
Sesampainya di hotel, Raksha dibawa ke kamar Shaka. Disana sudah ada Dyxie, Aura, dan Keyla.
"Nih obatin." kata Shaka sambil mendorong pelan bahu Raksha ke arah Dyxie.
"Ayo." Dyxie memapah Raksha ke kamar Shaka untuk diobati.
Pandangan Shaka beralih ke empat orang yang ada disana. Shaka tidak kaget Keyla juga turut hadir walaupun cewek itu bukan anggota keluarga Lleonara, karena Keyla sudah sering berkumpul dengan mereka. Yang mengejutkan Shaka adalah Galang dan juga Oliver. Mengapa mereka juga ikut pulang.
Shaka menatap Galang dan Oliver bergantian kemudian menatap Aura dengan tatapan tanda tanya.
"Maksa ikut mereka." jawab Aura.
"Lo tahu privasi?" tanya Shaka kepada Aura dengan nada dingin.
"Kalem kita bisa jaga rahasia kok." sahut Galang disertai cengirannya.
"Gak percaya. Cuma orang mati yang bisa jaga rahasia." jawab Shaka dengan santainya.
"Jangan gitu lah brother." ucap Galang lagi sambil nyengir menunjukkan deretan giginya dan dihadiahi tempeleng dari Oliver.
"Sorry kalau kita ganggu. Ayo cabut." kata Oliver sambil beranjak dari duduknya. Cowok itu tidak marah, dia hanya menghargai privasi.
"Duduk!" perintah Shaka.
Oliver hendak menjawab tetapi Aura langsung menariknya untuk duduk. Karena dia hapal sifat kakaknya. Kalau ekspresinya seperti ini pasti sedang serius. Bisa-bisa Oliver jadi santapan kakaknya jika bertindak semaunya.
"Tapi--"
"Diam Lo nyet!" potong Aura.
Tanpa menghiraukan keributan adiknya dan Oliver. Shaka mengeluarkan dokumen yang di dalamnya terdapat empat buah foto. Mereka berempat langsung mengenali siapa yang ada di dalam foto tersebut kecuali satu orang. Bu Wanda, Viola, dan Aveline.
"Maksudnya?" tanya Oliver.
"Perhatiin marga mereka." ucap Aura.
Setelah beberapa saat, Galang dan Oliver melihat foto-foto tersebut. Dan Keyla menyebutkan marga Dyxie, Shaka dan juga Aura mereka mulai paham.
"Mereka musuh bebuyutan kalian?" terka Galang dengan tepat.
"Woah, darimana Lo tahu?" tanya Keyla.
"Lagian siapa yang gak tahu permusuhan keluarga kalian?"
__ADS_1
Hm, permusuhan itu sudah menjadi rahasia umum sejak keluarga Agatha membunuh leluhur Dyxie yang terjadi disaat Dyxie belum lahir yakni generasi pertama. Tetapi kasus itu sudah selesai saat tertangkapnya pelaku pembunuhan itu. Sejak saat itulah permusuhan kedua keluarga ini terjadi keduanya saling menyimpan dendam dan berambisi untuk membalas dendam satu sama lain. Permusuhan kedua keluarga ini akan terus berlanjut sampai salah satu keluarga hancur. Permusuhan ini berlanjut hingga ke generasi 11, yaitu Dyxie dan lainnya.
Sebenarnya pembunuhan itu bukan satu-satunya yang terjadi karena permusuhan ini. Baik keluarga Lleonara atau Agatha sudah saling membunuh satu sama lain. Tetapi mereka berhasil menutupi pembunuhan itu agar tidak tercium media dan polisi. Yang media tahu kedua keluarga ini bermusuhan karena bisnis. Tapi untuk generasi yang ke-11 ini belum terjadi pembunuhan sama sekali.
"Seviral itu ternyata keluarga kita." gumam Shaka sambil terkekeh.
"Kenapa lagi kak tiba-tiba bahas ini?" tanya Keyla.
"Dyxie gak cerita?" tanya balik Shaka.
"Nggak, dari tadi dia cuma mondar-mandir depan pintu. Terus tiba-tiba Lo datang bawa Raksha yang luka-luka." jawab Aura.
Shaka mengalihkan pandangannya kepada kedua sahabat Raksha. Dua orang itu hanya menundukkan kepalanya. Melihat tingkah Oliver dan Galang, Shaka langsung tahu bahwa mereka berdua sudah tahu tentang keadaan keluarga Raksha.
"Lo berdua tahu kan Raksha kenapa?" tanya Shaka.
Oliver mengepalkan tangannya kemudian menjawab pertanyaan Shaka. "Hm, kita tahu sejak lama. Tapi kita gak bisa berbuat apa-apa. Raksha selalu ngelarang kita karena takut kita terluka gara-gara dia." jelas Oliver dengan jujur.
"Kita hanya bisa ngobatin dia pas luka. Atau diam-diam ngasih dia makan pas dihukum gak makan minum sampai dua hari." imbuh Galang dengan kepala yang masih tertunduk.
"Kalau lihat kondisi dia yang seperti itu, rasanya kita gagal jadi sahabat." ucap Oliver dengan suara parau.
Ceklek.
"Thanks kak.." ucap Dyxie kepada Shaka.
"Hm, duduk." perintah Shaka kepada Dyxie dan Raksha.
Selama beberapa detik mereka diselimuti keheningan. Tidak ada yang berbicara. Sampai pada akhirnya Raksha membuka suara.
"Lo kenal papa gue?" tanya Raksha yang teringat papanya menyebut nama lengkap Shaka tadi.
"Hm." jawab Shaka dengan singkat.
Tidak ada yang bersuara. Shaka tahu jika mereka semua menatap dirinya penuh tanda tanya. Cowok itu segera mengeluarkan tiga buah foto dari sebuah map.
Raksha, Dyxie dan juga Galang langsung mengerutkan dahinya melihat foto siapa yang Raksha keluarkan itu.
"Angel?" tanya Galang melihat foto adiknya.
"Kenapa dengan mama papa gue?" tanya Raksha.
Yap, ketiga foto itu adalah Angel, mama dari Raksha dan Mark.
__ADS_1
"Itu Tante Diana kan?" tanya Dyxie.
"Darimana Lo tahu?" tanya Raksha.
"Itu, udah lama sih. Gue pernah nyelamatin Tante ini pas mau di tikam musuh bisnis papa Lo." terang Dyxie, menceritakan kejadian saat pertama kali bertemu mamanya Raksha.
"Kenapa ada hubungannya dengan Angel juga?" tanya Galang.
"Keluarga kita saling berkaitan. Bokap Lo itu bersekutu dengan keluarga Lleonara. Yang artinya dia musuh kita. Sedangkan adik Lo di bully bukan semata-mata karena Raksha doang. Dia di bully karena keluarga Lo bersekutu dengan keluarga Lleonara." jelas Shaka panjang lebar.
"Dan hubungannya dengan mama gue?"
"Bokap Lo nikahin mama Lo karena balas dendam. Selain itu keluarga suami mama Lo yang pertama itu salah satu sekutu keluarga Lleonara. Papa kandung Lo dibunuh bokap Lo yang sekarang." jawab Shaka. "Maka dari itu sebagai anggota keluarga Lleonara gue minta maaf atas semua yang terjadi di keluarga kalian."
"Berarti akar dari semua masalah ini adalah dendam?" tanya Oliver menyimpulkan pembahasan mereka.
"Kurang lebih begitu. Gue ingin perselisihan ini selesai di generasi kita. Biarin generasi setelah kita hidup dengan tenang." ucap Dyxie.
"Berarti musuh utamanya adalah keluarga Agatha?" tanya Aura.
"Dan bokapnya dia. Serta sekutu mereka yang lainnya." jawab Shaka.
"Tapi yang paling berbahaya adalah papa Lo Sha.." ucap Dyxie ragu-ragu. Dia takut Raksha tidak terima papanya di bilang musuh.
"Gue bakal bantu kalian balasin dendam." jawab Raksha mantap.
"Gue juga!" ucap Galang.
Shaka menatap Oliver dan Keyla bergantian. Dia tahu kedua orang itu tidak ada hubungannya dengan ini.
"Kalian bebas ingin membantu atau tidak." cetus Shaka.
"Gue bantu. Balasin kematian sahabat gue." ucap Oliver dengan yakin.
"Gak mungkin dong si imoet ini gak join? Gue pasti bantu!!" seru Keyla.
Dyxie menatap semua sahabatnya sembari tersenyum tipis. Dia bisa merasakan dengan terungkapnya musuh satu persatu, tidak lama lagi pasti akan ada bertumpahan darah antara kedua keluarga.
"Sebentar lagi semuanya selesai..."
Malam ini juga mereka bertujuh memutuskan untuk pulang ke Indonesia lebih dulu daripada rombongan yang lainnya.
...***...
__ADS_1
...Bersambung......