Perfect Boyfriend

Perfect Boyfriend
Bab 46


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai yang telah dikatakan Raksha. Seluruh siswa siswi kelas 12 SMA Achievers akan pergi ke Garden of Morning Calm. Mereka sudah berkumpul di depan hotel berbaring mengantri masuk bus yang sudah disediakan sekolah.


Kali ini Raksha mendapatkan tempat duduk disamping Dyxie. Bukan kebetulan, cowok itu tadinya duduk bersama Oliver. Tapi dia memaksa Aura bertukar kursi dengannya.


"Kalau ketahuan gimana?" bisik Dyxie.


"Bodo amat. Lo mau backstreet?" tanya Raksha.


"Jangan keras-keras anj!" bisik Dyxie sambil mencubit pelan lengan Raksha.


Raksha tertawa kecil. "Kalau ketahuan kenapa sih emangnya? Biarin aja." kata cowok itu sambil menggenggam tangan Dyxie.


"Nanti Lo malu punya cewek kayak gue, yang sering keluar masuk BK." ucap Dyxie lirih. "Sedangkan Lo ketua OSIS yang super Perfect." sambungnya.


Raksha tersenyum tipis, tangannya tergerak mengelus kepala Dyxie. Dia tidak menyangka Dyxie akan memiliki pemikiran seperti ini. Padahal biasanya dirinya terlihat sangat tidak perduli dengan anggapan orang tentang apapun yang dia lakukan.


"Gue gak malu, gue umumin sekarang juga kalau Lo pacar gue." kata Raksha dengan yakin tanpa keraguan sedikitpun.


"Nggak! Jangan, nanti reputasi lo--" sebelum Dyxie menyelesaikan kalimatnya Raksha memotong perkataan Dyxie.


"Hari ini gue umumin, Dyxie Giovallen Lleonara adalah pacar dari Raksha Ezric Bagaskara. Pasangan resmi di SMA Achievers!" seru Raksha dengan lantang. Hal itu sukses menarik perhatian seisi bus. Termasuk guru yang ada di bus tersebut dan juga Aveline.


"Ra-raksha... kamu bohong kan?" tanya Aveline.


"Kenapa dia bohong? Kita yang lihat mereka jadian semalam." kata Galang dengan nada sinis.


"Ta-tapi kamu kan tahu aku suka kamu udah lama." ucap Aveline dengan mata yang berkaca-kaca.


Raksha menghela napas. "Cukup, gue rasa gue gak perlu ngasih tahu alasan gue benci Lo." cetus Raksha.


"Tapi Raksha--"


Raksha memotong kalimat Aveline dengan meminta sopir bus berhenti. Setelah itu dia menarik Dyxie keluar dari bus tersebut diikuti tatapan tanda tanya dari seluruh siswa.


Satu yang kita tahu, sekarang adalah hari patah hati SMA Achievers. Semua cewek yang mengkhayal menjadi pacar Raksha hampir gak percaya dengan yang dikatakan Raksha tadi. Apalagi cewek yang menjadi pacar Raksha adalah pembuat onar.

__ADS_1


"Gila! Gimana nasib Lo jadi ketua OSIS?!"


"Gue gak peduli, lagian setelah masuk sekolah nanti akan pemilihan ketua OSIS dan wakilnya yang baru." jawab Raksha dengan tenang. "Gue gak akan jadi ketua OSIS lagi." sambungnya kemudian.


"Serius gapapa? Ketahuan pacaran sama cewek kayak gue?" tanya Dyxie lagi. Di otaknya masih berputar dirinya akan membuat Raksha malu dengan segala ulahnya dahulu.


Raksha tersenyum tipis. "Iya.." kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Dyxie hingga tinggi mereka setara. Mata mereka beradu pandang.


"Apa?" tanya Dyxie.


"Katanya gak suka jepit rambutnya? Kok di pakai?" tanya Raksha sambil menaik turunkan alisnya.


Cewek di depannya itu reflek menjauhkan badannya dari Raksha sambil memegang jepit rambut yang dia kenakan. Memang style Dyxie pagi ini agak berbeda dari biasanya. Hari ini dia terlihat lebih feminim. Bahkan terlihat sedikit polesan make up di wajah cantik tersebut.


"Yaudah, gue lepas aja." kata Dyxie sambil menarik jepit rambut tersebut hingga terlepas..


Raksha tidak tinggal diam, dia langsung merebut jepit rambut tersebut dan memasangkannya kembali ke rambut Dyxie. "Jangan dilepas, gue suka penampilan Lo yang kayak gini." ucap Raksha sambil menepuk pelan kepala Dyxie.


Setelah itu Raksha menggandeng tangan Dyxie dan mengajaknya berjalan-jalan. Mereka melihat sekelilingnya mencari tahu mereka ada di daerah mana.


Dyxie mengikuti arah pandangan Raksha, lalu mengangguk mengiyakan pertanyaan Raksha. "Kenapa?" tanya Dyxie.


"Berarti Sungin Neighborhood Park dekat sini kan?" tanya Raksha lagi.


Akhirnya mereka memutuskan kesana untuk bersantai. Daripada hanya jalan-jalan gak jelas mending ada tujuan bukan? Mereka naik bus sekitar 10 menit dari Dongmyo menuju Sungin Neighborhood Park.


Banyak yang mereka lakukan di taman itu, mereka menyusuri taman. Menyewa sepeda pasangan untuk bersepeda di taman tersebut. Makan bungeoppang ditemani coklat panas, yang cocok di santap di musim dingin.


"Waktu kecil Lo punya cita-cita nggak?" tanya Dyxie tiba-tiba.


"Punya, Lo sendiri?" tanya Raksha balik.


"Gue dulu pernah punya cita-cita jadi dokter. Tapi sekarang nggak terlalu tertarik dengan itu, karena posisi gue sekarang gak mungkin..." ucap Dyxie dengan tatapan menerawang jauh. Dia tahu sulit untuk bisa menggapai cita-cita yang dimilikinya, sementara dia harus meneruskan bisnis keluarga dan menangani musuh-musuh keluarga Lleonara bersama sepupunya.


"Kenapa gak mungkin?" tanya Raksha.

__ADS_1


"Belum saatnya Lo tahu." jawab Dyxie sambil tersenyum tipis. "Lo sendiri pengen jadi apa?" tanya Dyxie dengan senyum manis.


Raksha menatap ke langit sembari mengingat apa yang ia cita-citakan saat masih kecil. "Gue pengen jadi atlet pemanah." jawab Raksha.


"Archer?"


"He'em, menurut gue dulu pas ngelihat mereka memanah sasaran dengan tepat padahal jaraknya jauh itu keren." tutur Raksha.


"Lo masih pengen jadi archer?" tanya Dyxie.


"Hm, masih kalau dibolehin bokap." jawab Raksha. Cowok itu tidak yakin papanya akan mengijinkan dirinya melakukan itu. Papanya ingin dia memiliki prestasi yang bagus, memiliki banyak piala dan piagam, dan menjadi CEO yang meneruskan bisnis keluarga Bagaskara.


"Emangnya bapak Lo ngelarang?" tanya Dyxie.


"Nggak tahu, gak pernah bilang." jawab Raksha sambil tersenyum tipis kemudian cowok itu bangkit dari duduknya. "Ayo pergi ke tempat lain!" ajak Raksha. Cowok itu tidak ingin membicarakan tentang papanya lebih dalam lagi.


"Kemana?"


"Tadi gue lihat ada toko buku di dekat sini, mau kesana?" tawar Raksha. Dia tidak yakin Dyxie mau ke toko buku, sedangkan cewek itu malas membaca buku.


Sungguh jawaban yang tidak terduga. "Oke!" cewek itu langsung setuju dan bangkit dari duduknya. Dia terlihat bersemangat untuk segera pergi ke toko buku.


"Semangat banget? Biasanya malas sama hal berbau buku?" tanya Raksha.


"Semenjak sering baca buku bareng Lo dulu, kayaknya gue jadi suka baca buku." jawab Dyxie.


Raksha tersenyum mendengarnya. Memang dipikir-pikir Dyxie banyak berubah setelah dekat dengan Raksha. Dia yang dulu malas membaca buku menjadi suka membaca buku, dia yang dulu bodoh matematika bisa mendapatkan juara harapan saat Olimpiade. Dyxie yang dahulu adalah cewek tomboi suka berpakaian seperti cowok sekarang mulai memakai pakaian yang feminim bahkan mau memakai jepit rambut dan makeup. Dyxie yang dulu pembuat onar dan suka membully perlahan sikap tercela itu hilang. Benar kata orang, bertemu dengan orang yang tepat itu akan membawa seseorang ke arah yang lebih baik.


...***...


...Bersambung......



...Sungin Neighborhood Park...

__ADS_1


...Maaf agak burem gambarnya, soalnya itu dari google di pinterest gak ada....


__ADS_2