagunya.
Melihat siapa yang ditunjuk Galang ekspresi Dyxie seketika berubah. Bukan ekspresi marah hanya ekspresi kecewa yang terlihat di wajah cewek itu.
Setelah sarapan mereka melanjutkan jalan-jalan mereka. Sebenarnya mereka tidak memikirkan kemana mereka akan pergi, tetapi orang baik yang mereka temui di bus memberi tahu akan menyenangkan jalan-jalan ke Bukchon Hanok Village. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Bukchon Hanok Village yang berlokasi di sebelah utara Cheonggyecheon dan Jongno.
"Njayy kayak di drakor." ucap Keyla kegirangan melihat suasana di Bukchon Village yang menampilkan suasana rumah-rumah di Seoul pada masa lalu.
"Kita kemana dulu sekarang?" tanya Aura.
"Ayo, naik becak. Keliling Bukchon Village." ajak Dyxie.
Mereka berkeliling perkampungan tradisional yang berada di antara Istana Gyeongbokkung dan Istana Changdeokkung selama 1,5 jam dengan menggunakan becak. Satu becak 2 orang. Aura bersama Oliver, Galang dengan Keyla, dan Dyxie dengan Raksha. Mereka juga diberikan selimut selama tour keliling untuk melindungi badan dari cuaca dingin.
"Bagus ya?" tanya Raksha membuka percakapan.
"Hm. Bagus.." jawab Dyxie.
Mereka tidak banyak berbicara, mereka lebih banyak mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh tukang becak tentang Bukchon Village tersebut.
Setelah puas berkeliling mereka mampir ke cafe yang ada di sana untuk membeli minuman hangat.
"Kemana lagi ini?" tanya Oliver.
"Kalian mau kemana?" tanya Dyxie balik.
"Gue penasaran Namsan tower." ucap Galang.
"Ke Namsan tower bukannya bagusan pas malam ya?" tanya Keyla.
"Lagian kalau niat ke Namsan tower, tadi mending kesana lebih dekat dari hotel." ujar Dyxie.
__ADS_1
"Hm, 40 menit kalau dari sini." imbuh Raksha dan disambut tatapan sinis Dyxie.
"Yaudah deh nurut aja gue mah. Sekarang kemana?" tanya Galang lagi.
"Kata tukang becak tadi tempat ini dekat sama dua istana kan?" tanya Aura memastikan.
"He'em, Istana Gyeongbokkung dan Istana Changdeokkung." ucap Oliver menanggapi Aura.
"Ke salah satu dari dua istana itu mau nggak?" tanya Keyla.
Akhirnya mereka memutuskan pergi ke istana Changdeokkung. Mereka berkeliling di istana tersebut sampai pukul 17.00 KST. Karena sudah lelah mereka berenam memutuskan untuk pulang dari sana, nggak bukan pulang tepatnya mengisi perut.
Tujuan mereka kali ini adalah kembali Myeongdong. Mereka naik kereta bawah tanah dari stasiun Anguk melewati 3 perhentian sampai ke Chungmuro. Kemudian lanjut dari Chungmuro melewati 1 perhentian hingga ke Myeongdong.
"Mimpi apa gue sampai bisa kesini Aaaa" pekik Keyla.
"Jangan malu-maluin anjir!" ucap Aura sambil mencubit pelan lengan Keyla.
"Yeuu"
Mereka berkeliling di Myeongdong Night Market, memakan street food yang ada di sana. Dan banyak lagi yang mereka lakukan.
Dyxie terlihat memakan Tteokbokki yang ada di pinggir jalan bersama Raksha. Mereka berdua melihat sahabatnya yang jalan-jalan kesana kemari.
"Lo gak ikut mereka?" tanya Raksha membuka percakapan.
"Nggak, capek." jawab Dyxie sambil memakan Tteokbokki miliknya.
Terlihat jelas jika Raksha ingin hubungan mereka akrab kembali, bukan perang dingin seperti ini. Tetapi setiap Raksha mengajak Dyxie bicara, pasti Dyxie akan mematikan percakapan mereka. Sejujurnya itu sedikit membuat Raksha kesal.
"L-lo.."
"Kayak anak kecil kalau makan." ucap Raksha sambil tersenyum tipis.
"Damn!" umpat cewek itu di dalam hati, karena hampir saja pipinya memerah.
"Lo mau ke Namsan tower?" tanya Raksha.
"Gak." tolak Dyxie. Padahal dirinya sangat ingin kesana. Gak bisa semudah itu dong. Dia masih ingin ngambek kepada Raksha
"Tapi gue pengen kesana." ucap Raksha.
"Terserah."
Raksha tertawa kecil melihat tingkah Dyxie tersebut. Marah sih marah, tapi marahnya lucu. Raksha tahu Dyxie tidak benar-benar marah, bagaimana bisa orang marah pipinya memerah?
"Lucunya." ucap Raksha sambil mengacak pelan rambut Dyxie.
Dyxie tidak bisa menahannya lagi, segera dia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan pipinya yang sudah memerah tersebut.
"Sialan, lemah banget sih pertahanan Lo Dyxie." gumam Dyxie mengomeli dirinya sendiri.
Setelah puas dengan makanan yang ada disana mereka kembali ke hotel dengan naik bus. Kebetulan sekali bus sedang sepi. Padahal biasanya ramai penumpang. Keyla tertidur si samping Aura. Sedangkan Galang dan Oliver asik main game online. Beda lagi dengan Raksha dan Dyxie. Raksha yang tidak menyerah mengajak Dyxie berbicara dan Dyxie selalu mematikan topik.
"Pokoknya nanti jalan-jalan." ucap Raksha.
"Dih, kok maksa?"
__ADS_1
"Gamau tahu, pokoknya harus mau!"
"Kok Lo jadi cerewet gitu?"
"Gue kan emang gini."
"Biasanya sok dingin."
"Masa?"
Dyxie berdecak sebal. "Serah Lo dah"
Raksha tertawa geli melihat tingkah Dyxie. Sisi pembully seorang Dyxie jika seperti ini sama sekali tidak terlihat. Dyxie terlihat seperti gadis pada umumnya yang memiliki sisi cute dan childish.
"Imutnya.." ucap Raksha sambil mencubit pelan pipi Dyxie.
"Ish!" Dyxie menepis tangan Raksha. Tapi hal itu semakin membuatnya Raksha gemas, karena Dyxie yang seperti itu sama persis dengan anak kecil yang ngambek minta mainan gak dibeliin.
"Makin imut." ucapnya lagi.
"Lo apaan sih?!" benar-benar sulit Dyxie untuk menahan sudut bibirnya agar tidak terangkat mendengar gombalan Raksha.
"Pokoknya nanti jalan-jalan! Wajib! Gak ada penolakan!" kata Raksha yang kesekian kalinya.
"Ogah! Ntar gue ngumpet di lubang semut sekalian!"
"Yaudah, nanti jalan-jalan ke kota semut." jawab Raksha sambil tersenyum.
"Sialan." desis Dyxie. Cowok ini selalu bisa membalas kalimatnya. Dyxie bisa melihat pantulan wajah Raksha di jendela bus yang tersenyum. Dia sampai bingung dengan hatinya sendiri. Disatu sisi dia masih kesal dengan cowok yang duduk di sampingnya ini, disisi lain dia juga baper dengan tingkah Raksha yang seperti ini. Cowok di sampingnya ini benar-benar pandai membolak-balikkan hatinya.
...***...
...Bersambung......
...Kimchi Jjigae...
...Bukchon Hanok Village...
...Istana Changdeokkung...
...Istana Gyeongbokkung...
...Myeongdong Night Market...
...Tteokbokki...
__ADS_1