Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Berusaha Normal


__ADS_3

Jessie menendang-nendang ban mobilnya yang bocor dengan umpatan yang keluar dari mulutnya.


"Kau kenapa?" tegur Ed yang melihat wajah Jessie seperti ingin memakan orang hidup-hidup.


Ed melirik ke ban mobil Jessie, terpaksa kali ini dia harus berbaik hati pada gadis congak itu.


"Ayo aku antar pulang!" Ed menarik tangan Jessie untuk masuk ke dalam mobilnya.


Seketika wajah Jessie berubah sumringah, dia jadi bersyukur ban mobilnya bocor. Rasanya dewi cinta berpihak padanya kali ini, memang target Jessie mempunyai pacar seperti Ed atau Red.


"Jangan berani menggodaku ya!" ketus Ed yang seakan tahu isi hati Jessie. Gadis itu sengaja mengencangkan seatbelt supaya kedua buah dadanya menyembul.


Jessie mendengus sebal, sepertinya usaha apapun yang dia lakukan kedepannya akan sia-sia. Jadi lebih baik dia jujur saja dari sekarang.


"Ed, aku menyukaimu!" ungkap Jessie tidak mau berbasa-basi lagi.


Ed hanya diam saja sambil matanya fokus ke arah jalanan. Dia sedang berpikir bagaimana caranya menolak Jessie pasti jika dia memberitahu masalahnya, gadis itu akan illfeel.


"Yakin kau menyukaiku?" tanya Ed kemudian.


"Sangat yakin lah," jawab Jessie mantap.

__ADS_1


"Walaupun aku akan mempunyai adik yang usianya beda 18 tahun denganku?" tanya Ed lagi, dia yakin Jessie akan berpikir ratusan kali jika menyukainya. Tapi Ed ternyata salah besar.


"Benarkah?" tanya Jessie tidak percaya. "Aku sangat menyukai anak kecil!"


"Berhenti di swalayan itu, Ed!" tunjuk Jessie yang melihat sebuah Swalayan di pinggir jalan.


Gadis itu buru-buru turun dari mobil dan mencari susu hamil dengan merk yang terbaik serta berbagai rasa. Setelah itu dia kembali ke mobil dan memberikannya pada Ed.


"Aku membeli banyak susu hamil, berikan pada mommy mu, okay." Jessie tampak antusias.


*****


Blue sudah berdandan dengan rapi dan modis hari, dia juga memakai perhiasan serta tas mahal yang tidak pernah dia pakai selama ini.


"Ayo, Nyonya. Kita sudah sampai," ucap Ming yang senantiasa mengikuti majikannya.


Blue menghela nafasnya beberapa kali, dia tidak boleh bertindak bodoh untuk kali ini.


Perkumpulan arisan itu diadakan di salah satu restaurant mewah yang ada di kota.


"Jeng Blue," seru mommy Nada yang melihat Blue masuk restaurant.

__ADS_1


Blue membuka kacamatanya dan melambaikan tangannya. "Hai bestie..."


Semua anggota arisan merasa terpukau melihat Blue yang tampak awet muda. Mereka memang tidak pernah melihat sosok ibu dari si kembar 4 karena semua urusan yang selalu di handle oleh Naku.


Mereka mengira jika Blue melakukan perawatan yang sangat mahal sampai bisa awet muda seperti itu.


"Perkenalkan teman-teman, namanya Blue. Mommy nya si kembar 4," ucap mommy Nada saat Blue sudah bergabung duduk bersama-sama.


"Hai Jeng, salam kenal," seru mereka.


Blue tersenyum kikuk, dia hanya tersenyum saja karena takut salah bicara. Sampai ada yang bertanya pada Blue karena penasaran.


"Jeng Blue, perawatan di mana kok bisa awet muda begitu?"


"Iya spill kliniknya dong, pasti mahal kan. Tapi gak masalah asal bisa awet muda!"


Blue jadi bingung harus menjawab apa karena pada kenyataannya dia tidak melakukan perawatan apapun.


"Nyonya melakukan perawatan di luar negeri," sahut Ming yang tahu jika majikannya kebingungan.


"Pantesan, aku juga bolak balik perawatan ke luar negeri tapi hasilnya gini-gini aja!" komentar salah satu member arisan yang memang sudah berumur.

__ADS_1


"Kalau kita cantik kan menyenangkan hati suami," komentar yang lainnya.


Untuk kali ini sepertinya Blue bisa menjawab, Blue memberanikan diri untuk berbicara. "Sebenarnya tidak perlu ke luar negeri untuk membuat suami senang. Ayang senang kalau aku tidak pakai baju!"


__ADS_2