Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Oh Blacky!


__ADS_3

Red dan Kika saling bergandengan tangan menuju parkiran motor. Keduanya diam membisu tapi di dalam hatinya mereka saat ini tengah berflower-flower.


"Kita makan es krim dulu, Beib!" ucap Red sambil memberikan helm pada Kika.


Tanpa sadar Kika sampai meloncatkan dirinya karena kesenangan karena panggilan barunya. Bagi Kika ini untuk pertama kalinya dia berpacaran seperti ini, karena selama ini tidak ada yang mau dekat dengan dirinya lantaran dia yang seorang anak pemulung.


"Red, apa kau tidak malu punya pacar sepertiku? Aku kan hanya anak pemulung, status kita sangat jauh berbeda!" ungkap Kika, menundukkan kepala.


Bukannya cepat naik ke motor, Kika justru berpikir seperti itu yang membuat Red menjadi gusar.


"Naik, Beib!" ucap Red yang enggan menanggapi perkataan Kika.


"Jawab dulu!" Kika menuntut jawaban.


Red berdecak sebal. "Aku selalu diajarkan dari kecil untuk tidak boleh membeda-bedakan status orang. Kau lihat sendiri bagaimana mommy-ku, 'kan? Orang kaya tidak ada yang seperti mommy Blue! Dia bahkan tidak mengerti uang, jadi ubah mindset-mu itu, Beib. Kita semua sama!"


Mendengar itu, Kika mengulum senyumnya. Tanpa banyak kata lagi, gadis itu naik ke jok belakang motor Red. Awalnya dia ragu, tapi sedetik kemudian kedua tangan kurusnya melingkar di pinggang pacar barunya.


"Ehem!" Red berdehem karena itu. "Jangan pernah membicarakan status lagi, okay!"


"Okay!" jawab Kika.


Saat Red akan memutar gas motornya, ponselnya berdering dan dia segera menerima panggilan yang ternyata dari Black.

__ADS_1


"Kak, tolong!!" Black berteriak dengan lantang saat panggilan itu tersambung.


"What happen?" tanya Red jadi ikut panik.


"Mommy mau membunuhku! Aku tidak boleh sekolah dan sekarang dibawa ke penangkaran buaya!"


"Oh God! Jadi mommy benar-benar melakukannya?"


"Aku sekarang sedang bersembunyi tapi pasti sebentar lagi mommy akan tahu aku ada dimana!"


"Aku akan menyusul ke sana!"


Red bergegas melajukan motornya dan menyusul Black, terpaksa acara makan es krimnya bersama Kika gagal karena keselamatan Black jauh lebih penting.


"Tidak perlu membeli toko es krimnya juga!" sahut Kika yang tidak habis pikir.


Saat keduanya sudah sampai ke penangkaran buaya, mereka segera mencari Black. Di sana mereka melihat Black yang sudah tertangkap oleh para bodyguard.


"Tidak!! Aku tidak mau!" tolak Black untuk kesekian kalinya.


"Kau harus melawan rasa takutmu itu, Black! Ada pawang buaya yang mengajarimu!" Blue terus saja mendesak anak rockernya itu untuk berlatih menjinakkan buaya.


Red berlari mendatangi mommy Blue yang sikapnya kali ini terlalu berlebihan. "Mom, stop!"

__ADS_1


"Red, kenapa kau kemari?" Blue bertanya seakan tidak terjadi apa-apa.


"Untuk apa Black kemari? Kita pulang, okay!" bujuk Red di sana.


Blue menggeleng. "Kau tidak akan mengerti Red. Mommy melakukan ini untuk kebaikan bersama!"


"Kebaikan bersama? Yang ada Black akan mati jadi santapan buaya!" sahut Red dengan menghembuskan nafasnya kasar. Dia menatap para bodyguard yang masih memegangi Black supaya tidak kabur. "Lepaskan adikku, aku yang akan bertanggung jawab!"


Para bodyguard itu akhirnya melepaskan Black yang otomatis membuat pemuda itu berlari dan meminta perlindungan pada kakaknya.


"Kak, sepertinya mommy sudah tidak sayang padaku lagi!" keluh Black yang berlindung dibalik punggung Red.


"Sudah mommy katakan berulang kali, justru karena mommy sayang padamu Black. Nada akan menyukaimu jika kau bisa menaklukkan buayanya!" jelas Blue dengan melipat kedua tangannya di dada. "Sebenarnya Nada itu sudah menyukaimu hanya saja..."


Black menunggu kalimat selanjutnya dari mommy Blue, dia sampai keluar dari punggung Red karena tidak sabar.


"Hanya saja dia meragukan timun emasmu!"


"What?" pekik Black tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Waktu Nada main ke mansion kita, dia tidak sengaja melihatmu berganti baju di kolam renang!" jelas Blue lagi.


Black mengingat-ngingat kejadian itu, waktu itu memang dia pernah berenang dan melepas celananya yang basah di kolam renang itu juga karena merasa tidak ada orang yang melihatnya. Dia tidak menyangka hari itu Nada main ke mansion dan melihat semuanya.

__ADS_1


"Oh my God! Jadi selama ini aku sudah tidak perjaka lagi, ya?"


__ADS_2