
Malam ini Dyxie menginap di rumah Raksha. Dan ya, karena di rumah minimalis tersebut hanya ada satu kamar tentunya mereka tidur sekamar. Tenang mereka gak ngapa-ngapain kok.
"Dyxie.. bangun.." kata Raksha membangunkan Dyxie karena sudah pukul setengah tujuh pagi.
"Enghh... bentar lagi.." Dyxie menggeliat membuat selimutnya tersingkap.
Raksha langsung membelalakkan matanya melihat paha mulus Dyxie. Cewek itu hanya memakai kemeja oversize milik Raksha. Pikirnya tidak perlu memakai celana karena kemeja tersebut sudah menutupi tubuhnya hingga ke lutut.
Raksha sendiri juga tidak tahu jika Dyxie tidak memakai celana karena tertutup selimut. Tadi malam dirinya tidak terlalu memperhatikan karena sudah terlanjur lelah. Jadi nemplok bantal langsung ketiduran.
Cowok itu menelan ludahnya dengan susah payah. Tangannya bergerak perlahan membenarkan selimut Dyxie yang menyingkap untuk menutupi paha cewek itu. Kemudian memutuskan untuk memandangi wajah kekasihnya yang terlihat tenang dan damai saat tertidur.
"Ceroboh banget sih, kalau cowok lain Lo pasti udah di terkam." gumam Raksha sambil memandangi wajah Dyxie.
Jari telunjuk Raksha tergerak menyentuh kening, turun ke hidung. Lalu pipi Dyxie. Terakhir cowok itu memainkan bulu mata Dyxie yang lentik. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah. Jarinya berhenti memainkan bulu mata Dyxie kala cewek itu membuka matanya perlahan.
"Susah banget dibangunin." ucap Raksha sambil tersenyum tipis.
Cewek itu nyengir kuda, kemudian mengucapkan selamat pagi kepada Raksha. "Morning.."
Pandangan mata Raksha terus tertuju kepada bibir pink Dyxie. Dyxie yang menyadari hal itu tersenyum miring. Kayaknya seru mengerjai kekasihnya ini.
Cup. Dyxie mengangkat kepalanya dan mengecup singkat bibir Raksha kemudian tersenyum dengan menunjukkan deretan giginya.
Seketika Raksha mematung setelah Dyxie melakukan hal itu. Setelah sadar cowok itu langsung menjauhkan tubuhnya dari Dyxie. Gila, dirinya bisa-bisa beneran khilaf kalau kelakuan Dyxie seperti ini terus.
"Kenapa? Gitu banget mukanya?" tanya Dyxie watados.
"Lain kali jangan main cium gitu."
"Dih? Kenapa? Masa sama pacar sendiri gak boleh cium?"
"Ya pokoknya gitu deh. " pungkas Raksha kemudian segera keluar kamar.
Dyxie tertawa puas melihat wajah Raksha yang merah padam akibat ulahnya. Jelas sekali terlihat jika Raksha mati-matian menahan hasratnya agar tidak mengotori dirinya. Tapi nakalnya, Dyxie malah senang menggoda iman cowok itu.
*
Setelah mandi dan berdandan sedikit Dyxie turun untuk sarapan. Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat Shaka dan yang lainnya juga ada di meja makan.
"Ngapain kalian pagi-pagi kesini?" tanya Dyxie.
"Main ke rumah calon ipar masa gak boleh." ucap Aura meledek Dyxie.
"Nah, berapa kali btw Lo nginep disini?" tanya Keyla sambil memainkan alisnya naik turun.
"Kepo!"
Aura dan Keyla bersikap seperti biasa dengan Dyxie. Beda lagi dengan para cowok yang ada disana. Mereka dibuat salah fokus dengan penampilan Dyxie yang hanya mengenakan Hoodie oversize kepunyaan Raksha yang mengekspos pahanya. Parahnya cewek ini tidak menyadari hal itu.
"Dyxie..." Shaka memanggil Dyxie dengan nada berat dan tatapan tak suka.
"Apa?" tanya Dyxie ketus.
__ADS_1
Tidak ingin para cowok disana memandang tubuh gadisnya terlalu lama Raksha langsung menyambar jaketnya yang tergantung tidak jauh dari sana dan mengikatkannya ke pinggang Dyxie.
"Yah, scene-nya ditutup." ceplos Galang dan langsung disambut tatapan tajam dari Shaka dan Raksha.
"Scene mata Lo picek!" semprot Raksha.
"Sini mata Lo gue congkel!" imbuh Shaka.
Oliver hanya menggelengkan kepalanya melihat hal itu. Dua bodyguard yang siap melindungi Dyxie dari bahaya apapun sangat kompak.
"Udah, gak usah ribut. Lagian udah ditutup juga." ujar Oliver sambil menikmati makanannya.
"Lain kali jangan pakai pakaian terbuka baby girl." ucap Shaka memperingati Dyxie.
Dyxie cuma mengangguk iya iya aja kemudian duduk di samping Raksha dan ikut menyantap makanannya. Padahal suatu saat pasti dia ulangi lagi. Ya, Dyxie tetaplah Dyxie. Sikap bandel itu sudah mendarah daging dengan cewek itu.
*
Setelah mereka sarapan bersama, mereka pergi ke mall untuk membeli persiapan perayaan tahun baru nanti malam di rumahnya Raksha. Mereka membeli banyak bahan makanan. Beberapa hiasan pesta. Sirup sejenis MarjanðŸ˜ðŸ¤£. Bukan alkohol ya gess haram bestiee.
"Ra, pegangin lampu sebelah sana!" perintah Dyxie.
"Xie! Mejanya disini udah kece kan?" tanya Keyla.
"Good!" sahut Dyxie seraya mengacungkan jempolnya.
"Nah! Beres!"
"Udah selesai?" tanya Aura.
"Udah, tinggal gotong sofa aja." jawab Keyla.
"Ntar aja itu. Sekarang kita kebawah setel kembang api." ucap Dyxie.
"Gaskeun!"
Kembang api itu ada pewaktunya gitu ges, rakitan mereka sendiri. Jadi bisa otomatis nyala pas udah jam 00.00 1 Januari 2023 ya.
Ketiga cewek saat ini sedang sibuk mendekorasi rooftop rumah Raksha dan menyiapkan berbagai keperluan perayaan tahun baru diluar area masak memasak. Sedangkan para cowok malah ribet di dapur bikin makanan. Kebalik kan? Yang cowok pandai masak yang cewek malah demen kerja berat. Tapi emang gitu nyatanya.
"Liver! Udah jadi spaghettinya?" tanya Galang.
"Bentar lagi. Kenapa?"
"Mau gue pakai kompornya."
"Nih gue udah." sahut Raksha sambil memindahkan sepanci adonan bahan ice Cream yang baru mendidih.
"Oi! Oven Lo gimana nyalainnya?" tanya Shaka kepada Raksha.
"Ya kayak Oven biasanya lah."
"Ga bisa ogeb!"
__ADS_1
Raksha mendekati Shaka yang tengah mengutak-atik ovennya berusaha menyalakannya. Tapi tetap tidak menyala. Anehnya setelah Raksha memukul oven tersebut agak keras oven tersebut tiba-tiba mau nyala.
"Oven rusak rongsokin aja njir!"
"Rusak mata Lo, masih berfungsi itu." sahut Raksha yang kemudian kembali fokus dengan adonan ice Creamnya.
Mereka membuat beberapa makanan untuk pesta nanti malam. Mulai dari spaghetti, macaron, brownies, ice Cream, dan ayam geprek untuk makan malam yang akan dimasak nanti malam. Tujuannya agar masih hangat saat dihidangkan. Dan seperti yang biasanya anak muda lakukan di malam tahun baru mereka akan bakar-bakar mulai dari daging, sosis, dan jagung sambil menunggu tengah malam. Tidak lupa es buah dengan sirup rasa strawberry yang menemani.
*
Setelah semuanya siap mereka pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan diri dan akan datang lagi ke rumah Raksha sekitar pukul 19.00.
Saat ini Raksha dan Dyxie sudah selesai membersihkan dirinya. Mereka bersantai di rooftop sambil menunggu teman-temannya datang.
"Capek?" tanya Raksha.
"Kenapa? Mau pijitin?"
"Kalau Lo mau."
"Serius? Yaudah sini pijitin!" ucap Dyxie sambil mengubah posisi duduknya menjadi membelakangi Raksha dengan tangan yang menepuk pundaknya sendiri untuk menunjukkan bagian mana yang harus dipijat.
Raksha langsung memijat area yang ditunjukkan Dyxie.
"Lo ada bakat jadi tukang pijat kayaknya."
"Gak kekerasan?" tanya Raksha memastikan.
"Nggak, enak kok."
Setelah beberapa menit, Dyxie berbalik menghadap Raksha. "Gantian Lo gue pijat, capek kan masak sebanyak itu?" tanya Dyxie sambil menyuruh Raksha berbalik.
"Gak usah, gue gapapa."
"Nurut!"
Raksha tidak bisa menolak perintah Dyxie. Cowok itu berbalik dan membiarkan Dyxie memijat punggungnya. Dia sudah menyangkanya, tenaga Dyxie akan lebih kuat daripada cewek-cewek pada umumnya.
"Ototnya tolong..." batin Dyxie saat memijat punggung Raksha dan merasakan otot-otot yang ada di punggungnya.
"Gila jadi pengen pegang yang depan..." batin Dyxie lagi. Tangannya tanpa ia sadari perlahan-lahan merayap ke perut cowok itu. Dan entah sejak kapan tangan cewek itu menyusup ke dalam baju Raksha.
Raksha yang menyadari hal itu langsung menggenggam tangan Dyxie.. "Nakal.." ucapnya sambil berbalik menghadap Dyxie.
Karena berkali-kali dikerjai Dyxie, dia ingin membalas hal itu. Kali ini dia berniat mengerjai kekasihnya. Salah siapa menggoda duluan. Raksha kemudian bergerak menindih Dyxie disertai senyum miringnya.
"L-lo mau ngapain?!"
"Makan Lo."
...***...
...Bersambung.......
__ADS_1